Tari Caping Ngancak bukan tarian kuno turun-temurun, melainkan merupakan karya tari kreasi baru yang diciptakan dalam konteks kesenian kontemporer masyarakat Lamongan. Dan sering dibawakan pada acara budaya maupun lomba tari di tingkat regional maupun nasional. Ini berarti tarian ini sengaja dirancang secara artistik, bukan sebagai tarian ritual atau upacara adat lama yang diwariskan secara turun-temurun.
Tarian ini menggambarkan aktivitas petani padi dari menanam hingga panen, dengan gerakan yang kompak dan dinamis serta penggunaan caping sebagai simbol peran petani dalam kehidupan sehari-hari.
Penari biasanya mengenakan kostum tradisional dengan caping bambu topi khas petani dari anyaman bambu, sebagai simbol aktivitas agraris masyarakat Jawa Timur, khususnya di Lamongan. dan melakukan gerakan yang melambangkan berbagai fase bertani.
Inspirasi utama pembuatan Tari Caping Ngancak berasal dari kehidupan para petani di Lamongan. Kabupaten Lamongan adalah wilayah yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani padi di sawah. Aktivitas pertanian secara gotong-royong dari mulai menanam, merawat tanaman, hingga panen menjadi gambaran kehidupan sosial yang kuat di sana.
Dari observasi dan apresiasi terhadap dinamika kerja para petani inilah, tercetus ide untuk mengabadikan kehidupan tersebut lewat sebuah karya tari, sehingga lahirlah Tari Caping Ngancak.
Tarian ini diciptakan oleh beberapa seniman lokal, antara lain:
Tri Kristiani
Ninin Desinta
Purnomo
Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan kesenian yang unik dan khas untuk mewakili identitas budaya Lamongan, khususnya dalam kegiatan seni tari dan festival budaya.
Nama tarian ini sendiri memiliki makna simbolik yang erat dengan kehidupan petani:
Caping adalah topi tradisional dari anyaman bambu yang biasa dipakai oleh petani untuk melindungi diri dari panas matahari saat bekerja di sawah.
Ngancak dalam bahasa Jawa berarti bersama-sama/serempak, merujuk pada nilai kerja gotong-royong yang dilakukan para petani saat bekerja di sawah (misalnya menanam bersama atau mengurus sawah secara kolektif).
Jadi, nama Caping Ngancak sendiri menggambarkan aktivitas bertani yang dilakukan secara bersama-sama dengan perlengkapan khas petani, yaitu caping.
📍 Caping
Simbol identitas petani, kerja keras, dan kehidupan agraris yang menjadi dasar tema tarian.
📍 Ikat kepala & Rapek
Memberi nilai estetis dan seni pada tarian serta memberikan karakter visual yang kuat terhadap kostum penari sesuai konteks budaya desa/petani.
📍 Warna busana (merah/hijau)
Merah sering dipilih untuk menggambarkan semangat, tenaga, dan keberanian petani, sedangkan hijau melambangkan kesuburan sawah dan alam.