Deskripsi :
Risiko infeksi merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai berisiko mengalami peningkatan terserang organisme patogenik.
Dibuktikan dengan :
1. Penyakit kronis (mis: diabetes melitus)
2. Efek prosedur invasif
3. Malnutrisi
4. Peningkatan paparan organisme patogen lingkungan
5. Ketidakadekuatan pertahanan tubuh primer (gangguan peristaltik; kerusakan integritas kulit; perubahan sekresi pH; penurunan kerja siliaris; ketuban pecah lama; ketuban pecah sebelum waktunya; merokok; statis cairan tubuh)
6. Ketidakadekuatan pertahanan tubuh sekunder (penurunan hemoglobin; imunosupresi; leukopenia; supresi respon inflamasi; vaksinasi tidak adekuat)
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis risiko infeksi adalah “tingkat infeksi menurun”.
Luaran tingkat infeksi menurun menurun diberi kode L.14137 dalam SLKI.
Tingkat infeksi menurun berarti menurunnya derajat infeksi berdasarkan observasi atau sumber informasi. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa tingkat infeksi menurun adalah:
1. Demam menurun
2. Kemerahan menurun
3. Nyeri menurun
4. Bengkak menurun
5. Kadar sel darah putih membaik
Intervensi :
1. Manajemen imunisasi/vaksinasi (I.14508)
Manajemen imunisasi/vaksinasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola pemberian kekebalan tubuh secara aktif dan pasif. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen imunisasi/vaksinasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi Riwayat Kesehatan dan Riwayat alergi
o Identifikasi kontraindikasi pemberian imunisasi (mis: reaksi anafilaksis terhadap vaksin sebelumnya dan/atau sakit parah dengan atau tanpa demam)
o Identifikasi status imunisasi setiap kunjungan ke pelayanan kesehatan
Terapeutik
o Berikan suntikan pada bayi di bagian paha anterolateral
o Dokumentasikan informasi vaksinasi (mis: nama produsen, tanggal kadaluarsa)
o Jadwalkan imunisasi pada interval waktu yang tepat
Edukasi
o Jelaskan tujuan, manfaat, reaksi yang terjadi, jadwal, dan efek samping
o Informasikan imunisasi yang diwajibkan pemerintah (mis: hepatitis B, BCG, difteri, tetanus, pertussis, H. influenza, polio, campak, measles, rubela)
o Infromasikan imunisasi yang melindungi terhadap penyakit namun saat ini tidak diwajibkan pemerintah (mis: influenza, pneumokokus)
o Informasikan vaksinasi untuk kejadian khusus (mis: rabies, tetanus)
o Informasikan penundaan pemberian imunisasi tidak berarti mengulang jadwal imunisasi Kembali
o Informasikan penyedia layanan Pekan Imunisasi Nasional yang menyediakan vaksin gratis
2. Pencegahan infeksi (I.14539)
Pencegahan infeksi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan menurunkan risiko terserang organisme patogenik. Tindakan yang dilakukan pada intervensi pencegahan infeksi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik
Terapeutik
o Batasi jumlah pengunjung
o Berikan perawatan kulit pada area edema
o Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
o Pertahankan teknik aseptic pada pasien berisiko tinggi
Edukasi
o Jelaskan tanda dan gejala infeksi
o Ajarkan cara mencuci tangan dengan benar
o Ajarkan etika batuk
o Ajarkan cara memeriksa kondisi luka atau luka operasi
o Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
o Anjurkan meningkatkan asupan cairan
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian imunisasi, jika perlu