Deskripsi :
Konstipasi merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai penurunan defekasi normal yang disertai pengeluaran feses sulit dan tidak tuntas serta feses kering dan banyak.
Berhubungan dengan :
Penyebab fisiologis
1. Penurunan motilitas gastrointestinal
2. Ketidakadekuatan pertumbuhan gigi
3. Ketidakcukupan diet
4. Ketidakcukupan asupan serat
5. Ketidakcukupan asupan cairan
6. Aganglionik (mis: penyakit hircsprung)
7. Kelemahan otot abdomen
Penyebab psikologis
1. Konfusi
2. Depresi
3. Gangguan emosional
Penyebab situasional
1. Perubahan kebiasaan makan (mis: jenis makanan, jadwal makan)
2. Ketidakadekuatan toileting
3. Aktivitas fisik harian kurang dari yang dianjurkan
4. Penyalahgunaan laksatif
5. Efek agen farmakologis
6. Ketidakteraturan kebiasaan defekasi
7. Kebiasaan menahan dorongan defekasi
8. Perubahan lingkungan
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis konstipasi adalah: “eliminasi fekal membaik.”
Eliminasi fekal membaik diberi kode L.04033 dalam SLKI.
Eliminasi fekal membaik berarti proses pengeluaran feses yang mudah dengan konsistensi, frekuensi, dan bentuk feses yang normal membaik. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa eliminasi fekal membaik adalah:
1. Kontrol pengeluaran feses meningkat
2. Keluhan defekasi lama dan sulit menurun
3. Mengejan saat defekasi menurun
4. Konsistensi feses membaik
5. Frekuensi BAB membaik
6. Peristaltik usus membaik
Intervensi :
1. Manajemen eliminasi fekal (I.04151)
Manajemen eliminasi fekal adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola gangguan pola eliminasi fekal. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen eliminasi fekal berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi masalah usus dan penggunaan obat pencahar
o Identifikasi pengobatan yang berefek pada kondisi gastrointestinal
o Monitor buang air besar (mis: warna, frekuensi, konsistensi, volume)
o Monitor tanda dan gejala diare, konstipasi, atau impaksi
Terapeutik
o Berikan air hangat setelah makan
o Jadwalkan waktu defekasi Bersama pasien
o Sediakan makanan tinggi serat
Edukasi
o Jelaskan jenis makanan yang membantu meningkatkan keteraturan peristaltik usus
o Anjurkan mencatat warna, frekuensi, konsistensi, volume feses
o Anjurkan meningkatkan aktivitas fisik, sesuai toleransi
o Anjurkan pengurangan asupan makanan yang meningkatkan pembentukan gas
o Anjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat
o Anjurkan meningkatkan asupan cairan, jika tidak ada kontraindikasi
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian obat supositoria anal, jika perlu
2. Manajemen konstipasi (I.04155)
Manajemen konstipasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola pencegahan dan mengatasi sembelit/impaksi. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen konstipasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Periksa tanda dan gejala konstipasi
o Periksa pergerakan usus, karakteristik feses (konsistensi, bentuk, volume, dan warna)
o Identifikasi faktor risiko konstipasi (mis: obat-obatan, tirah baring, dan diet rendah serat
o Monitor tanda dan gejala rupture usus dan/atau peritonitis
Terapeutik
o Anjurkan diet tinggi serat
o Lakukan masase abdomen, jika perlu
o Lakukan evaluasi feses secara manual, jika perlu
o Berikan enema atau irigasi, jika perlu
Edukasi
o Jelaskan etiologi masalah dan alasan Tindakan
o Anjurkan peningkatan asupan cairan, jika tidak ada kontraindikasi
o Latih buang air besar secara teratur
o Ajarkan cara mengatasi konstipasi/impaksi
Kolaborasi
o Konsultasi dengan tim medis tentang penurunan/peningkatan frekuensi suara usus
o Kolaborasi penggunaan obat pencahar, jika perlu