Selamat datang di Ruang SKI MA ARIFAH
Teladan Spiritual dan Intelektual
Walisanga memberikan peranan yang sangat besar terhadap perkembangan dan
penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa. Mereka mempunyai
kemampuan spiritual dan juga intelektual yang mumpuni, hal tersebut tercermin dari
karya-karya mereka dalam menciptakan lagu, cerita wayang, dan simbol-simbol
agama lain yang mengandung ajaran-ajaran Islam. Selain ahli dalam bidang
keagamaan, kesenian maupun teknologi juga ahli tatanegara. Raden Patah
menjadikan Sunan Kalijaga sebagai penasehat kerajaan, ia menjadi tempat bertanya
bagi raja, terutama dalam masalah-masalah keagamaan maupun politik. Bahkan di antara mereka ada yang mendirikan kerajaan dan bahkan menjadi raja pertamanya,
seperti Sunan Gunung Jati.
Dalam menjalankan dakwah di Jawa, para walisanga lebih mengedepankan
kearifan lokal dalam menyikapi persoalan yang berkaitan dengan perbedaan antara
ajaran Islam dengan tradisi setempat. Sebagai seorang sufi, para wali bersikap toleran
dalam menjalankan dakwah. Bahkan tidak jarang, seni dan tradisi setempat dijadikan
media dakwah untuk menarik masyarakat masuk Islam. Memahami dan menghayati
biografi, sejarah, perjuangan, dan peranannya dalam mengembangkan Islam di
Indonesia, maka dapat diambil hikmah dan pelajaran untuk dijadikan teladan. 1. Semangat yang sangat tinggi dalam mengembangkan ajaran Islam di Indonesia.
2. Sikap keikhlasan para wali yang mewarnai perjuangannya tanpa pamrih, bahkan
berani berkorban demi umat.
3. Sikap keberanian para wali dalam melindungi dan mempertahankan wilayah
Islam dari penjajahan asing.
4. Semangat spiritual para wali tidak pernah putus, hubungan dekat dengan Allah
Swt. sangat menentukan keberhasilan dakwahnya.
5. Kemampuan para wali dalam melihat situasi umat, dan cepat menemukan solusi
tepat untuk kemajuan dakwah Islam. Pemilihan metode dakwah yang tepat,
kreatif, dan persuasif, yang membuahkan hasil maksimal.
6. Cara dakwah Sunan Muria dengan mencari daerah-daerah pedalaman dan desadesa
terpencil sangat penting ditiru agar tidak didahului dakwah umat lain.
7. Sikap solidaritas dan kepedulian sosial para wali yang tinggi terhadap nasib
rakyat untuk membantu dan menyantuninya.
8. Sikap para wali menjalin hubungan dengan penguasa dan para raja sangat
membantu keberhasilan dakwah.
9. Adanya jadwal pembagian wilayah dakwah agar Islam tersebar merata keseluruh wilayah Indonesia.