Batangahi Sepape sebuah Sungai kecil terletak di desa Jiwa Baru kecamatan Lubai kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan. Sungai ini apabila sedang musim kemarau air kering dan air kembali berisi setelah sungai Lubai banjir. Sungai Lubai banjir atau rawang dalam bahasa Lubai biasanya pada bulan Desember setiap tahunnya. Pada tahun 1970-an disungai ini merupakan tempat mencari ikan. Keluarga besar penulis ada sebuah bendungan pada sungai ini.
Di sepanjang Daerah Aliran Sungai Sepape terdapat tanah lahan pertanian yang potensial. Dahulu DAS Sepape terdapat kebun Karet yang dikelola oleh rakyat Desa Jiwa Baru Lubai. Seiring dengan perkembangan zaman, rakyat Lubai yang dilanda euforia Informasi dan Komunikasi yang mengakibat sebagian masyarakat ada yang melupakan adat istiadat yang berlaku. Akibatnya suatu saat Sungai Sepape akan hilang ditelan Zaman, karena telah berpindah hak penguasaannya semula dari rakyat menadi milik Perusahaan yang bermodal. Sungguh ironis, masyarakat desa Jiwa Baru tidak dapat mempertahankan peninggalan nenek moyangnya. Yang sangat menyedihkan terdapat hak-hak warga Lubai yang merantau, dirampas begitu saja dengan dalih lahan terlantar.
Maafkan aku, nenek moyang kami yang telah memberikan peninggalan berupa Sungai Sepape dan Lahan pertaniannya, karena aku tidak mampu mempertahankan hak penguasaaan tanah yang telah engkau warisan kepadaku berserta saudara-saudaraku. Saudara secara biologis maupun saudara yang satu ideologis.