Deskripsi
Nyeri kronis merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan, yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
Berhubungan dengan
1. Kondisi muskuloskeletal kronis
2. Kerusakan sistem saraf
3. Penekanan saraf
4. Infiltrasi tumor
5. Ketidakseimbangan neurotransmiter, neuromodulator, dan reseptor
6. Gangguan imunitas (mis: neuropati terkait HIV, virus varicella-zoster)
7. Gangguan fungsi metabolik
8. Riwayat posisi kerja statis
9. Peningkatan indeks massa tubuh
10. Kondisi pasca trauma
11. Tekanan emosional
12. Riwayat penganiayaan (mis: fisik, psikologis, seksual)
13. Riwayat penyalahgunaan obat/zat
Luaran
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis nyeri kronis adalah: “tingkat nyeri menurun”.
Tingkat nyeri menurun berarti pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat, dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan menurun. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa tingkat nyeri menurun adalah:
1. Keluhan nyeri menurun
2. Perasaan depresi menurun
3. Meringis menurun
4. Gelisah menurun
5. Kemampuan menuntaskan aktivitas meningkat
Intervensi
1. Manajemen nyeri
Manajemen nyeri adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan atau fungsional dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen nyeri berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri
o Identifikasi skala nyeri
o Idenfitikasi respon nyeri non verbal
o Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
o Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
o Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri
o Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas hidup
o Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan
o Monitor efek samping penggunaan analgetik
Terapeutik
o Berikan Teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (mis: TENS, hypnosis, akupresur, terapi music, biofeedback, terapi pijat, aromaterapi, Teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, terapi bermain)
o Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis: suhu ruangan, pencahayaan, kebisingan)
o Fasilitasi istirahat dan tidur
o Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri
Edukasi
o Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
o Jelaskan strategi meredakan nyeri
o Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
o Anjurkan menggunakan analgesik secara tepat
o Ajarkan Teknik farmakologis untuk mengurangi nyeri
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu
2. Perawatan kenyamanan
Perawatan kenyamanan adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan merawat pasien untuk meningkatkan rasa nyaman. Tindakan yang dilakukan pada intervensi perawatan kenyamanan berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi gejala yang tidak menyenangkan (mis: mual, nyeri, gatal, sesak)
o Identifikasi pemahaman tentang kondisi, situasi dan perasaannya
o Identifikasi masalah emosional dan spiritual
Terapeutik
o Berikan posisi yang nyaman
o Berikan kompres dingin atau hangat
o Ciptakan lingkungan yang nyaman
o Berikan pemijatan
o Berikan terapi akupresur
o Berikan terapi hipnosis
o Dukung keluarga dan pengasuh terlibat dalam terapi/pengobatan
o Diskusikan mengenai situasi dan pilihan terapi/pengobatan yang diinginkan
Edukasi
o Jelaskan mengenai kondisi dan pilihan terapi/pengobatan
o Ajarkan terapi relaksasi
o Ajarkan Latihan pernapasan
o Ajarkan Teknik distraksi dan imajinasi terbimbing
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian analgesik, antipruritus, antihistamin, jika perlu
3. Terapi relaksasi
Terapi relaksasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk menggunakan teknik peregangan untuk mengurangi tanda dan gejala ketidaknyamanan seperti nyeri, ketegangan otot, atau kecemasan. Tindakan yang dilakukan pada intervensi terapi relaksasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan kognitif
o Identifikasi Teknik relaksasi yang pernah efektif digunakan
o Identifikasi kesediaan, kemampuan, dan penggunaan Teknik sebelumnya
o Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum dan sesudah Latihan
o Monitor respons terhadap terapi relaksasi
Terapeutik
o Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu ruang nyaman, jika memungkinkan
o Berikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur teknik relaksasi
o Gunakan pakaian longgar
o Gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan berirama
o Gunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dengan analgetik atau Tindakan medis lain, jika sesuai
Edukasi
o Jelaskan tujuan, manfaat, Batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia (mis: musik, meditasi, napas dalam, relaksasi otot progresif)
o Jelaskan secara rinci intervensi relaksasi yang dipilih
o Anjurkan mengambil posisi nyaman
o Anjurkan rileks dan merasakan sensasi relaksasi
o Anjurkan sering mengulangi atau melatih Teknik yang dipilih
o Demonstrasikan dan latih Teknik relaksasi (mis: napas dalam, peregangan, atau imajinasi terbimbing)