Deskripsi :
Menyusui tidak efektif merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesukaran pada proses menyusui.
Berhubungan dengan :
1. Penyebab Fisiologis
· Ketidakadekuatan suplai ASI
· Hambatan pada neonatus (mis: prematuritas, sumbing)
· Anomali payudara ibu (misL puting yang masuk ke dalam)
· Ketidakadekuatan refleks oksitosin
· Ketidakadekuatan refleks menghisap bayi
· Payudara bengkak
· Riwayat operasi payudara
· Kelahiran kembar
2. Penyebab Situasional
· Tidak rawat gabung
· Kurang terpapar informasi tentang pentingnya menyusui dan/atau metode menyusui
· Kurangnya dukungan keluarga
· Faktor budaya
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis Menyusui tidak efektif adalah: “status menyusui membaik.”
Status menyusui membaik diberi kode L.03029 dalam SLKI.
Status menyusui membaik berarti kemampuan memberikan ASI secara langsung dari payudara kepada bayi dan anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi membaik. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa status menyusui membaik adalah:
1. Perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat
2. Kemampuan ibu memposisikan bayi dengan benar meningkat
3. Miksi bayi lebih dari 8 kali/24 jam meningkat
4. Berat badan bayi meningkat
5. Tetesan/pancaran ASI meningkat
6. Suplai ASI adekuat meningkat
7. Puting tidak lecet setelah 2 minggu melahirkan meningkat
8. Kepercayaan diri ibu meningkat
9. Lecet pada puting menurun
10. Kelelahan maternal menurun
11. Kecemasan maternal menurun
Intervensi :
1. Edukasi menyusui (I.12393)
Edukasi menyusui adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk memberikan informasi dan saran tentang menyusui yang dimulai dari antepartum, intrapartum dan post partum. Tindakan yang dilakukan pada intervensi edukasi menyusui berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
o Identifikasi tujuan atau keinginan menyusui
Terapeutik
o Sediakan materi dan media Pendidikan Kesehatan
o Jadwalkan Pendidikan Kesehatan sesuai kesepakatan
o Berikan kesempatan untuk bertanya
o Dukung ibu meningkatkan kepercayaan diri dalam menyusui
o Libatkan sistem pendukung: suami, keluarga, tenaga Kesehatan, dan masyarakat
Edukasi
o Berikan konseling menyusui
o Jelaskan manfaat menyusui bagi ibu dan bayi
o Ajarkan 4 posisi menyusui dan perlekatan (latch on) dengan benar
o Ajarkan perawatan payudara antepartum dengan mengkompres dengan kapas yang telah diberikan minyak kelapa
o Ajarkan perawatan payudara post partum (mis: memerah ASI, pijat payudara, pijat oksitosin)
2. Konseling laksasi (I.03093)
Konseling laktasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk memberikan bimbingan Teknik menyusui yang tepat dalam pemberian makanan bayi. Tindakan yang dilakukan pada intervensi konseling laktasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi keadaan emosional ibu saat akan dilakukan konseling menyusui
o Identifikasi keinginan dan tujuan menyusui
o Identifikasi permasalahan yang ibu alami selama proses menyusui
Terapeutik
o Gunakan Teknik mendengarkan aktif (mis: duduk sama tinggi, dengarkan permasalahan ibu)
o Berikan pujian terhadap perilaku ibu yang benar
Edukasi
o Ajarkan Teknik menyusui yang tepat sesuai kebutuhan ibu