Selamat datang di Ruang SKI MA ARIFAH
PENAKLUKAN KOTA MAKKAH (FATHU MAKKAH)
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menganalisis sebab-sebab terjadinya peristiwa Fathu Makkah
2. Peserta didik dapat menafsirkan nilai-nilai perdamaian yang terkandung dalam
peristiwa Fathu Makkah
3. Peserta didik dapat menentukan beberapa prilaku mulia Rasulullah Saw yang muncul
dalam Peristiwa Fathu Makkah
4. Peserta didik dapat mendeskripsikan terjadinya peristiwa Haji Wada‟
5. Peserta didik dapat menganalisis peristiwa Haji Wada‟
Sebab-sebab Terjadinya Fathu Makkah
Tidak lama setelah perjanjian Hudaibiyah, suku Bani Bakr manyatakan diri
kesetiaanya kepada kafir Quraisy dan suku Khuza‟ah menyatakan diri bergabung dengan
kaum muslimin di Madinah. Dua tahun setelah itu, suku Bani Bakr dibantu kafir Quraisy
melakukan serangan dan pembantaian kepada suku Khuza‟ah.
Peristiwa ini jelas menodai perjanjian yang telah disepakati bersama, untuk itu
sekitar 40 orang perwakilan suku Khuzaah mengadukan peristiwa tersebut kepada
Rasulullah Saw dan meminta bantuan pasukan untuk menyerang Bani Bakr. Tetapi
permohonan ini tidak begitu saja disetujui oleh Rasulullah Saw dan meminta mereka
menunggu saat yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Selang beberapa waktu, Rasulullah Saw mengirimkan utusan kepada kaum kafir
Quraisy dengan membawa misi perdamaian, dan mengajukan beberapa usulan sebagai
berikut :
1. Orang Quraisy harus menghentikan persekutuan dengan Bani Bakr, atau,
2. Orang Quraisy harus mengganti kerugian atas jatuhnya korban dari suku Khuza`ah,
atau,
3. Orang Quraisy harus menyatakan pembatalan terhadap Perjanjian Hudaibiyah.
Dari ketiga usulan tersebut, kafir Quraisy memilih alternatif ketiga, yaitu
menyetujui pembatalan Perjanjian Hudaibiyah. Kenyataan ini membuat tidak ada pilihan
lain bagi Rasulullah Saw selain mempersiapkan pasukannya untuk melawan kafir
Quraisy. Untuk itu Rasulullah Saw menyiapkan pasukan paling besar sepanjang sejarah.
Melihat keseriusan Rasulullah Saw dengan kesiapan pasukannya, Abu Sufyan merasa
menyesal dengan menyepakati pembatalan Perjanjian Hudaibiyah.
Dalam waktu yang singkat, Rasulullah Saw berhasil mengumpulkan 10.000
pasukan yang siap bergerak menuju Makkah. Rasulullah Saw merahasiakan semua
rencana tersebut, tetapi berhasil diketahui oleh kaum kafir Quraisy di Makkah. Berita itu
tersebar ketika salah seorang Muhajirin bernama Hatib bin Abi Baltha‟ah mengirimkan
kabar kepada keluarganya yang berada di Makkah melalui surat yang dibawa oleh
seorang budak bernama Sarah.
Hatib adalah seorang yang sangat setia kepada Rasulullah Saw, akan tetapi
nalurinya berbicara dan merasa kasihan terhadap sanak saudaranya di Makkah. Selain itu
ia juga tidak mau melihat Makkah sebagai kota kelahiran Islam hancur ditangan umatnya
sendiri. Alasan inilah yang membuat Rasulullah Saw dan umat Islam memaafkan
kesalahannya.
Tujuan Rasulullah Saw mengumpulkan pasukan bukanlah untuk memerangi kafir
Quraisy, tetapi untuk menakut-nakuti mereka, memberikan peringatan dan penjelasan
kepada kafir Quraisy bahwa kini Islam telah mengalami perkembangan yang sangat
pesat dengan kekuatan pasukan yang sangat besar. Kedatangan kaum muslimin ke
Makkah membawa misi Islam yang sebenarnya.
Rasulullah Saw membagi pasukannya menjadi empat bagian, Utara, Selatan, Barat
dan Timur, sehingga kota Makkah terkepung dari empat penjuru. Masing-masing
pasukan memasuki kota Makkah mengikuti petunjuk Rasulullah Saw. Hal ini
menyebabkan orang-orang kafir Quraisy tidak mampu melawan kekuatan umat Islam
yang sangat besar tersebut.
Strategi yang digunakan Rasulullah Saw dalam memasuki kota Makkah dengan
cara-cara damai membuat simpati orang-orang Quraisy. Apalagi selama dalam
perjalanan, pasukan kaum muslimin selalu mengumandangkan Takbir dan Tahmid yang
membuat gentar seluruh penduduk Makkah.