Deskripsi :
Perfusi perifer tidak efektif adalah penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Berhubungan dengan :
1. Hiperglikemia
2. Penurunan konsentrasi hemoglobin
3. Peningkatan tekanan darah
4. Kekurangan volume cairan
5. Penurunan aliran arteri dan/atau vena
6. Kurang terpapar informasi tentang faktor pemberat (mis. merokok, gaya hidup monoton, trauma, obesitas, asupan garam, imobilitas)
7. Kurang terpapar informasi tentang proses penyakit (mis. diabetes melitus, hiperlipidemia)
8. Kurang aktivitas fisik
Luaran :
Dalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), luaran utama untuk diagnosis perfusi perifer tidak efektif adalah: “perfusi perifer meningkat.”
Perfusi perifer meningkat diberi kode L.02011 dalam SLKI.
Perfusi perifer meningkat berarti keadekuatan aliran darah pembuluh darah distal untuk menunjang fungsi jaringan meningkat. Kriteria hasil untuk membuktikan bahwa perfusi perifer meningkat adalah:
1. Kekuatan nadi perifer meningkat
2. Warna kulit pucat menurun
3. Pengisian kapiler membaik
4. Akral membaik
5. Turgor kulit membaik
Intervensi :
1. Perawatan sirkulasi (I.02079)
Perawatan sirkulasi adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan merawat area lokal dengan keterbatasan sirkulasi perifer. Tindakan yang dilakukan pada intervensi perawatan sirkulasi berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Periksa sirkulasi perifer (mis: nadi perifer, edema, pengisian kapiler, warna, suhu, ankle-brachial index)
o Identifikasi faktor risiko gangguan sirkulasi (mis: diabetes, perokok, orang tua, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi)
o Monitor panas, kemerahan, nyeri, atau bengkak pada ekstremitas
Terapeutik
o Hindari pemasangan infus, atau pengambilan darah di area keterbatasan perfusi
o Hindari pengukuran tekanan darah pada ekstremitas dengan keterbatasan perfusi
o Hindari penekanan dan pemasangan tourniquet pada area yang cidera
o Lakukan pencegahan infeksi
o Lakukan perawatan kaki dan kuku
o Lakukan hidrasi
Edukasi
o Anjurkan berhenti merokok
o Anjurkan berolahraga rutin
o Anjurkan mengecek air mandi untuk menghindari kulit terbakar
o Anjurkan menggunakan obat penurun tekanan darah, antikoagulan, dan penurun kolesterol, jika perlu
o Anjurkan minum obat pengontrol tekanan darah secara teratur
o Anjurkan menghindari penggunaan obat penyekat beta
o Anjurkan melakukan perawatan kulit yang tepat (mis: melembabkan kulit kering pada kaki)
o Anjurkan program rehabilitasi vaskular
o Ajarkan program diet untuk memperbaiki sirkulasi (mis: rendah lemak jenuh, minyak ikan omega 3)
o Informasikan tanda dan gejala darurat yang harus dilaporkan (mis: rasa sakit yang tidak hilang saat istirahat, luka tidak sembuh, hilangnya rasa).
2. Manajemen sensasi perifer (I.06195)
Manajemen sensasi perifer adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola ketidaknyamanan pada perubahan sensasi perifer. Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen sensasi perifer berdasarkan SIKI, antara lain:
Observasi
o Identifikasi penyebab perubahan sensasi
o Identifikasi penggunaan alat pengikat, prosthesis, sepatu, dan pakaian
o Periksa perbedaan sensasi tajam atau tumpul
o Periksa perbedaan sensasi panas atau dingin
o Periksa kemampuan mengidentifikasi lokasi dan tekstur benda
o Monitor terjadinya parestesia, jika perlu
o Monitor perubahan kulit
o Monitor adanya tromboplebitis dan tromboemboli vena
Terapeutik
o Hindai pemakaian benda-benda yang berlebihan suhunya (terlalu panas atau dingin)
Edukasi
o Anjurkan penggunaan thermometer untuk menguji suhu air
o Anjurkan penggunaan sarung tangan termal saat memasak
o Anjurkan memakai sepatu lembut dan bertumit rendah
Kolaborasi
o Kolaborasi pemberian analgesik, jika perlu
o Kolaborasi pemberian kortikosteroid, jika perlu