Deskripsi :
Gangguan ventilasi spontan adalah penurunan cadangan energi yang mengakibatkan pasien tidak mampu bernapas secara adekuat.
Berhubungan dengan :
1. Gangguan metabolisme
2. Kelelahan otot pernapasan
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis gangguan ventilasi spontan adalah: “ventilasi spontan meningkat.”
Ventilasi spontan meningkat diberi kode L.01007 dalam SLKI.
Ventilasi spontan meningkat adalah peningkatan keadekuatan cadangan energi sehingga pasien mampu bernapas secara adekuat. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa ventilasi spontan meningkat adalah:
1. Dispnea menurun
2. Penggunaan otot bantu napas menurun
3. Volume tidak membaik
4. PCO2 membaik
5. PO2 membaik
6. SaO2 membaik
Intervensi :
1. Dukungan ventilasi (I.01002)
Dukungan ventilasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk memfasilitasi pasien agar dapat mempertahankan pernapasan spontan dalam rangka memaksimalkan pertukaran gas di paru-paru. Tindakan yang dilakukan pada intervensi dukungan ventilasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi adanya kelelahan otot bantu napas
o Identifikasi efek perubahan posisi terhadap status pernapasan
o Monitor status respirasi dan oksigenasi (misal: frekuensi dan kedalaman napas, penggunaan otot bantu napas, bunyi napas tambahan, saturasi oksigen)
Terapeutik
o Pertahankan kepatenan jalan napas
o Berikan posisi semi-fowler dan fowler
o Fasilitasi mengubah posisi senyaman mungkin
o Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan (misal: nasal kanul, masker wajah, masker rebreathing atau non-rebreathing)
o Gunakan bag-valve mask, jika perlu
Edukasi
o Ajarkan melakukan Teknik relaksasi napas dalam
o Ajarkan mengubah posisi secara mandiri
o Ajarkan Teknik batuk efektif
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian bronkodilator, jika perlu
2. Pemantauan respirasi (I.01014)
Pemantauan respirasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk memastikan kepatenan jalan napas dan keefektifan pertukaran gas. Tindakan yang dilakukan pada intervensi pemantauan respirasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya napas
o Monitor pola napas (seperti bradypnea, takipnea, hiperventilasi, kussmaul, Cheyne-stokes, biot, ataksik)
o Monitor kemampuan batuk efektif
o Monitor adanya produksi sputum
o Monitor adanya sumbatan jalan napas
o Palpasi kesimetrisan ekspansi paru
o Auskultasi bunyi napas
o Monitor saturasi oksigen
o Monitor nilai analisa gas darah
o Monitor hasil x-ray thoraks
Terapeutik
o Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien
o Dokumentasikan hasil pemantauan
Edukasi
o Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
o Informasikan hasil pemantauan, jika perlu.