Tradisi Ngaliwet tradisional Sunda, merupakan tradisi masak bersama yang umumnya diadakan di tempat terbuka atau luar rumah, (kastrol) sejenis ketel menjadi alat pokok untuk menanak nasi dalam tradisi ngaliwet Sunda. Tradisi ini berkaitan dengan makan bersama. Yang membedakan tradisi ngaliwet dengan tradisi makan bersama di berbagai budaya lain yaitu tradisi ngaliwet tidak hanya makan bersamanya, melainkan mencakup dalam proses pembuatan nasi liwetnya biasa dilakukan secara bersama-sama.
Umumnya, pembagian tugas dilakukan pada masing-masing orang yang ikut serta, ada yang bertugas membawa alat-alat, ada yang membawa bahan-bahan, ada juga yang membeli lauk untuk hidangan dari uang hasil udunan, semua itu dibawa ke tempat ngaliwet yang akan dituju umumnya diadakan di pesawahan, perkebunan, pinggir sungai dan sebagainya. Pembagian tugas dan kerja sama terus berlanjut sampai proses ngaliwet nya, umumnya ada yang bertugas untuk menanak nasi, ada yang menyiapkan lalapan, serta ada yang membuat sambal. Setelah semua matang, nasi liwet ini umumnya akan disajikan dengan alas daun pisang, semua yang ikut duduk bersila melingkari daun pisang untuk makan bersama yang biasa disebut sebagai tradisi botram nasi liwet Sunda.
Nasi liwet merupakan olahan nasi khas Jawa, salah satunya ada di budaya Sunda, nasi liwet Sunda sudah menjadi menu hidangan di berbagai acara yang ada di tatar Sunda. Rasa nasi liwet yang gurih dan aroma harum karena memakai bumbu-bumbu. Penyajian nasi liwet umumnya dilengkapi dengan lalapan, sambal, dan kerupuk. Proses memasak nasi liwet ini disebut sebagai Ngaliwet. (https://repository.telkomuniversity.ac.id/pustaka/files/201272/jurnal_eproc/perancangan-storyboard-untuk-animasi-2d-berjudul-let-s-cook-together-mengenalkan-nilai-nilai-dalam-proses-tradisi-ngaliwet-tradisional-sunda.pdf)