Selamat datang di Ruang SKI MA ARIFAH
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, asosiasi, dan mengkomunikasikan, peserta didik mampu :
· memahami materi tentang Kerajaan Islam di Sumatra, dan Kerajaan Islam di Jawa dengan baik;
· menyimpulkan materi tentang Kerajaan Islam di Sumatra, dan Kerajaan Islam di Jawa dengan baik;
· mengomunikasikan materi tentang Kerajaan Islam di Sumatra, dan Kerajaan Islam di Jawa dengan baik;
Kerajaan Islam di Jawa
1. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak diakui sebagai kerajaan Islam
pertama di Jawa. Kerajaan Demak didirikan oleh
Raden Fatah (1500-1518 M). Mulanya, ia adalah
seorang adipati di Bintoro, Demak. Raden Fatah
secara terang-terangan memutuskan ikatan dengan
Majapahit, yang kala itu tengah mengalami masa kemunduran. Dan atas prakarsa para wali, Ia mendirikan kerajaan Islam yang beribu
kota Demak, sehingga lebih dikenal dengan Kerajaan Demak. Kesuksesan Kerajaan
Demak lepas dari kekuasan Majapahit yang sedang mengalami konflik internal
kekuasaan. Perang saudara yang dikenal dengan Perang Paregreg yang sangat memperlemah kekuatan Majapahit Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Trenggono.
Kerajaan Demak berhasil memainkan peran strategis sebagai basis penyebaran Islam
di Jawa pada abad ke-16. Daerah kekuasaan Kerajaan Demak meliputi pesisir pantai
utara Jawa. Pengaruhnya bahkan melampaui beberapa wilayah di luar Pulau Jawa.
Menurut catatan laporan perjalanan Portugis yang ditulis oleh Loaisa di tahun
1535, di antara kerajaan Islam di Nusantara, Kerajaan Demak dianggap paling kuat
dan terus-menerus melancarkan serangan pada kekuasaan Portugis. Serangan Adipati
Jepara Pati Unus yang waktu itu sudah menjadi bagian dari Kerajaan Demak ke
markas Portugis di Malaka pada tahun 1512-1513 M menunjukkan Demak sebagai
kekuatan yang disegani dan diperhitungkan.
2. Kerajaan Pajang
Jaka Tingkir, adalah sultan dan raja pertama Kerajaan Pajang yang merupakan
kelanjutan dari karajaan Demak. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya, setelah
mangkat diganti oleh menantunya Arya Panggiri yang juga anak asuhan dari
Prawoto. Namun putera Sultan Hadiwijaya yaitu Pangeran Benawa ingin menguasai
dan tidak punya kemampuan untuk melawan Arya Panggiri, ia meminta bantuan
Panembahan Senopati Penguasa Mataram untuk mengusir Arya Panggiri dan
berhasil, dan akhirnya sejak itulah kerajaan Pajang dibawah kekuasaan Mataram.
Perkembangannya selanjutnya, karena pada masa Sultan Agung bermaksud
memberontak, maka penguasa Mataram menghancurkannya, dan berakhirlah
kekuasaan Pajang pada tahun 1618 M.