Nama lokal daera Lubai : Kabau. Nama Inggris : Hylocereus polyrhizus, Pitcairnia Kerajaan : Plantae (Plants / Piante), Subkerajaan: Tracheobionta (Vascular plants / Piante vascolari), Superdivisi : Spermatophyta (Benih tanaman / Piante con semi), Divisi : Magnoliophyta (berbunga tanaman / Piante con Fiori), Kelas : Liliopsida (Monocotyledons / Monocotiledoni) , Sub klas : Zingiberidae, Order: Bromeliales, Keluarga : Bromeliaceae, Genus : Pitcairnia L'Her.
Keterangan
Kabau adalah lalapan sejenis petai atau jering. Kabau berupa buah yang lonjong berwarna hijau dan berbentuk seperti kacang polong, tapi kalau dibelah kulitnya berjejer beberapa buah, berkulit hitam dan berdaging hijau di dalamnya. Biasanya, tanaman ini hidup di daerah tropis, dan termasuk tumbuhan liar yang tumbuh di hutan-hutan Sumatera. Buah ini berbau tidak sedap seperti jering dan petai, inilah yang menjadikan kabau sebagai sayuran yang dikonsumsi layaknya kedua tumbuhan tersebut.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kabau merupakan buah yang beraroma tidak sedap yang dapat dikonsumsi. Nama lain dari kabau adalah jering hutan atau jering tupai.
Kegunaan
Kabau dikonsumsi sebagai lalapan dan biasanya dikonsumsi dengan nasi yang bergulai santan, tempoyak, ataupun gulai khas Sumatera lainnya. Berdasarkan pengalaman yang ada, kabau memiliki zat kapur yang seperti dimiliki jering. Ini bisa mengakibatkan kaput, yang ditandai dengan susah buah air seni dan adanya zat seperti kapur yang keluar bersamaan dengan urin.
Catatan
Buah kabau di daerah Sumatera Selatan dijadikan sebagai lalap makan nasi. Di daerah Lubai buah Kabau biasanya selain dimakan langsung mentah-mentah, dapat juga digoreng. Buah Kabau goreng rasanya enak, seperti makan kacang tanah. Masyarakat Sumatera Selatan sebagian besar senang memakan buah Kabau.
Sumber : id.wikipedia dan sumber lainnya.