Selamat datang di Ruang SKI MA ARIFAH
Pemikiran Tokoh-tokoh Pembaruan Dalam Islam
1. Muhamamd Ali Pasha (1765-1849 M)
MuhammadAli Pasha melakukan pembenahan ekonomi dan militer di Mesir.
Atas saran para penasihatnya, ia juga melakukan program pengiriman tentara untuk
belajar di Eropa. Pemerintahan Muhammad Ali Pasha menandai permulaan
diferensiasi yang sebenarnya antara struktur politik dan ke agamaan di
Mesir.Muhammad Ali berkuasa penuh. Ia telah menjadi wakil Sultan dengan resmi di Mesir dan rakyat sendiri tidak mempunyai organisasi dan kekuatan untuk menentang kekuasannya
Beberapa pembaruan yang dilakukan Muhammad Ali Pasha:
a. Dalam Bidang Militer
Setelah Perancis dapat diusir Inggris pada tahun 1802 M, Muhammad Ali
Pasha mengundang Save, seorang perwira tinggi Perancis untuk melatih tentara
Mesir.
Pada tahun 1815 M untuk pertama kalinya Mesir mendirikan Sekolah
Militer yang sebagian besar instrukturnya didatangkan dari Eropa. Tidak hanya
itu, namun ia juga banyak mengimpor persenjataan buatan Eropa seperti buatan
Jerman atau Inggris. Terinspirasi oleh pelatihan militer bangsa Eropa,
Muhammad Ali Pasha kemudian melatih militernya berdasarkan Nidzam al-
Jadidatau bisa disebut dengan peraturan baru. Tentara Mesir diatur dengan
disiplin dan mulai memperkuatkannya dengan menjadikan para petani luar daerah
untuk mengikuti wajib militer. Upaya itu ternyata cukup berhasil untuk
menjadikan kekuatan militer Mesir semakin berkembang.
b. Bidang Ekonomi dan Sosial
Muhammad Ali Pasha sangat memahami bahwa di belakang kekuatan
militer mesti harus ada kekuatan ekonomi yang sanggup membiayaipembaruan di
bidang militer dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan militer. Jadi dua hal
yang penting baginya, kemajuan ekonomi dan kekuatan militer, dan dua hal ini
menghendaki pengetahuan atau ilmu-ilmu modern.
Untuk meningkatkan perkembangan ekonomi Muhammad Ali Pasha juga
membangun sistem irigasi, sehingga hasil pertanian menjadi lebih baik. Mesir
adalah negara yang tergantung dari pertanian oleh karena itu di samping
memperbaiki irigasi lama ia juga mengandalkan irigasi baru, memasukkan
penanaman kapas dari India dan Sudan.
Usaha Muhammad Ali Pasha yang hebat adalah menyelesaikan
pembangunan sebuah terusan kuno yang menghubungkan antara Alexandria
dengan sungai Nil. Menurut beberapa sumber, upaya tersebut diawali dengan
penggalian yang mengerahkan kurang lebih 100.000 petani Mesir. Dari hal
tersebut meningkat pulalah pusat irigasi dari tahun 1813-1830 M hingga 18%.
c. Dalam Bidang Pendidikan
Muhammad Ali Pasha menaruh perhatian besar pada perkembangan ilmu
pengetahuan. Hal ini terbukti dengan dibentuknya kementerian pendidikan.Setelah itu didirikan Sekolah Militer tahun 1815 M, Sekolah Teknik tahun 1816
M, Sekolah Kedokteran tahun 1827 M, Sekolah Pertanian dan Apoteker tahun
1829 M, Sekolah Pertambangan tahun 1834 M dan Sekolah Penerjemah tahun
1839 M.Selain itu, ia juga banyak mengirim pelajar ke Perancis untuk belajar
pengetahuan berupa sains dan teknologi Barat di Perancis.
2. Jamaluddin Al-Afghani
Kembalinya Jamaluddin Al-Afghanike India untuk kedua kalinya setelah
pergi meninggalkan Mesir karena ketidaksenangan Inggris yang telah menghasut
kaum teolog untuk melawan Jamaluddin Al-Afghaniatas kegiatan-kegiatannya yang
menyebabkan banyaknya orang Kristen yang masuk Islam. Di sini, Al-
Afghanimenuliskan risalah yang sangat terkenal,Risalah fi Ar-Radd al-
Masihiyah(Pembuktian Kesalahan Kaum Materialis), risalah ini menimbulkan gejolak besar kalangan materialis
Dalam buku Prof. Ahmad Amin dari Kairo yang berjudul Zuma al-Islah, para
penulisnya sepakat bahwa Al-Afghani memiliki dua tujuan yang jelas dan pokok
yang menggarisbawahi misinya yang besar :
a. Mengisi semangat baru di Timur sehingga ia menghidupkan kembali kebudayaan,
ilmu pengetahuan, pendidikan, kebersihan agamanya yang kaya, sehingga
membebaskan kepercayaannya dari dunia mistik, dan menjernihkan moralnya
dari apa yang telah terkumpul di sekitar mereka dan kemudian kembali kepada
kekuasaan dan landasan yang pernah mereka pegang dan miliki.
b. Melawan dominasi asing (Imperialisme Barat) sehingga negara-negara Timur
dikembalikan kepada kemerdekaannya, yang diperkuat oleh ikatan kebersamaan
untuk menghalau bahaya yang datang dari bangsa Barat.
Sebagian ide dan pemikiran Al-Afghani ditorehkan dalam tulisan. Di antara
karyanya adalah Bab ma Ya’ulu Ilaihi Amr al-Muslimin, yang membahas tentang
sesuatu yang melemahkan umat Islam; Makidah asy-Syarqiyah, yang menjelaskan
tentang tipu muslihat para orientaslis; Risalah fi Ar-Radd al-Masihiyah, yang berisi
tentang risalah untuk menjawab orang Kristen. Diya’ al-Khafiqain yaitu hilanya
Timur dan Barat, dan beberapa karya lainnya.
3. Muhammad Abduh
Ide-ide Pembaruan Muhammad Abduh;
a. Faktor Utama Kemunduran Umat Islam adalah Jumud
Muhammad Abduh berpandangan bahwa penyakit yang melanda negaranegara
Islam adalah adanya kerancuan pemikiran agama di kalangan umat Islam
sebagai konsekuensi datangnya peradaban Barat dan adanya tuntutan dunia Islam
modern. Sebab yang membawa kemunduran umat Islam adalah bukan karena
ajaran Islam itu sendiri, melainkan adanya sikap jumud di tubuh umat Islam.
Menurut Muhammad Abduh Al-Islamu mahjubun bil muslimin. Jumud yaitu
keadaan membeku/statis, sehingga umat tidak mau menerima perubahan, yang
dengannya membawa bibit kepada kemunduran umat saat ini (al-Jumud ‘illatun tazawwul).
b. Bidang Masalah Ijtihad
Muhammad Abduh banyak menonjolkan pemikiran Ibn Taimiyyah
tentang Ibadah dan Muamalah. Bahwa ajaran-ajaran yang terdapat dalam Qur’an
dan hadis bersifat tegas, jelas dan terperinci. Sebaliknya, ajaran-ajaran mengenai
hidup kemasyarakatan umat hanya merupakan dasar-dasar dan prinsip umum
tidak terperinci, serta sedikit jumlahnya. Oleh karena sifatnya yang umum tanpa
perincian, maka ajaran tersebut dapat disesuaikan dengan zaman.
c. Bidang Ilmu Pengetahuan Islam (Pendidikan)
Seperti dikutip Fazlur Rahman, Muhammad Abduh menyatakan bahwa
ilmu pengetahuan modern banyak berdasar pada hukum alam (sunnatullah, yang
tidak bertentangan dengan Islam yang sebenarnya). Sunnatullah adalah ciptaan
Allah SWT. Wahyu juga berasal dari Allah. Jadi, karena keduanya datang dari
Allah, tidak dapat bertentangan satu dengan yang lainnya. Islam mesti sesuai
dengan ilmu pengetahuan modern dan, yang modern mesti sesuai dengan Islam,
sebagaimana zaman keemasan Islam yang melindungi ilmu pengetahuan.
Muhammad Abduh memperjuangkan sistem pendidikan fungsional yang
bukan impor, yang mencakup pendidikan universal bagi semua anak, laki-laki
dan perempuan. Semuanya harus punya kemampuan dasar seperti membaca,
menulis, dan berhitung. Semuanya harus mendapat pendidikan agama, yang
mengabaikan perbedaan sektarian dan menyoroti perbedaan antara Kristen dan
Islam.Isi dan lama pendidikan haruslah beragam, sesuai dengan tujuan dan profesi.
d. Bidang Keluarga dan Wanita
Menurut Muhammad Abduh, pondasi terpenting dari masyarakat baru
adalah individu. Umat terdiri dari unit-unit keluarga. Kalau unit-unit ini tidak
memberikan lingkungan yang sehat dan fungsional bagi perkembangan individu
di dalamnya, maka pondasi masyarakat akan runtuh.Menurut Muhammad Abduh, jika wanita memang punya kualitas
pemimpin dan kualitas membuat keputusan, maka keunggulan pria tak berlaku
lagi. Muhammad Abduh juga berpendapat bahwa, penyebab perpecahan atau
fitnah dalam masyarakat adalah karena pria mengumbar hawa nafsunya.
4. Muhammad Rasyid Ridha
Pemikiran pembaruan Islam Muhammad Rasyid Ridha dapat dibagi menjadi
beberapa bidang :
a. Bidang Keagamaan
Pemikiran pembaruan Muhammad Rasyid Ridha dalam bidang
keagamaan bisa dikatakan sama seperti pemikiran Muhammad Abduh, kedekatan
hubungan antara Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha menciptakan
dinamika yang sama. Umat Islam mengalami kemunduran karena tidak menganut
ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan banyak faham-faham
yang tidak sesuai masuk ke dalam tubuh Islam, seperti segala khurafat, takhayul,
bidah, jumud dan taklid.
b. Bidang Pendididkan dan Ilmu Pengetahuan
Muhammad Rasyid Ridha sangat antusias memandang kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi dan peradaban Barat yang modern. Gambaran terhadap
kemajuan teknologi yang dicapai oleh bangsa Barat mendapatkan tanggapan
positif dari Muhammad Rasyid Ridha.
Oleh Muhammad Rasyid Ridha ilmu-ilmu pengetahuan umum
dimasukkan ke dalam lembaga pendidikan milik umat Islam. Untuk mencapat
tujuannya dibentuklah lembaga pendidikan al-Dakwah Wal Irsyad pada tahun
1912 M di Cairo, Mesir.
5. Muhammad Iqbal
Menurut pandangan Iqbal terdapat beberapa sebab kemunduran umat Islam :
a. Fakta sejarah menunjukan bahwa kehancuran Baghdad, banyak mempengaruhi
peradaban ummat Islam. Karena Baghdad pernah menjadi pusat politik,
kebudayaan dan pusat kemajuan pemikiran Islam. Akibatnya, pemikiran ulama
pada masa itu hanya bertumpu pada ketertiban sosial.
b. Ada kecenderungan ummat Islam terjerembab pada paham fatalisme, yang
menyebabkan umat Islam pasrah kepada nasib dan enggan bekerja keras.
Pengaruh zuhud yang terdapat dalam ajaran tasawuf yang dipahami secara
berlebihan dan salah mengakibatkan umat Islam tidak mementingkan persoalan
kemasyarakatan.
c. Awal kegagalan Islam dalam mengikutiperkembangan modern salah satunya
disebabkan hilangnya semangat ijtihad. Munculnya kelompok muslim yang menganggap pintu ijtihad telah tertutup. Pemahamann ini melahirkan sikap statis
(jumud) dalam pemikiran umat Islam, karena kegiatan ijtihad dianggap tertutup