Deskripsi :
Gangguan pertukaran gas adalah kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Berhubungan dengan :
1. Ketidakseimbangan ventilasi-perfusi.
2. Perubahan membran alveolus-kapiler.
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis gangguan pertukaran gas adalah: “pertukaran gas meningkat.”
Pertukaran gas meningkat diberi kode L.01003 dalam SLKI.
Pertukaran gas meningkat berarti oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membrane alveolus-kapiler dalam batas normal. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa pertukaran gas meningkat adalah:
1. Dispnea menurun
2. Bunyi napas tambahan menurun
3. Takikardia menurun
4. PCO2 membaik
5. PO2 membaik
6. pH arteri membaik
Intervensi :
1. Pemantauan respirasi (I.01014)
Pemantauan respirasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk memastikan kepatenan jalan napas dan keefektifan pertukaran gas. Tindakan yang dilakukan pada intervensi pemantauan respirasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya napas
o Monitor pola napas (seperti bradypnea, takipnea, hiperventilasi, kussmaul, Cheyne-stokes, biot, ataksik)
o Monitor kemampuan batuk efektif
o Monitor adanya produksi sputum
o Monitor adanya sumbatan jalan napas
o Palpasi kesimetrisan ekspansi paru
o Auskultasi bunyi napas
o Monitor saturasi oksigen
o Monitor nilai analisa gas darah
o Monitor hasil x-ray thoraks
Terapeutik
o Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien
o Dokumentasikan hasil pemantauan
o Edukasi
o Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
o Informasikan hasil pemantauan, jika perlu.
2. Terapi oksigen (I.01026)
Terapi oksigen adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk memberikan tambahan oksigen dalam rangka mencegah dan mengatasi kekurangan oksigen jaringan. Tindakan yang dilakukan pada intervensi terapi oksigen berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Monitor kecepatan aliran oksigen
o Monitor posisi alat terapi oksigen
o Monitor aliran oksigen secara periodik dan pastikan fraksi yang diberikan cukup
o Monitor efektifitas terapi oksigen (mis. Oksimetri, Analisa gas darah), jika perlu
o Monitor kemampuan melepaskan oksigen saat makan
o Monitor tanda-tanda hipoventilasi
o Monitor monitor tanda dan gejala toksikasi oksigen dan atelektasis
o Monitor tingkat kecemasan akibat terapi oksigen
o Monitor integritas mukosa hidung akibat pemasangan oksigen
Terapeutik
o Bersihkan sekret pada mulut, hidung, dan trakea, jika perlu
o Pertahankan kepatenan jalan napas
o Siapkan dan atur peralatan pemberian oksigen
o Berikan oksigen tambahan, jika perlu
o Tetap berikan oksigen saat pasien di transportasi
o Gunakan perangkat oksigen yang sesuai dengan tingkat mobilitas pasien
Edukasi
o Ajarkan pasien dan keluarga cara menggunakan oksigen dirumah
Kolaborasi
o Kolaborasi penentuan dosis oksigen
o Kolaborasi penggunaan oksigen saat aktivitas dan/atau tidur