Kayu Lubai maksudnya pohon-pohon yang banyak tumbuh di kecamatan Lubai kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan.
1. Kayu Keremunting tumbuhan ini banyak tumbuh di dataran kering tanah yang berpasirkawasan belukar di Kecamatan Lubai. Keremunting menghasilkan buah yang sangat manis bisa diolah menjadi makanan dan minuman, Sentra dari pengerajin makanan dari bahan baku buah keremunting di Lubai belum kita ketemukan. Masyarakat disini lebih senang menjadi petani Karet daripada menjadi petani lainnya.
2. Kayu Pelawan merupakan tumbuhan kayu keras masyarakat yang bermukiman di Lubai biasanya menggunakan tumbuhan ini untuk bahan kayu bakar sebab arang dan api yang dihasilkan sangat bagus, tapi yang lebih penting tumbuhan kayu Pelawan ini mempunyai bunga untuk lebah madu sehingga madu yang dihasilkan dari bunga Pelawan ini mempunyai rasa tersendiri dan ini sangat khas.
3. Kayu Simpoh dalam bahasa Bahasa Bangka Simpor banyak dijumpai di dataran basah akar dari tumbuhan ini sebagai penyangga dari aliran air disungai-sungai kecil. Tumbuhan Simpoh mempunyai karakter daun yang lebar serta bunga yang besar berwarna kuning dan sangat indah, Daun dari tumbuhan ini biasanya di jual masyarakat ke pasar sebagai pembungkus bumbu dapur tumbuhan ini juga bisa dijadikan tanaman hias perkarangan sebab kumbang dan kupu-kupu sangat menyukai bunga Simpoh. Jika dipopulerkan tanaman ini akan mempunyai nilai komoditi yang bagus sebagai tanaman hias dari Kecamatan Lubai. Tumbuhan Simpoh ini mempunyai dua jenis biasanya jenis yang satunya sangat langkah masyarakat menamakan Simpoh laki. Tumbuhan ini juga berdaun lebar namun tidak mempunyai cabang. Apabila masyarakat menemukan tumbuhan Simpoh laki, biasanya akan disimpan dirumah sebagai pengusir balak atau menjadikan gagang parang sebab masyarakat percaya tumbuhan Simpoh laki ini mempunayai kekuatan magis.
4. Kayu Hukam atau Rukam, Family Flacourtiaceae. Buah rukam yang matang dapat dimakan dalam keadaan segar; sebelum dimakan sebaiknya dipijit-pijit dahulu dengan jari, sebab dengan cara ini rasa sepet daging buahnya akan hilang. Buah rukam dapat pula dibuat rujak dan asinan, atau dicampur gula dijadikan selai atau permen. Daun mudanya dapat dimakan mentah sebagai lalap. Buah mudanya digunakan dalam ramuan obat tradisional untuk mengobati diare dan disentri. Air perasan daunnya dipakai untuk mengobati kelopak mata yang bengkak. Di Filipina, seduhan akar rukam diminum oleh wanita yang baru saja melahirkan. Kayu rukam keras dan kuat, dapat digunakan untuk membuat perabot rumah tangga, seperti alu dan mebel.
5. Kayu Cengal, Neobalanocarpus Heimii ialah sejenis pohon kayu keras yang dapat popular di masyarakat lubai. Kawasan taburan semula jadi kawsan pohon ini di Semenanjung Malaysia, Singapura dan selatan Thailand. Pohon Cengal menghasilkan kayu terbaik dan mencapai harga tertinggi di pasaran jika dibandingkan dengan jenis kayu lain dan tergolong dalam keluarga 'Dipterocarpacease' iaitu sejenis pokok menghasilkan buah yang mempunyai sepasang sayap serta mengeluarkan resin atau damar. Ketahanan kayu itu disebabkan terdapat sejenis bahan awet semula jadi yang melindungi kayu teras. Kayu gubal, teras serta kulit pokok cengal mempunyai sejenis damar yang dikenali sebagai damar penak dan boleh digunakan dalam pembuatan varnis.
6. Kayu Petaleng tumbuhan ini banyak tumbuh di Hutan Lubai. Nenek Moyang orang Desa Jiwa Baru Lubai, mengabadikan nama kawasan hutan larangan dengan nama ini Himbe Petaling.
7. Kayu Tehap dalam bahasa Lubai atau terap, kurang menyebar luas di Daerah Lubai dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan kayu ini dianggap sebagian besar masyarakat Lubai tidak memperhatikan nilai ekonomi yang terkandung pada pohon Terap. Terap lebih dikenal di Filipina, masyarakat disana membudidayakan secara luas (misalnya di Mindoro, Mindanao, Basilan dan Sulu), Borneo bagian utara (Brunei, Sabah, Serawak, dan juga Kalimantan Timur) dan Thailand. Asal-usulnya diperkirakan dari bagian utara Borneo, di mana ditemukan jenis liarnya di alam. Terap juga dibudidayakan di Queensland, Australia.Pengecualian: Jenis pohon terap ini tidak sama dengan pohon benda atau bendo (Artocarpus elasticus), yang juga disebut terap (di Serawak) atau teureup (di Jawa Barat).
Nama Terap atau Tehap diabadikan oleh nenek moyangku untuk sebuah nama danau yaitu Danau Tehap terletak di Muara Pegang, Desa Jiwa Baru Kec. Lubai Kab. Muara Enim Prov. Sumatera Selatan.