Palembang mempunyai beberapa pakaian adat yaitu, di antaranya, Aesan Gede dan Paksangkong. Busana adat pernikahan Palembang sangat terkenal dengan sebutan Aesan Gede. Busana ini melambangkan kebesaran raja Sriwijaya yang kemudian diterjemahkan sebagai busana pengantin Palembang. Warna merah jambu (pink) dan keemasan serta gemerlap perhiasan dan mahkota yang dipadukan dengan baju dodot dan kain Songket semakin mempertegas keagungan bangsawan Sriwijaya. Kesan mewah pada pakaian Aesan Gede ini tidak terlepas dari penggunaan perhiasan yang berupa bungo cempako, mahkota Aesan Gede, kelapo standan, dan kembang goyang.
Sama seperti Aesan Gede, Aesan Paksangkong juga melambangkan keagungan masyarakat Palembang. Warna yang mendominasi pakaian Aesan Paksangkong adalah warna merah dan emas, untuk pakaian wanita biasanya menggunakan baju kurung warna merah berhiaskan motif bertabur bunga bintang keemasan yang dipadukan dengan kain songket lepus bersulam emas. Busana ini dilengkapi dengan penutup dada, perhiasan dan mahkota dengan untaian bunga. Sedangkan untuk pakaian pria yang digunakan jubah bertabur bunga emas, celana, dan kain songket serta songkok emas sebagai penghias kepala. (https://doi.org/10.25105/jsrr.v1i2.6735)