Dol adalah musik tradisional yang disajikan dalam bentuk ansambel musik ritmik dengan instrumennya terdiri dari Dol, tassa dan seruling. Penamaan musik Dol ini oleh masyarakatnya merujuk pada nama instrumen utama dalam musik ini yakni Dol. Dol merupakan kesenian tradisi yang telah mengakar kuat dan telah lama berkembang di kota Bengkulu. Kesenian ini sanagat eksis dalam budaya masyarakat Bengkulu, baik dalam konteks ritual upacara Tabot, maupun perkembangnya dalam konteks acara seremonial, hiburan, dan pariwisata di kota Bengkulu.
Dol adalah sejenis beduk yang terbuat dari bongkol tempat akar kelapa yang ditutupi kulit lembu atau kerbau, dan dibunyikan dengan memakai alat pukul yang terbuat dari kayu yang dilapisi kain. Gendang besar ini dibawa oleh orang Benggali dari India bersamaan dengan tradisi ritual Tabot. Bentuknya seperti tempayan besar, dengan bagian atas dipotong rata dan bagian bawahnya tidak berlubang. Bahannya terbuat dari bonggol kelapa yang sudah tua, namun pada saat ini telah dipakai pula bonggol pohon nangka atau pohon cempedak.
Dewasa ini seni pertunjukan musik Dol mengalami perkembangan yang cukup signifikan diluar konteks upacara ritualnya di kota Bengkulu, baik dari aspek konteks pertunjukan, instrumentasi, struktur garapan maupun fungsinya dalam masyarakat.saat ini pertunjukan musik Doljuga digunakan pada berbagai aktivitas dan acara seremonial, seperti acara peresmian, dan penyambutan tamu penting di kota Bengkulu. (https://doi.org/10.36982/jsdb.v5i1.1457)