Pendahuluan
Tinjauan Hard Skill dan Soft Skill untuk masyarakat Lubai. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji keterampilan masyarakat Lubai, secara fisik dan kepribadian. Keterampil an fisik dalam bahasa Lubai ”pacak belakun” dan keterampilan kepribadian dalam bahasa Lubai ”ilok laku”.
Kepacakan belakun
Definisi Kepacakan belakun dalam bahasa Inggris ”Hard skill” adalah merupakan kemampuan seseorang dilihat dari kemampuan secara teknikal, seperti mengoperasikan komputer, membuat laporan yang mudah dipahami, dan sebagainya. Intinya sangat bergantung ke teknikal yang biasa diperoleh dari proses belajar-mengajar. Kepacakan ini mempunyai peran/bagian yang cukup kecil dari kompetensi seseorang, atau dikatakan hard skill adalah minimal requirement skill yang harus dimiliki seorang individu.
Contoh yang diambil penulis adalah kesuksesan petani Karet di Desa Jiwa Baru Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Para petani Karet di desa Jiwa Baru banyak yang meraih sukses dari hasil pertaniannya. Mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya hasil dari bertani Karet dalam bahasa Lubai bekebon Balam. Kesuksesan petani Karet dengan kasat mata dapat kita lihat seperti, dapat menyekolahkan anaknya sampai menjadi Sarjana, dapat membeli kendaraan roda roda, kendaraan roda empat, kendaraan roda enam dan ada yang menjadi keagenan Getah Karet dalam bahasa Lubai disebut ”Tukeh Balam”.
Secara Kepacakan belakun atau ”Hard skill” petani Karet di Desa ini tidak ada perbedaan yang signifikan antara yang satu dengan yang lainnya. Pola bercocok tanam Karet, pola pemeliharaan tanaman Karet, pola panen getah Karet dalam bahasa Lubai ”Nakok Balam” antara petani yang sukses ataupun yang gagal tidak ada hal yang berbeda.
Seseorang petani berlatar belakang hanya tamat Sekolah Dasar akan menanam, memelihara, panen getah Karet akan sama dengan seorang petani yang mempunyai latar belakang Sarjana Pertanian. Karena kegiatan-kegiatan ini, dapat dipelajari dan dilihat dengan mata telanjang.
Pertanyaan : Mengapa latar belakang pendidikan formal yang berbeda dapat menghasil kan pola bertani Karet yang sama? Jawaban : Karena Kepacakan belakun atau ”Hard skill” petani Karet mudah untuk dipelajari dan dipraktekkan. Pertanyaan : Mengapa petani Karet dengan keterampilan ”Kepacakan belakun” yang sama, akan tetapi mendapatkan hasil yang berbeda? Jawaban : Karena ”Kepacakan belakun” hanya 20% menentukan kesuksesan seseorang petani Karet.
Kelakuan ilok
Definisi Kelakuan ilok dalam bahasa Inggris ”Soft Skill” adalah merupakan kemampuan seorang individu yang cenderung ke sikap, atitude, perbuatan, pelayanan dan sebagainya. Rupanya Kelakuan ilok ini merupakan bagian yang superior dalam kompetensi tiap individu. Hal inilah yang bisa membuat orang bisa meloncat lebih tinggi dalam bidang apapun.
Contoh yang diambil penulis adalah kesuksesan petani Karet di Desa Jiwa Baru Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Para petani Karet di desa Jiwa Baru banyak yang meraih sukses dari hasil pertaniannya. Berdasarkan pengamatan penulis pada bulan Juli tahun 2008, tingkat kesejahteraan keluarga petani Karet di Desa Jiwa Baru Lubai, ternyata hanya 10% dari seluruh Petani Karet yang srata ekonomi kelas Menengah. Sisanya sebanyak 90% petani Karet di desa ini, srata ekonominya kelas Bawah atau kaum marginal.
Seseorang untuk menjadi petani Karet yang sukses, dengan parameternya mencapai tingkat ekonomi kelas Menengah, ternyata tidak dapat hanya mengandalkan keterampilan Kepacakan belakun”Hard skill” saja, melainkan harus didukung oleh Kelakuan ilok ”Soft skill” yang dimilikinya. Kelakuan ilok tidak mudah untuk dipelajari dan dipraktek kan. Karena hal ini merupakan karakter seseorang yang harus dibangun bertahun-tahun.
Pertanyaan : Mengapa pola bertani Karet yang sama, hasil kesuksesan yang dicapai berbeda? Jawabannya karena untuk mencapai kesuksesan tidak hanya mengandal pola bertani saja, melainkan ditentukan oleh penggolaan keuangan pasca panen Getah Karet. Kemampuan untuk mengelolaan keuangan dan berbagai hal lainya adalah Soft Skill. Mengapa kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh Soft Skill yaitu sebesar 80%? Jawabannya karena Soft Skill seorang petani Karet adalah sangat menentukan dari semua aktivitas soerang petani Karet. Soft Skill seorang petani Karet yang ingin sukses meningkatakan kesejahtera an keluarganya sebagai berikut : sikapnya terhadap profesi ini harus menjadi kebanggaan, atitudenya harus menyatukan dengan profesinya, perbuatannya tidak bertentangan dengan alam dan lingkungan, pelayanan terhadap karyawannya penampas Getah Karet harus baik.