Deskripsi :
Keletihan merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak pulih dengan istirahat.
Berhubungan dengan :
1. Gangguan tidur
2. Gaya hidup monoton
3. Kondisi fisiologis (mis: penyakit kronis, penyakit terminal, anemia, malnutrisi, kehamilan)
4. Program perawatan/pengobatan jangka Panjang
5. Peristiwa hidup negatif
6. Stres berlebihan
7. Depresi
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis keletihan adalah: “tingkat keletihan menurun”.
Tingkat keletihan menurun diberi kode L.05046 dalam SLKI.
Tingkat keletihan menurun berarti kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak pulih dengan istirahat menurun. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa tingkat keletihan menurun adalah:
1. Verbalisasi kepulihan energi meningkat
2. Tenaga meningkat
3. Kemampuan melakukan aktivitas rutin meningkat
4. Verbalisasi Lelah menurun
5. Lesu menurun
Intervensi :
1. Edukasi aktivitas dan istirahat (I.12362)
Edukasi aktivitas dan istirahat adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengajarkan pengaturan aktivitas dan istirahat. Tindakan yang dilakukan pada intervensi edukasi aktivitas dan istirahat berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Terapeutik
o Sediakan materi dan media pengaturan aktivitas dan istirahat
o Jadwalkan pemberian Pendidikan Kesehatan sesuai kesepakatan
o Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya
Edukasi
o Jelaskan pentingnya melakukan aktivitas fisik/olahraga secara rutin
o Anjurkan terlibat dalam aktivitas kelompok, aktivitas bermain atau aktivitas lainnya
o Anjurkan menyusun jadwal aktivitas dan istirahat
o Ajarkan cara mengidentifikasi kebutuhan istirahat (mis: kelelahan, sesak napas saat aktivitas)
o Ajarkan cara mengidentifikasi target dan jenis aktivitas sesuai kemampuan
2. Manajemen energi (I.05178)
Manajemen energi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola penggunaan energi untuk mengatasi atau mencegah kelelahan dan mengoptimalkan proses pemulihan. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen energi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
o Monitor kelelahan fisik dan emosional
o Monitor pola dan jam tidur
o Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Terapeutik
o Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (mis: cahaya, suara, kunjungan)
o Lakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif
o Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
o Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat berpindah atau berjalan
Edukasi
o Anjurkan tirah baring
o Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
o Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan tidak berkurang
o Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
Kolaborasi
o Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan