Selamat datang di Ruang SKI MA ARIFAH
Kemajuan Peradaan Islam Masa Daulah Mughal
1. Bidang Politik dan Administrasi Pemerintahan
Akbar menerapkan politik toleransi sulakhul (universal). Dengan politik ini,
semua rakyat India dipandang sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis
dan agama. Politik ini dinilai sebagai model toleransi yang pernah dipraktekkan oleh
penguasa Islam. Pada Masa Akbar terbentuk landasan institusional dan geografis
bagi kekuatan imperiumnya yang dijalankan oleh elit militer dan politik yang pada
umumnya terdiri dari pembesar-pembesar Afghan, Iran, Turki, dan Muslim Asli India.
2. Bidang Ekonomi
Terbentuknya sistem pemberian pinjaman bagi usaha pertanian. Adanya
sistem pemerintahan lokal yang digunakan untuk mengumpulkan hasil pertanian dan
melindungi petani. Setiap perkampungan petani dikepalai oleh seorang pejabat lokal,
yang dinamakan muqaddam atau patel, kedudukan yang dimilikinya dapat
diwariskan, bertanggungjawab kepada atasannya untuk menyetorkan penghasilan
dan menghindarkan tindak kejahatan. Kaum petani dilindungi hak pemilikan atas
tanah dan hak mewariskannya, tetapi mereka juga terikat terhadapnya
Perdagangan dan pengolahan industri pertanian mulai berkembang. Pada
masa Akbar konsesi perdagangan diberikan kepada The British East India Company
(EIC) yaitu Perusahaan Inggris-India Timur untuk menjalankan usaha perdagangan
di India sejak tahun 1600 M. Mereka mengekspor katun dan busa sutera India,
bahanbaku sutera, sendawa, nila dan rempah dan mengimpor perak dan jenis logam
lainnya dalam jumlah yang besar.
3. Bidang Agama
Pada masa Akbar, perkembangan agama Islam di Kerajaan Mughal mencapai
suatu fase yang menarik, di mana pada masa itu Akbar memproklamasikan sebuah
cara baru dalam beragama, yaitu konsep Din-Ilahi. Karena aliran ini Akbar
mendapat kritik dari berbagai lapisan umat Islam. Bahkan Akbar dituduh membuat
agama baru. Pada prakteknya, Din-Ilahi bukan sebuah ajaran tentang agama Islam.
Namun konsepsi itu merupakan upaya mempersatukan umat-umat beragama di
India.
Perbedaan kasta di India membawa keuntungan terhadap pengembangan
Islam, seperti pada daerah Benggal, Islam langsung disambut dengan tangan terbuka
oleh penduduk terutama dari kasta rendah yang merasa disia-siakan dan dikutuk oleh golongan Arya Hindu yang angkuh. Pengaruh Parsi sangat kuat, hal itu terlihat
dengan digunakanya bahasa Persia menjadi bahasa resmi Mughal dan bahasa
dakwah, oleh sebab itu percampuran budaya Persia dengan budaya India dan Islam
melahirkan budaya Islam India yang dikembangkan oleh Daulah Mughal.
4. Bidang Seni dan Budaya
Munculnya beberapa karya sastra tinggi seperti Padmavat yang mengandung
pesan kebajikan manusia gubahan Muhammad Jayazi, seorang penyair istana. Abu
Fadhl menulis Akbar Nameh dan Aini Akbari yang berisi sejarah Mughal dan
pemimpinnya. Daulah Mughal termasuk sukses dalam bidang arsitektur. Taj mahal
di Agra merupakan puncak karya arsitektur pada masanya, diikuti oleh Istana Fatpur
Sikri peninggalan Akbar dan Mesjid Raya Delhi di Lahore. Bidang ilmu pengetahuan tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan daulahdaulah
sebelumnya. Yang lebih maju justru bidang seni syair dan seni arsitektur.
Berbagai bangunan monumental masih bisa disaksikan hingga sekarang, di antaranya:
1. Benteng Agra atau Agra Fort.
2. Benteng Merah atau Red Fort
3. Taj Mahal.
4. Jama Masjid.
Mari sama-sama kita simak video berikut