Festival Tumbas Jajan Latar Cendhani di Latar Cendhani, Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan lahir dari tradisi dan aktivitas sosial-budaya masyarakat setempat yang berkembang menjadi agenda tahunan yang ramai pengunjung.
Awal mula Latar Cendhani bukanlah festival besar sejak awal, melainkan kebiasaan masyarakat berjualan di sekitar pesarean Sunan Sendang Duwur salah satu tokoh wali yang sangat dihormati di Lamongan dan sekitar pondok pesantren. Warga sering berdagang setelah pengajian, sehingga area ini secara perlahan berkembang menjadi pasar mingguan yang ramai oleh pedagang dan pengunjung.
Festival ini berlangsung di Latar Cendhani, Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dan biasanya digelar pada hari Minggu Legi yaitu salah satu siklus pasaran dalam kalender Jawa yang dipilih karena memiliki makna budaya dan tradisi kuat di masyarakat setempat.
Dari kebiasaan pasar tradisional itu, masyarakat bersama pokdarwis, pemerintah desa, BUMDesa, dan para pelaku ekonomi kreatif setempat mengembangkan kegiatan ini menjadi festival kuliner bernama Festival Tumbas Jajan. Festival ini digelar setiap Minggu Legi yaitu salah satu siklus dalam kalender pasaran Jawa sebagai puncak pasar tradisional Latar Cendhani yang semakin tertata dan ramai.
Seiring waktu, Festival Tumbas Jajan semakin berkembang menjadi ajang yang menampilkan beragam jajanan tradisional khas Lamongan dan Jawa Timur, seperti gethuk, klepon, cenil, serabi, minuman tradisional, serta makanan lokal lainnya. Tidak hanya kuliner, beberapa lapak juga menjual kerajinan tangan dan produk lokal lain, sehingga festival ini menjadi wadah promosi UMKM dan usaha mikro warga desa. Festival ini juga menampilkan stan kerajinan lokal seperti batik khas desa, madu asli, rempah olahan, serta produk hasil bumi warga desa.
Kolaborasi antara warga, pokdarwis, pemerintah desa, dan beberapa pemangku kepentingan menjadikan festival ini semakin tertata baik. Misalnya pada penyelenggaraan terbaru telah dikenalkan sistem pembayaran digital berbasis QRIS, agar festival ini semakin mudah diakses terutama bagi generasi muda dan wisatawan masa kini. Sehingga pengunjung dapat melakukan transaksi dengan lebih modern dan efisien, memberikan pengalaman tradisional yang tetap relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.
Panitia festival menyediakan berbagai fasilitas menarik seperti:
Zona kuliner dan kerajinan yang luas
Wahana edukasi anak
Stand informasi dan area selfie spot
Acara ini turut diramaikan dengan pentas seni tradisional seperti musik gamelan dan angklung, memberikan suasana yang ramah keluarga dan edukatif.