Deskripsi :
Gangguan memori merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengingat beberapa informasi atau perilaku.
Berhubungan dengan :
1. Ketidakadekuatan stimulasi intelektual
2. Gangguan sirkulasi ke otak
3. Gangguan volume cairan dan/atau elektrolit
4. Proses penuaan
5. Hipoksia
6. Gangguan neurologis (mis: EEG positif, cidera kepala, gangguan kejang)
7. Efek agen farmakologis
8. Penyalahgunaan zat
9. Faktor psikologis (mis: kecemasan, depresi, stress berlebihan, berduka, gangguan tidur)
10. Distraksi lingkungan
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis gangguan memori adalah: “memori meningkat.”
Memori meningkat diberi kode L.09079 dalam SLKI.
Memori meningkat berarti kemampuan mengingat beberapa informasi atau perilaku meningkat. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa memori meningkat adalah:
1. Verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru meningkat
2. Verbalisasi kemampuan mengingat informasi faktual meningkat
3. Verbalisasi kemampuan mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan meningkat
4. Verbalisasi kemampuan mengingat peristiwa meningkat
5. Verbalisasi pengalaman lupa menurun
Intervensi :
1. Latihan memori (I.06188)
Latihan memori menurut SIKI adalah intervensi yang dilakukan untuk mengajarkan pasien suatu kemampuan untuk meningkatkan daya ingat. Tindakan yang dilakukan pada intervensi latihan memori berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi masalah memori yang dialami
o Identifikasi kesalahan terhadap orientasi
o Monitor perilaku dan perubahan memori selama terapi
Terapeutik
o Rencanakan metode mengajar sesuai kemampuan pasien
o Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir kali diucapkan, jika perlu
o Koreksi kesalahan orientasi
o Fasilitasi mengingat Kembali pengalaman masa lalu, jika perlu
o Fasilitasi tugas pembelajaran (mis: mengingat informasi verbal dan gambar)
o Fasilitasi kemampuan konsentrasi (mis: bermain kartu pasangan), jika perlu
o Stimulasi menggunakan memori pada peristiwa yang baru terjadi (mis: bertanya ke mana saja ia pergi akhir-akhir ini), jika perlu
Edukasi
o Jelaskan tujuan dan prosedur Latihan
o Ajarkan Teknik memori yang tepat (mis: imajinasi visual, perangkat mnemonic, permainan memori, isyarat memori, Teknik asosiasi, membuat daftar, computer, papan nama)
Kolaborasi
o Rujuk pada terapi okupasi, jika perlu
2. Orientasi realita (I.09297)
Orientasi realita adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan kesadaran terhadap identitas diri, waktu, dan lingkungan. Tindakan yang dilakukan pada intervensi orientasi realita berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Monitor perubahan orientasi
o Monitor perubahan kognitif dan perilaku
Terapeutik
o Perkenalkan nama saat memulai interaksi
o Orientasikan orang, tempat, dan waktu
o Hadirkan realita (mis: beri penjelasan alternatif, hindari perdebatan)
o Sediakan lingkungan dan rutinitas secara konsisten
o Atur stimulus sensorik dan lingkungan (mis: kunjungan, pemandangan, suara, pencahayaan, bau, dan sentuhan)
o Gunakan simbol dalam mengorientasikan lingkungan (mis: tanda, gambar, warna)
o Libatkan dalam terapi kelompok orientasi
o Berikan waktu istirahat dan tidur yang cukup, sesuai kebutuhan
o Fasilitasi akses informasi (mis: televisi, surat kabad, radio), jika perlu
Edukasi
o Anjurkan perawatan diri secara mandiri
o Anjurkan penggunaan alat bantu (mis: kacamata, alat bantu dengar, gigi palsu)
Ajarkan keluarga dalam perawatan orientasi lansia