Rapor Pendidikan 2025 SD Negeri Sukmajaya 2 menilai capaian pembelajaran, karakter, dan iklim sekolah untuk mengarahkan kebijakan pembelajaran mendalam yang berbasis data, inklusi, dan perbaikan berkelanjutan; rekomendasi utama adalah mengintegrasikan hasil rapor ke dalam rencana pembelajaran, pelatihan guru, dan monitoring terstruktur.
Meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis bukti memanfaatkan data rapor untuk menargetkan intervensi pembelajaran mendalam.
Memperkuat profil pelajar Pancasila dan karakter menindaklanjuti temuan karakter dan akhlak siswa.
Menjamin inklusi dan keselamatan belajar menurunkan kesenjangan akses dan meningkatkan iklim aman.
Data sekolah SDN Sukmajaya 2 tercatat sebagai sekolah negeri dengan sekitar 226–235 siswa dan akreditasi A, yang menjadi basis kapasitas implementasi program.
Kurikulum Merdeka dan Buku Panduan PPA 2025 format rapor dan asesmen mengikuti pedoman nasional terbaru untuk pembelajaran mendalam.
Rapor Pendidikan 2025 sebagai rujukan kebijakan temuan nasional (APS, literasi, numerasi) menjadi konteks untuk interpretasi data sekolah.
Audit data rapor lokal analisis capaian literasi, numerasi, karakter, dan iklim sekolah per rombongan belajar.
Analisis kebutuhan guru dan fasilitas identifikasi gap kompetensi guru, sumber belajar, dan infrastruktur.
Penilaian inklusi dan risiko peta siswa rentan, hambatan akses, dan faktor keselamatan.
Rancangan kurikulum adaptif berbasis proyek modul tematik yang mengaitkan literasi, numerasi, dan karakter melalui proyek nyata.
Model asesmen formatif dan portofolio rubrik kompetensi, penilaian autentik, dan dokumentasi pembelajaran mendalam.
Intervensi diferensiasi kelompok remedial, pengayaan, dan dukungan inklusif.
Pilot 6 bulan terfokus fase persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi dengan indikator terukur.
Pelatihan berkelanjutan untuk guru coaching, lesson study, dan pendampingan implementasi PPA.
Indikator pengukuran utama peningkatan skor literasi/numerasi, portofolio pembelajaran mendalam, partisipasi siswa, dan indikator iklim sekolah.
Siklus PDCA berbasis bukti Plan-Do-Check-Act setiap triwulan untuk menyesuaikan strategi.
Mekanisme umpan balik partisipatif forum siswa-orang tua-guru untuk refleksi dan perbaikan.
Perubahan kebijakan sekolah revisi jadwal, alokasi sumber daya, dan kebijakan inklusi berdasarkan hasil evaluasi.
Catatan penting gunakan data rapor sekolah sebagai starting point untuk intervensi yang spesifik; sesuaikan modul pembelajaran mendalam dengan kapasitas guru dan konteks lokal SDN Sukmajaya 2 (profil dan jumlah siswa).