Selamat datang di Ruang SKI MA ARIFAH
Fase Penyebaran Islam di Indonesia
Tahap Kehadiran Pedagang Muslim (sebelum abad ke13 M)
Pendapat masuknya Islam ke Indonesia sejak abad ke-7 M atau ke-1 H,
dikemukakan oleh Syeh Syamsudin Abu Abdilah Muhammad bin Talib Ad Dimasyqi (w.
1327 M), ia menyatakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia melalui Champa
(Kamboja dan Vietnam) sejak zaman khalifah Usman bin Affan yakni sekitar tahun 651 M
atau abad ke-7. Pada versi yang lain menyatakan bahwa abad ke-1 sampai ke-
4 H, terdapat hubungan perkawinan antara pedagang muslim dengan
penduduk setempat, sehingga mereka memeluk agama Islam. Mengenai
adanya makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik dengan angka
tahun 475 H/ 1082 M bentuk batu nisan dan jiratnya menunjukkan pola
gaya hias makam dari abad ke-10 M. Menurut laporan penelitian
arkheologi di situs pesucian kecamatan Manyar (1994-1996) Leran di masa
lampau merupakan pemukiman perkotaan dan perdagangan
Tahap Terbentuknya Kerajaan Islam (13-16 M)
Pada fase ini ditandai dengan munculnya pusat-pusat kerajaan Islam.
Ditemukannya makam Malik al -Shaleh yang terletak di kecamatan
Samudra di Aceh utara dengan angka tahun 696 H/ 1297 M merupakan bukti
yang jelas adanya kerajaan Islam di Pasai. Historiografi tradisional lokal,Hikayat Raja-raja Pasai dan Sejarah Melayu Malik, menyebutkan penguasa
pertama kerajaan Samudra Pasai adalah Malik al-Shalih. Akan tetapi, di
Barus telah ditemukan makam seorang perempuan yang bernama Tuhar
Amisuri dengan angka tahun 602 H. Hal ini membukt ikan bahwa
pada permulaan abad ke-13 M, sudah ada pemukiman masyarakat Islam di Barus.
Pada akhir abad ke-13 kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam
pertama di Indonesia merebut jalur perdagangan di Selat Malaka yang
sebelumnya dikuasai oleh kerajaan Sriwijaya. Hal ini terus berlanjut hingga
pada permulaan abad ke-14 berdiri kerajaan Malaka di Semenanjung
Malaysia. Sultan Mansyur Syah (w. 1477 M) adalah sultan ke-enam Kerajaan
Malaka yang membuat Islam sangat berkembang di Pesisir timur Sumatera
dan Semenanjung Malaka.
Akhir abad ke-15 M dan permulaan abad ke-16 M pusat-pusat
perdagangan di pesisir utara, seperti Gresik, Demak, Cirebon, dan
Banten telah menunjukkan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh
para wali di Jawa. Kemudian pada abad ke-16 M kegiatan itu muncul
sebagai kekuatan politik dengan adanya kerajaan Demak sebagai penguasa
Islam pertama di Jawa yang berhasil menyerang ibukota Majapahit. Para
wali dengan bantuan kerajaan Demak, kemudian Pajang dan Mataram
dapat mengembangkan Islam ke seluruh daerah-daerah pent ing di Jawa,
bahkan di luar Jawa, seperti ke Banjarmasin, Hitu, Ternate, Tidore, dan
Lombok.
3. Tahap Pelembagaan
Pada fase ini para pemangku kerajaan berguru ke pusat pendidikan
Islam seperti Ternate yang berguru ke Giri Gresik. Agama Islam yang
berpusat di Pasai tersebar luas ke Aceh di Pesisir Sumatra, Semenanjung
Malaka, Demak, Gresik, Banjarmasin, dan Lombok. Bukti per sebarannya
ditemukan cukup banyak. Di Semenanjung Melayu ditemukan bentukbentuk
nisan yang menyerupai bentuk-bentuk batu nisan Aceh. Di Kuwin
Banjarmasin tepatnya di komplek Pemakaman Sultan Suriansyah (Raden
Samudra) terdapat batu nisan yang mempunyai kesamaan dengan yang
ada di Demak dan Gresik. Di pemakaman Seloparang terdapat sebuah batunisan yang memiliki gaya Jawa Timur.
Islam juga tersebar ke Sulawesi, ketika Raja pertama, Raja Tallo yang
menjadi mangkubumi di Kerajaan Gowa Yang bernama I Mallingkaeng
Daeng Njonri Karaeng Katangka masuk Islam pada 22 September 1605 M.
Kemudian ia bergelar Sultan Abdulah Awalul Islam. Penyebar Islam ke
daerah Abdul Ma'mur Chatib Tunggal yang lebih terkenal dengan nama Dato ri
Bandang, seorang ulama Yang berasal dari Minangkabau. Kemudian Islam
tersebar ke Lombok dan Sumbawa melalui dua tahap, pertama, dari Jawa yang
dilakukan oleh Sunan Prapen sekitar akhir abad ke-17 M dari Gowa. Di
Kalimantan, Banjarmasin merupakan daerah yang pertama kali masuk
Islam. Dalam Hikayat Banjar dinyatakan bahwa Banjar di Islamkan olehKerajaan Demak di Jawa sekitar tahun 1550. Kemudian di Kalimantan Timur,
daerah Kutai merupakan daerah yang pertama kali mendapat pengaruh Islam
dari Dato ri Bandang beserta temannya Than Tunggang Parangan, yang
mengislamkan Raja Mahkota dari Kutai sekitar tahun 1575.
Mari sama-sama kita simak video dibawah ini