Inspirasi Kenangan

Definisi kenangan adalah memory yang tersimpan pada kita, yang dapat memvisualisasikan kita dengan kejadian pada masa lalu, atau kenangan adalah sebuah rangsangan yang memicu sebuah inplus memory masa lalu sehingga kita dapat memvisualisasinya kembali. Kenangan adalah peristiwa masa lalu, yang indah maupun yang suram, yang menyenangkan maupun yang menyedihkan; sangat berkesan dihati sehingga setiap saat otak kita dapat mengingat kembali peristiwa secara detil. ( Amarmakruf S. Lubai, 7 Oktober 2009).

 

Ketika sebuah kenangan kembali terbayang, apabila kenangan itu yang indah maka otak kita mengirimkan sinyal-sinyal positif yaitu rasa senang kepada hati kita, sehingga suasana gembira akan nampak pada diri kita. Namun jika sebuah kenangan yang suram sangat menyedihkan yang teringat, maka otak kita akan mengirimkan sinyal-sinyal negatif yaitu perasaan duka, sehingga suasana sedih akan nampak pada diri kita.  Sebuah kenangan sedih dapat menciptakan sebuah trauma negatif.

 

Memang kenangan dan kemampuan kita berpikir tidak bisa dilepaskan keterkaitannya sebab system pola pikir kita termasuk dari timbunan kenangan kita, oleh sebab itu kita perlu menyusun atau mempolakan sistematis dari memori otak kita. Mengapa kita perlu menata kembali memori otak kita?. Karena dengan menata ulang kearsipan memory kita, maka kita dapat mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan kita berbuat begini dan begitu dan kita siap menghadapi kemungkinan yang terjadi akibat dari sebuah pengalaman masa silam.

 

Cara cara menata kearsipan memori di otak kita adalah mengiat–ingat peristiwa silam di memory kita, kemudian kita juga harus mengingat semua perbuatan dan hasil hasilnya. Semua peristiwa dalam perjalanan hidup kita : kenangan yang indah dan kenangan yang menyedihkan kita rekam kembali dan kemudian arsipkan sesuai denga kemampuan sel-sel otak kita.

 

Kenangan yang baik atau yang buruk, harus kita pandang sebagai “pembelajaran” untuk memperbaiki kesalahan dan pendewasaan pola pikir kita, sehingga kita bisa terbebas dari masalah trauma. Sebab inti dari sebuah kedewasaan ditentukan dari bagaimana kita bersikap atas semua kejadian  yang terjadi. Ketika kita bisa bersikap proporsional dari rangkuman kenangan dari perjalanan hidup kita, maka dapat bertindak dewasa.