Tari Alang Suntiang Baringin merupakan salah satu seni pertunjukan tradisi masyarakat Nagari Simawang. Tarian ini terinspirasi dari seekor elang (Min: alang) yang hinggap di dahan beringin (Min: baringin), dahan beringin tersebut dihiasi dengan daun-daun beringin yang rimbun berbentuk seperti sunting (Min: suntiang, suatu perhiasan yang diletakkan di kepala mempelai wanita Minangkabau), sehingga tarian ini diberi nama tari Alang Suntiang Baringin.
Tarian ini menggunakan properti piring dan gegek. Piring yang dimaksud adalah piring yang digunakan untuk makan sehari-hari, dan gegek yaitu kulit kemiri yang telah dikeringkan dan dilobangi sesuai ukuran jari telunjuk penari, sehingga jika diketuk ke piring sesuai dengan irama tarian akan menimbulkan suara-suara yang menarik.
Dalam perkembangannya tari Alang Suntiang Baringin dilengkapi dengan beberapa atraksi, seperti atraksi menari dan tidur di atas paku. Berdasarkan perkembangan tersebut maka tentu property tari pun bertambah dengan paku. Paku yang digunakan untuk atraksi tersebut berukuran 10 cm yang ditancapkan sejajar ke papan yang berukuran 75 x 30 cm dengan pola lingkaran. Penari yang berjumlah ganjil yang terdiri dari lima atau tujuh orang penari akan melakukan atraksi di atas paku tersebut. Properti paku sebagai setting sangat mendukung terhadap keberlangsungan pertunjukan.