Deskripsi :
Gangguan persepsi sensori merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai perubahan persepsi terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang disertai dengan respon yang berkurang, berlebihan, atau terdistorsi.
Berhubungan dengan :
1. Gangguan penglihatan
2. Gangguan pendengaran
3. Gangguan penghiduan
4. Gangguan perabaan
5. Hipoksia serebral
6. Penyalahgunaan zat
7. Usia lanjut
8. Pemajanan toksin lingkungan
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis gangguan persepsi sensori adalah: “persepsi sensori membaik.”
Persepsi sensori membaik diberi kode L.09083 dalam SLKI.
Persepsi sensori membaik berarti membaiknya persepsi realitas terhadap stimulus baik internal maupun eksternal. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa persepsi sensori membaik adalah:
1. Verbalisasi mendengar bisikan menurun
2. Vernalisasi melihat bayangan menurun
3. Verbalisasi merasakan sesuatu melalui indera perabaan menurun
4. Verbalisasi merasakan sesuatu melalui indera penciuman menurun
5. Verbalisasi merasakan sesuatu melalui indera pengecapan menurun
6. Distorsi sensori menurun
7. Perilaku halusinasi menurun
8. Respons sesuai stimulus membaik
Intervensi :
1. Manajemen halusinasi (I.09288)
Manajemen halusinasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola peningkatan keamanan, kenyamanan, dan orientasi realita. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen halusinasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Monitor perilaku yang mengindikasikan halusinasi
o Monitor dan sesuaikan tingkat aktivitas dan stimulasi lingkungan
o Monitor isi halusinasi (mis: kekerasan atau membahayakan diri)
Terapeutik
o Pertahankan lingkungan yang aman
o Lakukan Tindakan keselamatan Ketika tidak dapat mengontrol perilaku (mis: limit setting, pembatasan wilayah, pengekangan fisik, seklusi)
o Diskusikan perasaan dan respons terhadap halusinasi
o Hindari perdebatan tentang validitas halusinasi
Edukasi
o Anjurkan memonitor sendiri situasi terjadinya halusinasi
o Anjurkan bicara pada orang yang dipercaya untuk memberi dukungan dan umpan balik korektif terhadap halusinasi
o Anjurkan melakukan distraksi (mis: mendengarkan music, melakukan aktivitas dan Teknik relaksasi)
o Ajarkan pasien dan keluarga cara mengontrol halusinasi
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian obat antipsikotik dan antiansietas, jika perlu
2. Minimalisasi rangsangan (I.08241)
Minimalisasi rangsangan adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengurangi jumlah atau pola rangsangan yang ada (baik internal atau eksternal). Tindakan yang dilakukan pada intervensi minimalisasi rangsangan berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Periksa status mental, status sensori, dan tingkat kenyamanan (mis: nyeri, kelelahan)
Terapeutik
o Diskusikan tingkat toleransi terhadap beban sensori (mis: bising, terlalu terang)
o Batasi stimulus lingkungan (mis: cahaya, suara, aktivitas)
o Jadwalkan aktivitas harian dan waktu istirahat
o Kombinasikan prosedur/Tindakan dalam satu waktu, sesuai kebutuhan
Edukasi
o Ajarkan cara meminimalisasi stimulus (mis: mengatur pencahayaan ruangan, mengurangi kebisingan, membatasi kunjungan)
Kolaborasi
o Kolaborasi dalam meminimalkan prosedur/tindakan
o Kolaborasi pemberian obat yang mempengaruhi persepsi stimulus
3. Pengekangan kimiawi (I.09301)
Pengekangan kimiawi adalah penatalaksanaan, pemantauan, dan penghentian agen psikotropika yang digunakan untuk mengendalikan perilaku ekstrim individu. Tindakan yang dilakukan pada intervensi pengekangan kimiawi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi kebutuhan untuk dilakukan pengekangan (mis: agitasi, kekerasan)
o Monitor Riwayat pengobatan dan alergi
o Monitor respon sebelum dan sesudah pengekangan
o Monitor tingkat kesadaran, tanda-tanda vital, warna kulit, suhu, sensasi dan kondisi secara berkala
o Monitor kebutuhan nutrisi, cairan, dan eliminasi
Terapeutik
o Lakukan supervisi dan survelensi dalam memonitor Tindakan
o Beri posisi nyaman untuk mencegah aspirasi dan kerusakan kulit
o Ubah posisi tubuh secara periodik
o Libatkan pasien dan/atau keluarga dalam membuat keputusan
Edukasi
o Jelaskan tujuan dan prosedur pengekangan
o Latih rentang gerak sendi sesuai kondisi pasien
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian agen psikotropika untuk pengekangan kimiawi