Deskripsi :
Ketidakstabilan kadar glukosa darah merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai variasi kadar glukosa darah naik atau turun dari rentang normal.
Berhubungan dengan :
1. hiperglikemia
· Disfungsi pankreas
· Resistensi insulin
· Gangguan toleransi glukosa darah
· Gangguan glukosa darah puasa
2. hipoglikemia
· Penggunaan insulin atau obat glikemik oral
· Hiperinsulinemia (mis. insulinoma)
· Endokrinopati (mis. kerusakan adrenal atau pituitari)
· Disfungsi hati
· Disfungsi ginjal kronis
· Efek agen farmakologis
· TIndakan pembedahan neoplasma
· Gangguan metabolik bawaan (mis. gangguan penyimpanan lisosomal, galaktosemia, gangguan penyimpanan glikogen)
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis Ketidakstabilan kadar glukosa darah adalah: “kestabilan kadar glukosa darah meningkat.”
Kestabilan kadar glukosa darah meningkat diberi kode L.03022 dalam SLKI.
Kestabilan kadar glukosa darah meningkat berarti kadar glukosa darah berada dalam rentang normal. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa kestabilan kadar glukosa darah meningkat adalah:
1. Koordinasi meningkat
2. Mengantuk menurun
3. Pusing menurun
4. Lelah/lesu menurun
5. Rasa lapar menurun
6. Kadar glukosa dalam darah membaik
Intervensi :
1. Manajemen hiperglikemia (I.03115)
Manajemen hiperglikemia adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola kadar glukosa darah diatas normal. Tindakan yang dilakukan pada intervensi Manajemen hiperglikemia berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi kemungkinan penyebab hiperglikemia
o Identifikasi situasi yang menyebabkan kebutuhan insulin meningkat (mis: penyakit kambuhan)
o Monitor kadar glukosa darah, jika perlu
o Monitor tanda dan gejala hiperglikemia (mis: polyuria, polydipsia, polifagia, kelemahan, malaise, pandangan kabur, sakit kepala)
o Monitor intake dan output cairan
o Monitor keton urin, kadar Analisa gas darah, elektrolit, tekanan darah ortostatik dan frekuensi nadi
Terapeutik
o Berikan asupan cairan oral
o Konsultasi dengan medis jika tanda dan gejala hiperglikemia tetap ada atau memburuk
o Fasilitasi ambulasi jika ada hipotensi ortostatik
Edukasi
o Anjurkan menghindari olahraga saat kadar glukosa darah lebih dari 250 mg/dL
o Anjurkan monitor kadar glukosa darah secara mandiri
o Anjurkan kepatuhan terhadap diet dan olahraga
o Ajarkan indikasi dan pentingnya pengujian keton urin, jika perlu
o Ajarkan pengelolaan diabetes (mis: penggunaan insulin, obat oral, monitor asupan cairan, penggantian karbohidrat, dan bantuan professional kesehatan
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian insulin, jika perlu
o Kolaborasi pemberian cairan IV, jika perlu
o Kolaborasi pemberian kalium, jika perlu
2. Manajemen hipoglikemia (I.03115)
Manajemen hipoglikemia adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola kadar glukosa darah rendah. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen hipoglikemia berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi tanda dan gejala hipoglikemia
o Identifikasi kemungkinan penyebab hipoglikemia
Terapeutik
o Berikan karbohidrat sederhana, jika perlu
o Berikan glucagon, jika perlu
o Berikan karbohidrat kompleks dan protein sesuai diet
o Pertahankan kepatenan jalan napas
o Pertahankan akses IV, jika perlu
o Hubungi layanan medis darurat, jika perlu
Edukasi
o Anjurkan membawa karbohidrat sederhana setiap saat
o Anjurkan memakai identitas darurat yang tepat
o Anjurkan monitor kadar glukosa darah
o Anjurkan berdiskusi dengan tim perawatan diabetes tentang penyesuaian program pengobatan
o Jelaskan interaksi antara diet, insulin/agen oral, dan olahraga
o Ajarkan pengelolaan hipoglikemia (mis: tanda dan gejala, faktor risiko, dan pengobatan hipoglikemia)
o Ajarkan perawatan mandiri untuk mencegah hipoglikemia (mis: mengurangi insulin/agen oral dan/atau meningkatkan asupan makanan untuk berolahraga)
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian dekstrose, jika perlu
o Kolaborasi pemberian glukagon, jika perlu