Deskripsi :
Hipotermia merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai suhu tubuh berada dibawah rentang normal tubuh.
Berhubungan dengan :
1. Kerusakan hipotalamus
2. Konsumsi alkohol
3. Berat badan ekstrim
4. Kekurangan lemak subkutan
5. Terpapar suhu lingkungan rendah
6. Malnutrisi
7. Pemakaian pakaian tipis
8. Penurunan laju metabolisme
9. Tidak beraktivitas
10. Transfer panas (mis: konduksi, konveksi, evaporasi, radiasi)
11. Trauma
12. Proses penuaan
13. Efek agen farmakologis
14. Kurang terpapar informasi tentang pencegahan hipotermia
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis hipotermia adalah: “termoregulasi membaik.”
Termoregulasi membaik diberi kode L.14134 dalam SLKI.
Termoregulasi membaik berarti membaiknya pengaturan suhu tubuh agar tetap berada pada rentang normal. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa termoregulasi membaik adalah:
1. Menggigil menurun
2. Suhu tubuh membaik
3. Suhu kulit membaik
Intervensi :
1. Manajemen hipotermia (I.14507)
Manajemen hipotermia adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola suhu tubuh dibawah rentang normal. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen hipotermia berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Monitor suhu tubuh
o Identifikasi penyebab hipotermia (mis: terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian tipis, kerusakan hipotalamus, penurunan laju metabolisme, kekurangan lemak subkutan)
o Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia (mis: hipotermia ringan: takipnea, disartria, menggigil, hipertensi, diuresis; hipotermia sedang: aritmia, hipotensi, apatis, koagulopati, refleks menurun; hipotermia berat: oliguria, refleks menghilang, edema paru, asam-basa abnormal)
Terapeutik
o Sediakan lingkungan yang hangat (mis: atur suhu ruangan, inkubator)
o Ganti pakaian dan/atau linen yang basah
o Lakukan penghangatan pasif (mis: selimut, menutup kepala, pakaian tebal)
o Lakukan penghangatan aktif eksternal (mis: kompres hangat, botol hangat, selimut hangat, perawatan metode kangguru)
o Lakukan penghangatan aktif internal (mis: infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase peritoneal dengan cairan hangat)
Edukasi
o Anjurkan makan/minum hangat
2. Terapi paparan panas (I.14586)
Terapi paparan panas adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk menstimulasi kulit dan jaringan di bawahnya dengan panas untuk mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan lainnya. Tindakan yang dilakukan pada intervensi terapi paparan panas berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi kontraindikasi penggunaan terapi (mis: penurunan atau tidak adanya sensasi, penurunan sirkulasi)
o Monitor suhu alat terapi
o Monitor kondisi kulit selama terapi
o Monitor kondisi umum, kenyamanan, dan keamanan selama terapi
o Monitor respon pasien terhadap terapi
Terapeutik
o Pilih metode stimulasi yang nyaman dan mudah didapatkan (mis: botol air panas, bantal panas listrik, lilin paraffin, lampu)
o Pilih lokasi stimulus yang sesuai
o Bungkus alat terapi dengan menggunakan kain
o Gunakan kain lembab di sekitar area terapi
o Tentukan durasi terapi sesuai dengan respon pasien
o Hindari melakukan terapi pada daerah yang mendapatkan terapi radiasi
Edukasi
o Ajarkan cara mencegah kerusakan jaringan
o Ajarkan cara menyesuaikan suhu secara mandiri