Tari Layang tidak muncul begitu saja sebagai tarian bebas ia berasal dari ritual adat masyarakat nelayan pesisir Lamongan (Brondong, Paciran, dll.) yang dikenal sebagai “Tutup Layang”. Ritual ini sendiri adalah bagian dari tradisi sedekah bumi masyarakat pesisir yang dilakukan untuk mengucap syukur atas limpahan hasil laut (ikan dan rezeki laut lainnya) serta memohon keselamatan bagi para nelayan.
Tutup Layang secara harfiah berarti penutupan musim layang (musim ikan layang), sebuah penanda bahwa masa panen laut telah usai dan masyarakat mengakhiri periode tersebut dengan doa serta prosesi adat.
Ritual ini melibatkan doa, upacara adat, dan festivitas sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan keselamatan bagi para nelayan.
Tutup Layang bukan hanya sekadar pesta, tetapi juga mekanisme sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat Brondong dan sekitarnya melalui keterlibatan lintas kelompok sosial seperti nelayan, organisasi keagamaan, dan warga.
Rangkaian prosesi ini mencerminkan harmoni sosial dan saling toleransi dalam komunitas yang majemuk, karena ritual tersebut memberi ruang partisipasi luas dari warga dalam merayakan kemenangan atas hasil laut yang dicapai bersama.
Seiring waktu, bagian dari upacara Tutup Layang berkembang menjadi pertunjukan seni tari yang terstruktur, yakni Tari Layang. Dalam konteks ini, tarian mengekspresikan:
Rasa syukur dan penghormatan kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah.
Kebersamaan sosial dan kerukunan masyarakat pesisir yang kuat.
Suasana pesta perayaan setelah periode panen laut selesai.
Tarian ini biasanya disertai musik tradisional lokal dan gerakan yang diadaptasi dari ritual doa atau prosesi dalam Tutup Layang, sehingga tetap mempertahankan makna spiritual sekaligus estetika pertunjukan.
Dalam upacara Tutup Layang, tarian ini biasanya dibawakan bersama hiburan lain seperti tayuban, wayangan, dan campursari, menciptakan suasana budaya yang hangat dan meriah bagi peserta maupun penonton.
Tari Layang sendiri diorganisir sebagai bagian dari adat yang dipertahankan, sekaligus sebagai pementasan seni untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi muda supaya tidak hilang seiring modernisasi.
🔹 Tarian ini menjadi salah satu identitas budaya pesisir Lamongan, memperlihatkan bahwa wilayah pesisir memiliki warisan tradisi unik yang berbeda dari tari atu budaya yang berkembang di wilayah pedalaman atau agraris.
🔹 Dengan dipertahankannya Tari Layang dalam upacara adat dan kebudayaan lokal, masyarakat turut melestarikan warisan leluhur baik nilai spiritual maupun nilai sosial praktis dalam kehidupan komunal.