Pendahuluan
Penulis terlahir dari seorang ibu bernama Nafisyah binti Wakif. Ibunda merupakan putri dari Kakek Wakif bin Kenarap dan Nenek Mastinah binti Kerio Rudin. Lahir di desa Kurungan Jiwa kabupaten Muara Enim. Makam ibunda Nafisyah terletak di Taman Pemakaman Umum Blok 7 Kampung Sawah Brebes Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandarlampung Provinsi Lampung. Beliau mempunyai saudara laki-laki yaitu : Muhammad Haris bin Wakif, Muhammad Daud bin Wakif, Muhammad Syukardien bin Wakif. Ibu juga mempunyai saudara perempuan yaitu : Daiha binti Wakif, Sa’iddah binti Wakif, Hildayah binti Wakif.
Riwayat pekerjaan
Pekerjaan ibunda Nafisyah semasa hidupnya adalah menjadi patner setia ayahanda. Selain menjadi pendamping setia ayahanda menjadi seorang petani, beliau mahir membuat kerajinan tas jinjing dari bahan rotan dalam bahasa Lubai disebut "sangkek uwi". Beliau juga merupakan seorang pedagang beras di Pasar Tugu Tanjungkarang Timur Kota Bandar Lampung. Dimasa senggangnya beliau membimbing anak-anak disekitar tempat tinggal kami, belajar membaca Al Qur’an.
Silsilah Ibunda : Nafisyah binti Wakif bin Kenaraf bin Kenancan
Kakek dari pihak Ibu
Penulis mempunyai Kakek dari pihak ibu bernama Wakif bin Kenaraf. Lahir di desa Kurungan Jiwa kabupaten Muara Enim. Makam kakek Wakif terletak Lahir di desa Kurungan Jiwa Kabupaten Muara Enim. Kakek Wakif mempunyai Saudara 2 (dua) laki-laki yaitu : Haji Abdur Rahim bin Kenaraf dan Haji Abdul Wahab bin Kenaraf. Beliau juga mempunyai saudara perempuan yaitu : Hajjah Siti Fatimah binti Kenaraf. Konon ceritanya saat saudara-saudara kakek Wakif menunai ibadah haji, beliau diberikan tugas untuk menjaga harta benda di Desa Kurungan Jiwa Lubai. Kakek Wakif dijanjikan akan berangkat naik haji tahun berikutnya. Namun sangat disayangkan sampai beliau wafat tidak sempat menunai rukun yang kelima ini.
Kakek Wakif bin Kenaraf semasa hidup mempunyai pekerjaan bertani karet. Pada zaman belanda keluarga kakek Wakif merupakan orang yang mempunyai tingkat perekonomian yang mapan. Harta peningalan kakek berupa tanah lahan pertanian luasnya mencapai ratusan hektar. Sebuah rumah peninggalannya sampai saat ini masih berdiri kokoh, ditengah-tengah desa Kurungan Jiwa Lubai. Letaknya sebelah rumah Kerio Sapuan. Dirumah kakek Wakif bin Kenaraf, Ibunda bersaudara lahir dan dibesarkan.
Silsilah Kakek dari Ibu sebagai berikut : Wakip bin Kenarap bin Kenantan.
Nenek dari pihak Ibu
Penulis mempunyai nenek dari pihak ibu bernama Mastinah binti Kerio Rudin *). Lahir di Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Makam nenek Mastinah terletak disamping makam kakek Wakif terletak Lahir di desa Kurungan Jiwa Kabupaten Muara Enim. Nenek Mastinah merupakan isteri kakek Wakif bin Kenaraf yang ketiga. Isteri kakek Wakif yang pertama dan kedua, meninggal dunia ketika usia muda belia. Nenek berdua ini, tidak mempunyai anak keturunan. Pekerjaan nenek Mastinah semasa hidup adalah menjadi pendamping setia Kaket Wakip mejadi petani karet yang sukses.
Silsilah Nenek dari Ibu sebagai berikut : Mastinah Binti Kerio Rudin
Catatan : *) Puyang Kerio Rudin merupakan salah satu yang pernah menjadi Kepala Desa Gunung Raja Lubai.