Festival ini merupakan event budaya tahunan di Desa Sendangagung yang digelar di Watungkal Edupark Sendangagung (WES) untuk mengangkat potensi lokal melalui kuliner khas Sego Muduk serta kirab kostum kreatif bermotif Batik Sendangagung. Festival ini biasanya dimeriahkan dengan parade maskot batik, penyediaan ribuan porsi sego muduk gratis, serta pagelaran budaya untuk mempromosikan kuliner dan seni wastra lokal.
Festival ini lahir dari upaya masyarakat Desa Sendangagung untuk mengangkat dan melestarikan potensi budaya lokal terutama pada dua elemen yang menjadi ikon desa:
Sego Muduk kuliner khas berupa nasi muduk dengan lauk laut dan rempah khas pantura, yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh warga setempat.
Batik Sendangagung wastra/batik dengan motif khas yang menggambarkan identitas budaya desa dalam bentuk kain dan busana.
Festival ini bukan berasal dari ritual adat kuno, tetapi berkembang sebagai acara tahunan modern sejak sekitar awal tahun 2020-an ketika masyarakat desa bersama pemerintahan mulai memformalkan kegiatan Sego Muduk dan Batik Carnival sebagai satu paket event budaya yang diadakan secara berkala.
Pada awalnya kegiatan ini adalah perayaan komunitas desa yang sederhana, namun karena antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan pemerintah kabupaten, festival ini berkembang menjadi event budaya besar tahunan yang resmi dibuka oleh pejabat daerah seperti Wakil Bupati dan menarik ribuan pengunjung dari luar desa. Festival ini juga dipandang sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Pemerintah desa dan kabupaten memandang festival ini sebagai wadah promosi budaya, kuliner, dan UMKM lokal, karena mampu:
menampilkan kuliner khas yang autentik,
memamerkan batik lokal yang kreatif,
serta mendorong ekonomi kreatif warga setempat melalui pameran produk dan UMKM.
Festival ini menarik ribuan pengunjung lokal dan luar daerah karena daya tariknya yang interaktif mulai dari bazar UMKM, penyediaan ribuan porsi Sego Muduk gratis, hingga parade kreatif Batik Carnival. Pada penyelenggaraan 2025, festival ini menyediakan 1.000 porsi Sego Muduk gratis, yang menegaskan karakter festival rakyat.
Sego Muduk sendiri merupakan makanan khas Desa Sendangagung yang terdiri dari nasi hangat lengkap dengan lauk hasil laut pantura serta sambal rempah yang khas. Rasa dan cara penyajiannya menjadi simbol kehangatan masyarakat pesisir utara Lamongan. Festival ini menyediakan ratusan hingga ribuan porsi Sego Muduk gratis kepada pengunjung setiap tahun agar potensi kuliner ini tidak hanya dilestarikan tetapi juga dikenal lebih luas.
Selain kuliner, warga mengembangkan Batik Carnival sebagai bagian dari festival untuk memperkenalkan karya batik khas Sendangagung dengan motif yang sarat makna lokal. Motif-motif yang dipakai dalam parade beragam, seperti Bandeng Lele, Singomengkok, Namkatil, Kawung, Sekar Jagat, Rontal dan motif yang lain semuanya mencerminkan identitas geografis, sejarah, dan nilai sosial desa. Kostum yang dibawa dalam kirab batik ini menjadi panggung bagi kreativitas warga dan pengrajin batik lokal.
Selain menjadi ajang budaya regional, festival ini juga menjadi alat branding desa. Dengan nama Sendangagung Rapakat yang diluncurkan bersamaan dengan event ini, Sendangagung berupaya menjadi desa dengan identitas budaya yang kuat dan berdaya saing, tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional sebagai destination budaya.