PONTIANAK (09/08/22) - Menteri Perhubungan Republik Indonesia menghadiri kegiatan Peluncuran (Launching) Kapal perintis TIPE GT 2000 KM. Sabuk Nusantara (SN) 89 di Galangan Kapal PT. Steadfast Marine Pontianak pada tanggal 09 Agustus 2022.
Acara Peluncuran (Launching) Kapal perintis ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai bagian dari tugas pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut sebagai wujud nyata Pemerintah dalam memperlancar arus penumpang dan barang di seluruh penjuru tanah air, dengan KESELAMATAN PELAYARAN harus tetap menjadi prioritas. KESELAMATAN HARUS MENJADI BUDAYA BERKELANJUTAN// “SAFETY SUSTAINABLE CULTURE”.
SPESIFIKASI KAPAL
KM. Sabuk Nusantara 89/ 2000 GT
L.O.A. : 68.50 m
L.B.P. : 0.00 m
Breadth : 14.00 m
Depth : 6.20 m
T (m) : 2.70 m
Crew : 36 person
Passanger : 466 person
Berdasarkan SK Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor DJPL 96 Tahun 2022 Tanggal 24 Januari 2022 dengan Pelabuhan pangkal Pelabuhan Wani dengan melayani rute R - 47 (Teluk Palu/Wani - Samarinda - Bontang - Ogoamas - Teluk Malala - Toli toli - Maratua - Toli toli - Teluk Malala - Ogoamas - Bontang - Samarinda- Teluk Palu/Wani.
Dalam kesempatan ini Menteri perhubungan menyampaikan "Kapal perintis TIPE GT 2000 Sabuk Nusantara (SN) 89 //tidak mudah dan //butuh semangat yang lebih //bukan yang biasa namun luar biasa // dengan tekad luar biasa sebagaimana tema HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang sebentar lagi dirayakan, yakni “PULIH LEBIH CEPAT, BANGKIT LEBIH KUAT”. Hal ini merefleksikan tekad dan daya juang pantang menyerah Bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, pulih lebih cepat, dan bangkit lebih kuat untuk mengisi kemerdekaan demi kemajuan bangsa dalam hal ini menyelesaikan pembangunan kapal, Hal ini patut kita banggakan "bertambahnya armada transportasi ini juga, akan turut memperkuat armada yang telah ada sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah masing-masing. Khususnya Teluk Palu/Wani Namun demikian, hal penting dan yang utama saya ingatkan adalah KESELAMATAN PELAYARAN harus tetap menjadi prioritas. KESELAMATAN HARUS MENJADI BUDAYA BERKELANJUTAN “SAFETY SUSTAINABLE CULTURE” ujar menteri perhubungan.