Pendahuluan
Anda memiliki beberapa komputer di dalam rumah dan anda menginginkan semua komputer tersebut tersambung dalam satu jaringan kecil. Sebenarnya ada 2 cara untuk menyambungnya, yang pertama adalah menggunakan kabel, dan yang kedua secara nirkabel. Yang akan dibahas disini adalah sambungan secara nirkabel, karena sambungan menggunakan kabel sudah kurang diminati dikarenakan kebutuhan kabel yang panjang serta dari segi estetika yang kurang menarik.
Untuk mempermudah, pembahasan akan dibagi mejadi 4 kategori yakni, persiapan alat, sambungkan modem ke router, pengaturan jaringan, serta yang terakhir adalah sambungkan komputer ke jaringan secara nirkabel. Marilah kita mulai. Persiapan Alat. Perangkat yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah modem cable, wireless router, serta beberapa wireless receiver bagi komputer yang memerlukannya.
Modem cable berfungsi sebagai jembatan penghubung antara penyedia layanan Internet dengan anda. Di Indonesia layanan yang paling worth it adalah Firstmedia, walaupun banyak sekali komplain tentang pelayanan kustomernya yang kurang profesional. Namun jika daerah anda belum tercover oleh layanan ini mungkin anda boleh mempertimbangkan untuk menggunakan layanan IndosatM2 cable Internet.
Wireless Router berfungsi untuk menyambungkan serta memberikan akses Internet kepada seluruh komputer ataupun laptop yang terhubung ke alat ini. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan jika sudah tersambung ke alat ini adalah, berbagi dokumen antar komputer, dan juga streaming video maupun audio.
Wireless receiver berfungsi untuk menangkap sinyal wireless yang disebarkan oleh wireless router. Biasanya terpasang pada komputer (PC) dengan menggunakan USB ataupun PCI card. Namun jika anda menggunakan laptop, biasanya tidak memerlukan alat ini, karena sudah built-in. Sambungkan Modem dan router.
Kami asumsikan anda telah berlanganan salah satu dari servis yang sudah dijelaskan diatas (Firstmedia ataupun IndosatM2), sekarang saatnya anda sambungkan modem anda ke wireless router anda dengan menggunakan kabel ethernet (biasanya pembelian modem disertakan kabel ini). Harap diperhatikan dalam menyambungkan ke router, jangan sampai salah port. Biasanya tertulis connection to modem (Internet/WAN) seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini (yang berwarna hijau). Untuk connections to computers tidak perlu digunakan mengingat jaringan yang akan kita buat adalah jaringan nirkabel.
Pengaturan Jaringan
Untuk bisa mengatur jaringan, anda memerlukan 1 komputer untuk terhubung ke router, karena pengaturan router dilakukan secara “online” menggunakan Internet Explorer. Coba gunakan laptop dan sambungkan kabel ke salah satu port yang bernomor 1~4 (untuk sementara saja, guna pengaturan awal). Setelah itu anda buka Internet Explorer lalu ketik kan alamat berikut ini 192.168.1.1 kemudian masukkan username dan password (biasanya username admin, password admin). Anda harus melihat buku panduan dari router bersangkutan untuk bisa mengetahui username dan password.
Ada 3 hal mendasar dalam pengaturan router anda, yang biasa digunakan.
SSID adalah nama network anda, bisa anda isi apa saja. Screenshot dibawah ini mengambil interface dari router merk TP LINK TL-WR642G;
WEP berfungsi untuk memberikan sedikit keamanan pada network anda, karena setiap komputer yang ingin terhubung ke jaringan anda, diharuskan untuk memasukkan password. Anda bisa memilih berapa bit enkripsi password yang anda inginkan, dalam kasus dibawah ini, 64bit terdiri dari 5 karakter saja. Anda bisa memilih 128bit (13 karakter). Screenshot dibawah ini mengambil interface dari router merk TP LINK TL-WR642G;
Ganti Administrasi password anda. (supaya tidak di hack oleh orang yang tidak bertanggung jawab). Administrasi password adalah password ketika anda masuk ke interface router (secara default username dan password adalah admin).
Sambungkan komputer ke jaringan secara nirkabel
Kemudian saatnya anda sambungkan semua komputer (PC maupun laptop). Biasanya secara otomatis wireless receiver akan menangkap sinyal yang disebarkan oleh wireless router, seperti gambar dibawah ini. Kemudian anda klik 2x pada Cimory dan masukan password seperti yang sudah anda set sebelumnya dan anda sudah terhubung ke jaringan nirkabel Cimory. Tentu saja Cimory hanya contoh, anda bisa memberi nama apapun sesuka anda untuk jaringan nirkabel anda.
Semoga bermanfaat bagi twentea’ers yang mempunyai niat untuk memasang jaringan nirkabel di rumah. Sangat disarankan untuk meletakkan perangkat nirkabel (modem cable serta wireless router) dibagian tengah ruangan, sehingga sinyalnya bisa mencakup seluruh isi rumah.
Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.
Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.
Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.
Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.
Wireless Personal Area Networks (WPANs)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah.
Perangkat jaringan Nirkabel
Dalam jaringan komputer, sebuah jalur akses nirkabel (WAP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau terkait standar. WAP biasanya yang terhubung ke jaringan kabel, dan dapat relay data antara perangkat nirkabel (seperti komputer atau printer) dan kabel pada perangkat jaringan.
Industri di jaringan nirkabel, desain adalah logam berat dengan penutup, sebuah Kereta Api Din-gunung, dan jangkauan yang lebih luas selama operasi suhu, kelembaban tinggi dan terkena air, debu, dan minyak. Nirkabel keamanan termasuk: WPA-PSK, WPA2, IEEE 802.1x/RADIUS, WDS, WEP, TKIP, dan CCMP (AES) encryption. Berbeda dari komputer konsumen pasar, industri jalur akses nirkabel juga dapat digunakan sebagai jembatan, router, atau klien.
Sebelum ke jaringan nirkabel, menyiapkan sebuah komputer dalam sebuah jaringan bisnis, rumah, atau sekolah sering berjalan banyak diperlukan kabel melalui tembok dan langit-langit untuk memberikan akses jaringan ke semua jaringan-perangkat diaktifkan di dalam bangunan. Dengan datangnya dari Wireless Access Point, jaringan pengguna kini dapat menambahkan perangkat yang mengakses jaringan dengan sedikit atau NO kabel. WAPs hari ini dibangun untuk mendukung sebuah standar untuk mengirim dan menerima data menggunakan frekuensi radio daripada kabel. Standar mereka, dan mereka menggunakan frekuensi yang ditetapkan oleh IEEE. Most WAPs use IEEE 802.11 standards. Paling WAPs menggunakan IEEE 802.11 standar.
Beberapa khas perusahaan menggunakan melampirkan melibatkan beberapa WAPs ke jaringan kabel dan kemudian menyediakan akses nirkabel ke kantor LAN. Dalam kisaran yang WAPs, nirkabel akhir pengguna memiliki koneksi jaringan lengkap dengan manfaat mobilitas. Dalam hal ini, yang berfungsi sebagai WAP gateway untuk klien untuk mengakses jaringan kabel.
Hot Spot adalah sebuah aplikasi dari masyarakat umum WAPs, di mana klien nirkabel dapat terhubung ke Internet tanpa mempertimbangkan untuk jaringan tertentu yang mereka miliki untuk saat terpasang. Konsep ini telah menjadi umum di kota-kota besar, dimana kombinasi coffeehouses, perpustakaan, maupun swasta membuka akses poin, memungkinkan pelanggan untuk tetap lebih kurang terus terhubung ke Internet, sedangkan yang tidak. Kumpulan terpasang Hot Spots dapat disebut sebagai lily-pad jaringan.
Mayoritas WAPs digunakan dalam jaringan nirkabel Home. [Kutipan diperlukan] Home jaringan umumnya hanya memiliki satu WAP untuk menghubungkan semua komputer di rumah. Kebanyakan adalah wireless router, yang berarti perangkat converged yang termasuk WAP, sebuah router, dan sering, sebuah ethernet switch. Di tempat-tempat di mana kebanyakan rumah-rumah mereka sendiri WAP dalam jangkauan dari tetangga 'WAP, mungkin untuk mengerti orang teknis untuk menonaktifkan mereka enkripsi dan mengkonfigurasi jaringan nirkabel masyarakat, menciptakan sebuah komunikasi intra-kota jaringan tanpa memerlukan kabel jaringan.
Sebuah WAP juga dapat bertindak sebagai jaringan arbitrator, negosiasi bila setiap klien dekat perangkat dapat mengirimkan. Namun, sebagian besar saat ini diinstal IEEE 802.11 jaringan tidak melaksanakan ini, didistribusikan menggunakan pseudo-acak algoritma disebut CSMA / CA instead.
Beberapa orang merancukan Poin Wireless Access dengan Wireless Ad-Hoc jaringan. Iklan-Hoc menggunakan jaringan hubungan antara dua atau lebih perangkat tanpa menggunakan jalur akses: perangkat berkomunikasi secara langsung. Iklan-Hoc adalah jaringan yang digunakan dalam situasi seperti pertukaran data yang cepat atau multiplayer game LAN karena lebih mudah diatur dan tidak memerlukan jalur akses. Karena peer-to-peer layout, Ad-Hoc yang mirip dengan koneksi Bluetooth dan yang umumnya tidak dianjurkan untuk instalasi permanen.
Akses internet melalui jaringan Ad-Hoc, menggunakan fitur-fitur seperti Windows' Internet Connection Sharing, dapat bekerja dengan baik dengan sejumlah perangkat yang dekat satu sama lain, tetapi jaringan Ad-Hoc tidak baik skala. Lalu lintas internet akan berjumpa dengan node langsung dengan koneksi internet, berpotensi congesting ini node. Untuk internet-enabled node, Akses Poin jelas memiliki keuntungan, yang dirancang untuk menangani beban ini.
Satu IEEE 802.11 WAP biasanya dapat berkomunikasi dengan 30 klien sistem terletak dalam radius dari 10.000 m. [kutipan diperlukan] Namun, sebenarnya berbagai komunikasi signifikan dapat bervariasi, tergantung pada variabel sebagai indoor atau outdoor penempatan, tinggi di atas tanah, dekat penghalang perangkat elektronik lainnya yang mungkin aktif mengganggu oleh penyiaran sinyal pada frekuensi yang sama, jenis antena, cuaca saat ini, operasi frekuensi radio dan kuasa output device.
Network designers can extend the range of WAPs through the use of repeaters and reflectors , which can bounce or amplify radio signals that ordinarily would go un-received. Jaringan desainer dapat memperluas jangkauan WAPs melalui penggunaan repeaters dan reflectors, atau mental yang dapat memperkuat sinyal radio yang biasa pergi un-diterima. In experimental conditions, wireless networking has operated over distances of several kilometers . Dalam kondisi eksperimental, jaringan nirkabel telah beroperasi lebih dari jarak beberapa kilometer.
Kebanyakan hanya memiliki yurisdiksi yang terbatas jumlah frekuensi hukum tersedia untuk digunakan oleh jaringan wireless. Biasanya, berdekatan WAPs akan menggunakan frekuensi yang berbeda untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka untuk menghindari gangguan antara dua sistem di dekatnya. Perangkat nirkabel dapat "mendengarkan" untuk lalu lintas data pada frekuensi lainnya, dan dapat dengan cepat beralih dari satu ke frekuensi yang lain untuk mencapai lebih baik penerimaan. However, the limited number of frequencies becomes problematic in crowded downtown areas with tall buildings using multiple WAPs. Namun, jumlah frekuensi menjadi problematis ramai di daerah kota dengan menggunakan beberapa bangunan tinggi WAPs. In such an environment, signal overlap becomes an issue causing interference, which results in signal dropage and data errors. Dalam lingkungan, tumpang tindih sinyal menjadi sebuah isu yang menyebabkan gangguan, yang menghasilkan sinyal dropage dan kesalahan data.
Satu IEEE 802.11 WAP biasanya dapat berkomunikasi dengan 30 klien sistem terletak dalam radius dari 10.000 m. [kutipan diperlukan] Namun, sebenarnya berbagai komunikasi signifikan dapat bervariasi, tergantung pada variabel sebagai indoor atau outdoor penempatan, tinggi di atas tanah, dekat penghalang , perangkat elektronik lainnya yang mungkin aktif mengganggu oleh penyiaran sinyal pada frekuensi yang sama, jenis antena, cuaca saat ini, operasi frekuensi radio dan kuasa output device. Jaringan desainer dapat memperluas jangkauan WAPs melalui penggunaan repeaters dan reflectors, atau mental yang dapat memperkuat sinyal radio yang biasa pergi un-diterima. Dalam kondisi eksperimental, jaringan nirkabel telah beroperasi lebih dari jarak beberapa kilometer.
Kebanyakan hanya memiliki yurisdiksi yang terbatas jumlah frekuensi hukum tersedia untuk digunakan oleh jaringan wireless. Biasanya, berdekatan WAPs akan menggunakan frekuensi yang berbeda untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka untuk menghindari gangguan antara dua sistem di dekatnya. Perangkat nirkabel dapat "mendengarkan" untuk lalu lintas data pada frekuensi lainnya, dan dapat dengan cepat beralih dari satu ke frekuensi yang lain untuk mencapai lebih baik penerimaan. Namun, jumlah frekuensi menjadi problematis ramai di daerah kota dengan menggunakan beberapa bangunan tinggi WAPs. Dalam lingkungan, tumpang tindih sinyal menjadi sebuah isu yang menyebabkan gangguan, yang menghasilkan sinyal dropage dan kesalahan data.
Lags jaringan nirkabel di belakang kabel jaringan dalam hal meningkatkan bandwidth dan throughput. Sementara (sampai dengan 2004) khas perangkat nirkabel untuk pasar konsumen dapat mencapai kecepatan 11 Mbit / s (megabits per detik) (IEEE 802.11b) atau 54 Mbit / s (IEEE 802.11a, IEEE 802.11g), kabel perangkat keras yang serupa biaya mencapai 1000 Mbit / s (Gigabit Ethernet). Satu halangan untuk meningkatkan kecepatan berasal dari komunikasi nirkabel Wi-Fi 's penggunaan bersama media komunikasi, sehingga WAP hanya dapat menggunakan agak kurang dari setengah sebenarnya over-the-air untuk menilai data throughput. Thus a typical 54 MBit/s wireless connection actually carries TCP/IP data at 20 to 25 Mbit/s. Oleh karena itu umumnya 54 MBit / s koneksi nirkabel sebenarnya membawa TCP / IP data pada 20 sampai 25 Mbit / s. Pengguna jaringan kabel legacy mengharapkan kecepatan lebih cepat, dan orang-orang yang menggunakan koneksi nirkabel keenly ingin melihat jaringan nirkabel mengejar ketinggalan.
Tahun 2007 sebagai sebuah standar baru untuk wireless, 802.11n sedang menunggu akhir sertifikasi dari IEEE. Standar baru ini beroperasi dengan kecepatan hingga 540 Mbit / s dan pada jarak lagi (~ 50 m) dibandingkan 802.11g. Penggunaan jaringan kabel warisan (khususnya dalam aplikasi konsumen) diharapkan [oleh siapa?] Menurun tajam sebagai Common 100 Mbit /s Kecepatan surpassed dan pengguna tidak perlu khawatir tentang menjalankan kawat untuk mencapai bandwidth tinggi.
Pada tahun 2008 berdasarkan rancangan 802.11n akses poin dan klien perangkat telah diambil yang adil porsi pasar tetapi melekat dengan masalah integrasi produk dari vendor yang berbeda.
Keamanan Wireless LAN
Akses nirkabel telah khusus keamanan pertimbangan. Banyak kabel jaringan dasar keamanan pada kontrol akses fisik, kepercayaan semua pengguna di jaringan lokal, tetapi jika jalur akses nirkabel yang terhubung ke jaringan, siapapun di jalan atau di kantor dapat menghubungkan tetangga.
Yang paling umum adalah solusi nirkabel enkripsi lalu lintas. Modern akses poin datang dengan enkripsi built-in. Generasi pertama skema enkripsi WEP membuktikan mudah retak, yang kedua dan ketiga generasi skema, WPA dan WPA2, dianggap aman jika cukup kuat sandi atau kata sandi yang digunakan.
Beberapa WAPs mendukung gaya hotspot menggunakan otentikasi Radius dan server otentikasi.
Sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_access_point