Nama Tempatan: Putat, Nama Saintifik: Barringtonia racemosa (L.) Spreng, Nama Lain: Putat kampung, putat ayam, lamog (Filipina), Famili: Lecythidaceae, Lokasi dijumpai : Tumbuhan liar.
Keterangan:
Putat merupakan tumbuhan yang biasa dijumpai tumbuh dikawasan tepi sungai atau berhampiran dengan kawasan yang berpaya/berawa. Ia merupakan sejenis pohon yang berukuran sederhana dan dapat mencapai ketinggian hingga 10 meter. Ia di jumpai tumbuh dikawasan asia tenggara dan kepulauan pasifik. Terdapat dua jenis putat yang selalunya dijadikan ulam oleh masyarakat melayu iaitu putat hijau dan putat merah. Daunnya hijau, bersih dan cenderung mengkilap, bertajuk rimbun dan rendah. Bunganya berwarna kemerahan, bergaris-tengah 2 cm, bersusun rapih dalam sebuah tandan yang bergelantungan. Daunnya juga agak berbeda dengan daun putat paya dengan warna daunnya hijau gelap yang berkilat. Bentuk buahnya juga berbeda. Walaupun habitat asalnya berhampiran dengan laut ia juga boleh ditanam dalam medium yang lain.
Kegunaan:
Ekstrak biji putat terbukti secara saintifik mempunyai sifat anti kanser. Di kerala India biji putat digunakan untuk merawat pelbagai penyakit yang menyerupai kanser (ketumbuhan). Selain dari pucuknya buahnya juga boleh dijadikan ulam. Di Lubai pohon putat dikenal dengan dua sebutan Putat Talang dan Putat Lebak yang tumbuhan didekat sungai Lubai. Ada juga putat yang dipanggil putat laut (Barringtonia asiatic) seperti namanya putat ini biasa dijumpai tumbuh berhampiran dengan pantai.
Catatan :
Penulis sangat suka memakan daun putat untuk dijadiakn ulam penyedap makan. Masyarakat Desa Jiwa Baru Lubai Kab. Muara Enim Sumataera Selatan, sangat senang makan daun muda Putat dalam bahasa Lubai Dahok Putat. Kakek Haji Hasan menanam Putat Talang dengan ketinggian pohon mencapai 25 Meter. Pohon itu ditanam pada lahan pertanian di desa Jiwa Baru Lubai.