Wingko Babat adalah kue tradisional khas Indonesia berbahan dasar kelapa dan tepung ketan, yang sangat populer di pesisir utara Jawa. Meski sering diasosiasikan dengan wilayah lain, wingko sejatinya berasal dari Kelurahan/Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dan menjadi bagian penting dari identitas kuliner daerah ini. Keberadaan pabrik-pabrik wingko yang telah ada sejak lama menyerap tenaga kerja lokal dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.Β
Festival Gunungan Wingko Babat diselenggarakan di Lapangan Sawonggaling, Babat, Kabupaten Lamongan dan rutin digelar setiap tahun sebagai salah satu puncak kegiatan akhir tahun yang memadukan kuliner, budaya, dan ekonomi kreatif lokal.Β
Format acara yang unik yaitu gunungan wingko dipilih sebagai simbol kelimpahan dan kebersamaan. Pada festival, ribuan wingko disusun menyerupai tumpukan atau gunungan besar, kemudian dibagikan gratis kepada masyarakat yang hadir, seperti bagian dari perayaan bersama dan apresiasi terhadap makanan tradisional.Β
Festival Gunungan Wingko lahir dari inisiatif masyarakat Babat bersama Karang Taruna setempat, dengan tujuan utama untuk:
Mengangkat kembali popularitas Wingko Babat sebagai makanan khas yang asli dari Babat.
Mempromosikan produk wingko dan UMKM lokal agar dikenal lebih luas dan tidak hanya menjadi konsumsi sehari-hari saja.
Menegaskan kembali posisi Wingko Babat sebagai brand kuliner daerah, bahkan ada dorongan untuk mematenkan nama Wingko Babat agar identitasnya terjaga dan terlindungi.
Festival ini bukan sekadar tumpukan wingko, tetapi juga dilengkapi dengan:
Pameran dan bazar UMKM, termasuk produk kuliner dan kreatif.
Hiburan, jalan sehat, dan pertunjukan seni lokal yang membuatnya menjadi acara komunitas besar.
Interaksi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat luas, yang secara tidak langsung membantu meningkatkan ekonomi lokal.
Secara garis besar, Festival Gunungan Wingko Babat dibentuk sebagai perayaan kuliner lokal dan upaya pelestarian budaya makanan tradisional sekaligus media untuk memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya mereka sendiri. Dengan dukungan pemerintah daerah, festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekonomi kreatif dan memajukan UMKM kuliner di Babat dan Lamongan.Β
Gunungan Wingko
Atraksi utama festival adalah gunungan wingko setinggi sekitar 5 meter yang tersusun dari ribuan wingko (misalnya 5.850 buah dari 13 produsen lokal), kemudian dibagikan gratis kepada pengunjung sebagai bagian dari perayaan kebersamaan dan kegembiraan.Β
Kegiatan Pendukung
Selain prosesi gunungan, festival juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti:
π Hiburan pertunjukan seni dan budaya
π Senam dan jalan sehat
π Cooking class dan demo kuliner
π Bazar UMKM dari berbagai produk lokal
Semua ini menjadikan festival sebagai ajang hiburan keluarga sekaligus ruang promosi produk lokal.