Pandan wangi (atau biasa disebut pandan saja) adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Tumbuhan ini mudah dijumpai di pekarangan atau tumbuh liar di tepi-tepi selokan yang teduh. Akarnya besar dan memiliki akar tunjang yang menopang tumbuhan ini bila telah cukup besar. Daunnya memanjang seperti daun palem dan tersusun secara roset yang rapat, panjangnya dapat mencapai 60cm. Beberapa varietas memiliki tepi daun yang bergerigi.
Keterangan
Pandan adalah genus monokotil dengan sekitar 600 spesies yang dikenal. Tanaman bervariasi dalam ukuran dari semak-semak kecil kurang dari 1 meter (3.3 kaki), sampai pohon berukuran sedang 20 meter (66 kaki), biasanya dengan kanopi yang luas dan tingkat pertumbuhan moderat. Bagasi yang gemuk, lebar bercabang, dan dikelilingi dengan banyak daun bekas luka. Mereka umumnya memiliki banyak akar prop tebal dekat dasar, yang memberikan dukungan sebagai pohon tumbuh dengan berat di bagian atas daun, buah, dan cabang. Daunnya berbentuk tali, bervariasi antara spesies dari 30 sentimeter (12 in) sampai dengan 2 meter (6.6 kaki) atau lebih panjang, dan dari 1,5 cm (0,59 in) sampai dengan 10 cm (3,9 in) luas.
Mereka dioecious, dengan laki-laki dan perempuan bunga yang dihasilkan pada tanaman yang berbeda. Bunga-bunga pohon laki-laki adalah 2-3 cm (0,79-1,2 in) panjang dan wangi, dikelilingi oleh sempit, bracts putih. Pohon betina menghasilkan bunga dengan buah-buahan yang bulat juga Daun pelindung-terkepung. Buah bundar, 10-20 cm (3,9-7,9 inci) dalam diameter, dan memiliki banyak prisma-seperti bagian, menyerupai buah nanas. Biasanya, buah berubah dari hijau menjadi oranye atau merah terang saat matang. Buah dari beberapa spesies yang dapat dimakan. Pandan buah yang dimakan oleh hewan termasuk kelelawar, tikus, kepiting, gajah dan kadal, tetapi sebagian besar spesies yang tersebar
Kegunaan
Daun tumbuhan merupakan komponen cukup penting dalam tradisi boga Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya sebagai pewangi makanan karena aroma yang dihasilkannya. Daun pandan biasa dilibatkan dalam pembuatan kue atau masakan lain seperti kolak dan bubur kacang hijau. Sewaktu menanak nasi, daun pandan juga kerap diletakkan di sela-sela nasi dengan maksud nasi menjadi beraroma harum.
Aroma harum yang khas ini terasa kuat ketika daunnya masih cukup segar atau agak kering. Selain sebagai pengharum kue, daun pandan juga dipakai sebagai sumber warna hijau bagi makanan (selain daun suji), sebagai komponen hiasan penyajian makanan, dan juga sebagai bagian dalam rangkaian bunga di pesta perkawinan (dironce) untuk mengharumkan ruangan. Daun pandan biasa dilibatkan dalam pembuatan kue-kue atau masakan lain seperti kolak dan bubur kacang hijau. Sewaktu menanak nasi, daun pandan juga kerap diletakkan di sela-sela nasi dengan maksud nasi menjadi beraroma harum. Dalam sejumlah resep masakan berbahasa Inggris, daun pandan kadang-kadang disebut sebagai "screwpine leaf".