SDN Sukmajaya 2 berdiri sejak tanggal 1 Agustus 1980 di Kawasan pemukiman yang beralamat di Jalan Warujaya no 2 rt 03 rw 21, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok dan merupakan salah satu sekolah yang termasuk dalam gugus 2 Bima sakti Kecamatan Sukmajaya Kota Depok dengan NSS 101026606051, NPSN 998877787 menempati lahan seluas 1500 m2. Dengan lahan tersebut, SDN Sukmajaya 2 memiliki 228 siswa dengan rombongan belajar 6 rombel. Lahan 792 m² sudah digunakan untuk membangun ruang belajar sebanyak 6 ruang kelas, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang guru , 1 dapur, 1 kantin, 1 perpustakaan, 3 toilet siswa,2 toilet guru dan UKS, ruang operator/TU, mushola.
Pada tahun 1980 diawali oleh Kepala Sekolah Bapak Suriadi kemudian Ibu Ganes, beliau pensiun dilanjutkan oleh Pak Murhasan selanjutnya bu Cahyani kemudian Bu Aisyah kemudian Ibu Dra Sair dan sekarang Bapak Opar Suparma, S.Pd, M.Si dari bulan Januari 2022 sampai sekarang Dalam pelaksanaan persiapan PKKS semua guru terlibat menyiapkan administrasi yang harus dipersiapkan untuk penilaian. Kerjasama yang solid antara Kepala Sekolah, guru dan komite sekolah. Komite sekolah membantu sampai pelaksanaan penilaian berlangsung, sarana prasarana yang harus dipersiapkan dibantu oleh komite dan korlas dalam mendekorasi ruangan. dirumuskan melalui rapat komite sekolah dipimpin oleh ketua komite Bapak Sadam di lingkungan sekolah berada .Dengan adanya kekompakan dari semua stakeholder yang begitu solid terlihat begitu indah suatu kebersamaan sehingga terjalin suatu kekeluargaan yang dapat dirasakan oleh warga sekolah SDN Sukmajaya 2.
Adapun prestasi siswanya selalu mengikuti lomba-lomba akademik maupun non akademik. Diantara kejuaraan yang diraih tahun ini juara 3 kec sukmajaya mengikuti lomba qosidah dalam rangka acara lomba pentas PAI virtual jenjang SD se-kota Depok. Selanjutnya dalam rangka akreditasi tahun 2019 dengan rata-rata nilai 93 dengan pringkat unggul.
SD Negeri Sukmajaya 2 merupakan sekolah dasar negeri yang telah berdiri sejak 1 Agustus 1980 dan beralamat di Jl. Warujaya No.02 RT.03 RW.21, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Sekolah ini berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah terakreditasi A (unggul) dengan nilai akreditasi mencapai 93/100 pada tahun 2019, dan tercatat sebagai salah satu sekolah rujukan di wilayahnya. Jumlah total peserta didik pada tahun pelajaran 2025/2026 mencapai 235 siswa, terdiri dari 113 siswa laki-laki dan 122 siswa perempuan, yang terdistribusi dalam 7 rombongan belajar (rombel). Manajemen sekolah saat ini dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Opar Suparma, S.Pd, M.Si, didukung oleh tim pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 11 orang serta operator sekolah. SD Negeri Sukmajaya 2 juga telah menerapkan prinsip sekolah sehari penuh (full day school) dalam lima hari belajar, memberikan ruang optimal untuk kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Sarana dan prasarana sekolah meliputi 6 ruang kelas (meskipun memerlukan pemeliharaan berkala), 1 perpustakaan, 1 ruang kepala sekolah, ruang guru, serta sarana pendukung lain seperti toilet siswa dan guru, ruang UKS, dapur, serta akses internet yang memadai. SD Negeri Sukmajaya 2 rutin meraih prestasi akademik dan non-akademik, baik di tingkat kecamatan maupun kota, dan telah diakui sebagai sekolah yang berperan aktif dalam lomba dan penguatan karakter, terutama melalui pembiasaan perilaku religius, gotong royong, dan literasi.
Profil SD Negeri Sukmajaya 2 Tahun Ajaran 2025/2026
Nama Sekolah; SD Negeri Sukmajaya 2
NPSN; 101026601051
NSS; 0228961
Jenjang Pendidikan; Sekolah Dasar (SD)
Status Sekolah; Negeri - Akreditasi A
Alamat; Jln. Warujaya Raya No.02 RW.21
Gugus; Gugus 2 Sukmajaya
Kelurahan; Mekarjaya
Kecamatan; Sukmajaya
Kode Pos; 16417
Kabupaten/Kota ; Kota Depok
Provinsi; Jawa Barat
Email ; Sdnsukmajaya2@gmail.com
Tahun Oprasional; Tahun 1980
No Ijin Oprasional; 1287/IV e/PK/11 Juli 1980
Status Tanah; Sertifikat Hak Guna Pakai Dinas Pendidikan Kota Depk
Nama BANK; BJB
Kurikulum; Kurikulum Merdeka
1. Profil Demografis dan Sosial Peserta Didik
SD Negeri Sukmajaya 2 pada tahun ajaran 2024/2025 tercatat memiliki 235–228 siswa, terdiri atas 113 siswa laki-laki dan 122 siswa perempuan. Komposisi ini memperlihatkan proporsi gender yang relatif seimbang dengan keunggulan jumlah siswa perempuan. Dari sisi usia, sebagian besar peserta didik berada pada rentang usia 7–12 tahun (206 siswa), dengan sejumlah kecil yang berumur lebih dari 12 tahun (29 siswa), cerminan dari adanya siswa yang mengulang atau mendapat penyesuaian kelas. Dari segi agama, mayoritas besar siswa beragama Islam (112 laki-laki, 118 perempuan), sementara beberapa siswa berasal dari latar Kristen, Katolik, dan agama lain yang membentuk heterogenitas keyakinan dalam suasana sekolah.
Keberadaan siswa dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, sebagaimana tercermin dari program dukungan pendidikan dan akses fasilitas, menunjukkan bahwa . SDN Sukmajaya 2 berfungsi sebagai institusi pendidikan publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat lingkungannya.
Secara visual, perbandingan jumlah siswa per jenjang dapat dilihat pada grafik batang berikut:
Grafik menunjukkan distribusi siswa di setiap kelas, dengan Kelas 1 — 44 siswa; Kelas 2 — 41 siswa; Kelas 3 — 39 siswa; Kelas 4 — 35 siswa; Kelas 5 — 38 siswa; Kelas 6 — 38 siswa. Terdapat kecenderungan distribusi siswa yang stabil antar tingkat kelas, menandakan bahwa kasus putus sekolah atau lonjakan siswa tidak terlalu signifikan.
Analisis demografis ini penting untuk menyusun pola intervensi khusus, terutama dalam upaya pemerataan pendidikan, pelaksanaan program inklusif, serta strategi pengembangan karakter dan prestasi siswa yang berorientasi pada kebutuhan nyata setiap kelompok usia dan latar sosial.
2. Pencapaian Akademik Peserta Didik
Pencapaian akademik SDN Sukmajaya 2 tercermin dari hasil asesmen pembelajaran internal dan nasional, serta capaian Rapor Pendidikan Daerah (PBD). Pada tahun 2025, pencapaian literasi rata-rata mencapai nilai 85,00 (kategori Baik), sedangkan capaian numerasi rata-rata 75,00 yang juga masuk kategori Baik dengan kecenderungan meningkat dari tahun sebelumnya berkat pelaksanaan intervensi khusus di bidang numerasi dasar
Pendidikan di SDN Sukmajaya 2 juga terfokus pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada seluruh jenjang. Asesmen dilakukan secara terencana, dengan pendekatan formatif dan sumatif, serta memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Proses asesmen ini bertujuan untuk:
Memantau proses pembelajaran dan kemajuan kompetensi siswa.
Memetakan kebutuhan pengayaan dan remedial secara adil.
Menerapkan evaluasi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Data capaian siswa dideskripsikan tidak hanya dalam bentuk angka, tetapi juga narasi perkembangan kompetensi dan karakter, sesuai ketentuan laporan Kurikulum Merdeka. Nilai rata-rata minimal 75 ditetapkan sebagai standar kelulusan, dan trend capaian siswa pada rapor pendidikan menunjukkan pencapaian yang konsisten di atas rata-rata kota dan provinsi.
Pengayaan dalam bentuk ekstrakurikuler juga berkontribusi pada capaian non-akademik siswa. Contohnya, prestasi pada lomba Qasidah tingkat Kecamatan, serta keikutsertaan siswa pada lomba-lomba sains, seni, dan olahraga di tingkat Kota Depok.
3. Aspek Karakter, Disiplin, dan Partisipasi Peserta Didik
Pembangunan karakter menjadi identitas kuat SDN Sukmajaya 2 sebagaimana diarahkan dalam dimensi Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Budaya sekolah yang dibangun mencakup kejujuran, disiplin, gotong royong, toleransi, dan hormat terhadap keberagaman. Hal ini tercermin dalam rutinitas apel pagi, sholat berjamaah, 5S (Senyum, Sapa, Salam, Santun, Sopan), serta program pembiasaan beribadah sebagai bagian dari kultur sekolah yang diperkuat.
Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Bhineka Tunggal Ika” pada tahun ajaran terakhir menjadi sorotan karena mampu menanamkan nilai toleransi, kemandirian, kepemimpinan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Gelar karya P5 SDN Sukmajaya 2 yang melibatkan ratusan siswa dalam berbagai pameran kreativitas berhasil menampilkan karya inovatif, mengasah keterampilan sosial dan kemandirian siswa.
Disiplin tercermin dalam penerapan aturan dan tata tertib sekolah yang ketat dan edukatif, dengan reward bagi siswa berprestasi dan punishmen terstruktur bagi pelanggaran. Setiap upacara bendera selalu diinformasikan penghargaan bagi siswa teladan serta kebersihan kelas sebagai penunjang budaya disiplin dan partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.
4. Kebutuhan Khusus dan Dukungan Pembelajaran Siswa
SDN Sukmajaya 2 menerapkan pendidikan inklusif dengan menerima siswa berkebutuhan khusus dan memastikan mereka terfasilitasi dalam pembelajaran. Sekolah menyediakan sistem pendampingan dan pembimbingan individu untuk peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) secara kolaboratif antara wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan (bila perlu) psikolog. Tujuan dari program ini adalah mendorong setiap anak mengembangkan potensinya secara optimal dalam lingkungan yang setara dan mendukung Namun, tantangan masih dihadapi terkait kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran yang diferensiatif, keterbatasan fasilitas khusus untuk PDBK, serta kebutuhan penguatan kebijakan internal tentang pendidikan inklusi. Pengalaman sekolah inklusi lain di Indonesia menegaskan kebutuhan akan pelatihan intensif bagi guru, penambahan guru pendamping, serta internalisasi sikap inklusif di kalangan seluruh siswa reguler untuk membangun lingkungan belajar yang benar-benar inklusif. Implementasi di SDN Sukmajaya 2 telah dimulai, namun perlu peningkatan pada aspek pelatihan dan dukungan fasilitas.
5. Motivasi dan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran
Motivasi belajar siswa di SDN Sukmajaya 2 terjaga melalui penciptaan suasana pembelajaran yang nyaman, interaktif, dan berbasis teknologi (meskipun masih terbatas). Guru diharapkan memberikan apresiasi atas capaian dan usaha siswa, baik dalam bentuk pujian maupun reward lain yang dapat meningkatkan self-esteem siswa dan mendorong pencapaian lebih tinggi.
Metode pembelajaran kooperatif seperti inkuiri, PBL (Project Based Learning), diskusi kelompok, serta pengembangan media interaktif menjadi bagian dari strategi untuk menjaga antusiasme dan keterlibatan aktif siswa. Partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler—program pramuka dan UKS diwajibkan untuk semua siswa— menambah cakupan pengalaman sosial dan kepemimpinan yang mendukung motivasi intrinsik belajar anak.
Aspek yang sudah berjalan baik: pembinaan karakter dan disiplin, pelaksanaan kurikulum merdeka dan asesmen yang adil, penjenjangan program literasi-numerasi, serta motivasi belajar berbasis partisipasi aktif.
Aspek yang perlu perbaikan: akses dan fasilitas pendidikan inklusi, pembinaan kapasitas guru dalam manajemen kelas inklusif, penguatan program remedial dan pengayaan berbasis data capaian siswa, serta penambahan inovasi pembelajaran berbasis digital.
Pendidik dan tenaga kependidikan di SD Negeri Sukmajaya 2 memiliki kemampuan penguasaan bidang teknologi informasi yang baik. Hal ini berpengaruh positif terhadap proses pembelajaran paradigma baru dan kegiatan digitalisasi sekolah. Sekitar 11,11% Pendidik dan Tenaga pendidik merupakan penduduk lokal Kelurahan Mekarjaya Ini sangat mendukung dalam membangun kedekatan emosional dan komunikasi dengan peserta didik.
Ditinjau dari letak geografis, Kelurahan Mekarjaya khususnya di SD Negeri Sukmajaya 2, dekat dengan pantai sehingga peserta didik, sebagian besar merupakan penduduk di pesisir pantai. Ini membentuk karakter peserta didik mempunyai kemampuan dasar tentang laut dan ekosistemnya, serta kemampuan berenang. Selain dekat dengan pantai, Kelurahan Mekarjaya juga dilatarbelakangi persawahan, sehingga penting bagi sekolah untuk menanamkan karakter mencintai lingkungan.
Letak geografis tersebut membentuk latar belakang sosial yang beragam. Hal ini membuat masyarakat yang dekat dengan persawahan mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani dan masyarakat yang tinggal di pusat kecamatan sebagian besar bekerja di kantor swasta atau pemerintahan. Ini membentuk karakteristik murid yang beragam baik di kemampuan kognitif maupun psikomotor.
Mayoritas murid beragaman Hindu, namun tetap menghargai keragaman dalam agama dan keyakinan. Kelurahan Mekarjaya memiliki latar sosial budaya yang beragam. Letak geografis desa berada di dekat pantai dan persawahan, hal ini berpengaruh terhadap mata pencaharian penduduk di sekitarnya. Selain latar belakang sosial yang beragam, diperkaya juga dengan kebudayaan yang melekat sejak dahulu dan kini menjadi kearifan lokal Kota Depok yaitu makepung. Keragaman budaya serta letak geografis tersebut juga dapat menarik wisatawan asing untuk datang ke Kelurahan Mekarjaya. Hal ini memungkinkan berkembangnya bidang pariwisata.
Maka dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan, karakteristik murid dengan keragaman kemampuan dan latar belakang sosial menjadi pertimbangan utama agar terwujud pendidikan yang berkeadilan dalan kebhinekaan.
1. Profil Pendidik: Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi Guru
Tenaga pendidik SDN Sukmajaya 2 pada tahun ajaran 2024/2025 terdiri dari 9–11 guru, dengan rasio siswa per guru rata-rata 1:25 hingga 1:33, yang telah memenuhi standar minimal nasional meskipun relatif tinggi untuk optimalisasi pembelajaran individual. Secara komposisi, terdapat 4 guru PNS, 1 honor, dan 3 tenaga sukarela lainnya, dengan gender relatif seimbang (5 laki-laki, 6 perempuan). Kualifikasi pendidikan mayoritas sudah setara S1, namun perlu dicatat 1 orang guru belum memenuhi syarat minimum, dan masih ada guru yang belum tersertifikasi penuh.
Struktur ini menunjukkan bahwa SDN Sukmajaya 2 telah berupaya menjaga standar profesionalisme pendidikan, namun beban kerja guru di kelas besar dan jumlah rombongan belajar (7 rombel, 6 ruang kelas) menyebabkan penyusunan jadwal dan pengelolaan kelas kurang ideal.
2. Implementasi Program Sekolah Penggerak: Dampak pada Kinerja Guru
Sebagai sekolah penggerak, SDN Sukmajaya 2 menerapkan paradigma baru pembelajaran yang berpihak pada murid dengan menekankan pembelajaran berdiferensiasi, proyek penguatan karakter (P5), dan integrasi Kurikulum Merdeka di semua kelas.
Implementasi program ini telah memberikan dorongan penting pada kinerja guru, terutama dalam area berikut:
Guru memperoleh pelatihan rutin tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran inovatif, termasuk penyusunan modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka.
Guru diberi keleluasaan mengembangkan pembelajaran sesuai konteks, dengan monitoring dan evaluasi berkala oleh kepala sekolah dan tim penggerak.
Pendampingan teknis dilakukan secara sistematis, termasuk kegiatan workshop kurikulum tingkat satuan pendidikan secara kolaboratif bersama guru dari sekolah lain di Sukmajaya.
Profesionalisme guru meningkat, sebagaimana terlihat dari komitmen dalam menyelenggarakan gelar karya P5, pelibatan aktif dalam pelatihan dan pengembangan, serta peningkatan kemampuan dalam asesmen kompetensi murid.
Namun demikian, tantangan utama masih berupa adaptasi guru senior pada paradigma pembelajaran baru, keterbatasan waktu pelatihan, serta kebutuhan pelatihan lanjutan khusus untuk pembelajaran inklusif dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.
3. Pelatihan dan Pengembangan Profesional Tenaga Kependidikan
Program pelatihan diadakan secara reguler, baik melalui fasilitasi pemerintah maupun inisiatif internal sekolah. Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan bersama sekolah sekitar merupakan praktik baik dalam membangun jejaring profesionalisme dan pertukaran pengalaman inovatif, dipandu langsung oleh pengawas pembina kecamatan.
Topik pelatihan yang telah dilaksanakan meliputi pembelajaran berdiferensiasi, asesmen otentik, pemanfaatan media digital, serta penyesuaian pembelajaran untuk siswa berkebutuhan khusus. Namun, beberapa kendala dalam pelatihan, di antaranya:
Keterbatasan waktu guru akibat beban mengajar penuh.
Minimnya pelatihan secara mendalam pada isu pendidikan inklusif dan penanganan siswa dengan kebutuhan khusus.
Kurangnya fasilitas daring untuk pelatihan berbasis TIK, sehingga transfer pengetahuan terkadang kurang optimal
Dari segi pengembangan tenaga kependidikan non-guru, operator sekolah dan tenaga administrasi mendapatkan penguatan kapasitas administrasi dan pelaporan berbasis digital, namun masih diperlukan pelatihan manajemen data dan pelaporan sekolah berstandar nasional.
4. Pengelolaan dan Evaluasi Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan
Sistem pengelolaan dan penilaian kinerja guru di SDN Sukmajaya 2 mengikuti kebijakan nasional dengan platform digital, yang terdiri dari beberapa tahapan: pemutakhiran data, perencanaan kinerja, pelaksanaan, penilaian, hingga pengembangan kompetensi. Evaluasi kinerja tahunan guru menjadi acuan untuk refleksi, pengembangan, serta dasar perencanaan beban kerja dan pemberian reward atau intervensi.
Evaluasi kinerja melibatkan indikator berikut:
Perencanaan pembelajaran yang berbasis silabus dan kebutuhan riil siswa.
Penguasaan materi dan inovasi pembelajaran.
Pengelolaan kelas yang efektif dan inklusif.
Penilaian otentik dan berkelanjutan.
Sikap profesional, komunikasi, dan kontribusi pada lingkungan sekolah.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui refleksi, penelitian tindakan kelas, dan kolaborasi profesional.
Hasil evaluasi kinerja digunakan untuk perbaikan berkelanjutan dan menjadi dasar prioritas pelatihan guru selanjutnya. Namun, tantangan yang masih dihadapi meliputi persepsi guru terhadap evaluasi formal yang terkadang belum sepenuhnya dimaknai sebagai alat refleksi dan pengembangan diri, serta keterbatasan waktu untuk memenuhi seluruh dokumen administrasi penilaian kinerja.
5. Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah
Kepala Sekolah SDN Sukmajaya 2, Bapak Opar Suparma, memiliki pengalaman manajerial dan komitmen pada peningkatan mutu, serta telah sukses mendorong partisipasi aktif semua pemangku kepentingan (guru, komite sekolah, orang tua, pengawas, dan masyarakat) dalam setiap program sekolah.
Manajemen partisipatif terlihat pada proses penyusunan dokumen penting sekolah (RKAS, dokumen kurikulum, hingga tata tertib), implementasi program P5, serta pelaksanaan kegiatan internal maupun eksternal sekolah. Kolaborasi antara kepala sekolah dan komite, didukung pengawas pembina, membentuk budaya sekolah yang solid dan inovatif, sekaligus mampu mengomunikasikan dan menindaklanjuti temuan-temuan Rapor Pendidikan ke dalam program nyata.
Aspek yang sudah berjalan baik: komitmen kepala sekolah pada perubahan dan inovasi, pelibatan aktif warga sekolah dalam proses perencanaan, pelatihan guru periodik, evaluasi kinerja sistematis.
Aspek yang perlu perbaikan: optimalisasi pembagian beban kerja guru, pendekatan coaching untuk guru yang kesulitan adaptasi, penguatan sistem pelatihan inklusi, dan pemantauan berkelanjutan terhadap dampak implementasi Kurikulum Merdeka serta program digitalisasi sekolah.
Berdasarkan tabel di atas, dari segi sarana dan prasarana SD Negeri Sukmajaya 2 memiliki fasilitas cukup memadai dalam mendukung kegiatan pembelajaran, sehingga pendidik merasa nyaman, dapat memberikan pembelajaran yang berpihak pada murid dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Berikut adalah analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada pengembangan kurikulum dan pembelajaran serta pelaksanaan program pada SD Negeri Sukmajaya 2
1. Kondisi Ruang Kelas dan Fasilitas Pembelajaran
SDN Sukmajaya 2 menempati lahan seluas 1500 m² dengan 792 m² sudah dimanfaatkan sebagai bangunan belajar. Terdapat 6 ruang kelas (untuk 7 rombongan belajar), 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 perpustakaan, 1 dapur, 1 kantin, ruang operator, mushola, 3
toilet siswa, 2 toilet guru dan UKS, serta beberapa ruang penunjang lain
Namun, seluruh ruang kelas laporan terakhir berada dalam kondisi rusak ringan, menandakan kebutuhan mendesak untuk renovasi ringan hingga sedang agar tercapai standar kenyamanan dan keamanan pembelajaran yang optimal. Rasio siswa per ruang kelas lebih tinggi dari ideal nasional (39 siswa/kelas) mengingat kapasitas ruang yang seharusnya diperuntukkan maksimal 32–36 siswa/kelas.
Ketersediaan ruang khusus seperti laboratorium IPA, bahasa, dan komputer belum tersedia, perpustakaan berfungsi namun per tahun terakhir membutuhkan pembaruan koleksi dan pemeliharaan fasilitas pendukung pembelajaran literasi.
2. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sekolah
Penerapan teknologi di SDN Sukmajaya 2 masih sangat terbatas. Sekolah sudah memiliki jaringan internet berbasis fiber optik XL/3 (Tri), namun penggunaannya belum merata ke setiap ruang kelas, sehingga pembelajaran berbasis TIK baru berjalan terbatas pada pelatihan, administrasi, dan penggunaan perangkat sederhana dalam pembelajaran tertentu
Sekolah telah mulai mengintegrasikan sistem digital untuk administrasi dan asesmen, serta mendorong pemanfaatan platform digital nasional (PMM) untuk refleksi aktivitas pembelajaran tingkat guru. Remedial dan pengayaan bagi siswa juga diarahkan menggunakan metode blended learning, tetapi keterbatasan perangkat individu (tablet/laptop siswa) dan jaringan menghambat optimalisasi.
Perluasan pemanfaatan teknologi menjadi agenda prioritas dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun mendatang.
Sanitasi, Kebersihan, dan Kesehatan Lingkungan Sekolah
Sarana sanitasi terdiri atas 2 toilet siswa dan 2 toilet guru, seluruhnya dilaporkan dalam kondisi rusak ringan, tidak ada toilet yang terklasifikasikan baik saat audit tahun 2025. Jumlah toilet ini tidak ideal untuk kebutuhan siswa yang lebih dari 200 orang, mengingat rekomendasi Kemenkes rasio toilet: siswa seharusnya minimal 1:40 untuk toilet duduk dan 1:20 untuk toilet jongkok.
Kondisi toilet menjadi perhatian utama stakeholders, dan telah diusulkan sebagai prioritas revitalisasi dalam perencanaan berbasis data tahun ini, sejalan dengan hasil monitoring sarana prasarana sekolah-sekolah di Sukmajaya oleh Lurah setempat. Kebersihan lingkungan sekolah tetap dijaga secara rutin melalui sistem piket siswa dan didukung kegiatan “Green & Clean”, tetapi sarana pendukung kebersihan masih perlu penambahan (tempat cuci tangan, tempat sampah terpilah, sabun cuci tangan).
Kesehatan lingkungan didukung dengan keberadaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) meski ruangannya memerlukan revitalisasi dan alat kesehatan dasar tambahan.
3. Keamanan dan Kenyamanan Infrastruktur Sekolah
Aspek keamanan dan kenyamanan dibangun melalui desain lingkungan sekolah yang rindang, pagar permanen, dan penempatan ruang guru/kerja strategis. Namun, keluhan utama pada kenyamanan disebabkan oleh ruang kelas yang padat dan ventilasi yang belum optimal di beberapa ruang belajar. Penanganan risiko kebakaran dan aksesibilitas keluarmasuk darurat sudah memenuhi standar minimal, namun perlu simulasi serta penambahan signage evakuasi.
Gangguan keamanan lingkungan dari luar relatif minimal akibat lingkungan permukiman yang kondusif serta pemantauan aktif oleh Komite Sekolah dan masyarakat. Upaya inovatif pada aspek kenyamanan, seperti penghijauan melalui program “Green & Clean” dan penciptaan sudut baca luar ruang, memberikan suasana ramah anak meski dengan sarana terbatas.
4. Pedoman Perencanaan Berbasis Data dan Template Laporan
Perencanaan pengembangan sarana prasarana di SDN Sukmajaya 2 telah mengikuti prinsip Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai ekosistem pengambilan keputusan berbasis bukti. Data dari Rapor Pendidikan, hasil asesmen nasional, serta hasil survei kebutuhan warga sekolah dijadikan dasar untuk mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi prioritas.
Tahapan PBD yang diterapkan meliputi:
Identifikasi kondisi nyata capaian sarana prasarana.
Refleksi akar masalah, seperti ketidakcukupan ruang kelas/toilet.
Penyusunan rencana aksi dengan alternatif solusi (renovasi, penambahan ruang, optimalisasi waktu penggunaan fasilitas).
Penetapan prioritas program dalam RKAS, dengan evaluasi berkala menggunakan indikator output: Rasio siswa per kelas/toilet, skor kepuasan warga sekolah, serta perubahan capaian hasil belajar siswa.
Implementasi PBD telah mendorong efisiensi penggunaan anggaran sekolah dan transparansi dalam proses eksekusi pengadaan sarana prasarana, meski tantangan data literasi dan keterbatasan akses internet sempat menjadi kendala pada tahap awal. Hal ini dapat menjadi best practice bagi sekolah sejenis di lingkungan Kota Depok
5. Analisis Perbandingan dengan Rapor PBD Sekolah Penggerak Berprestasi
Sebagai benchmark, capaian SDN Sukmajaya 2 dibandingkan dengan sekolah penggerak lain menunjukkan skor yang kompetitif. Nilai capaian Standar Nasional Pendidikan di Rapor Mutu Pendidikan sebesar 6,71, lebih tinggi dari rata-rata Kota Depok (6,49), Provinsi Jawa Barat (6,5), dan nasional (6,52) .
SDN Sukmajaya 2 unggul terutama pada capaian literasi, numerasi, dan penguatan karakter Pancasila, namun menghadapi tantangan besar pada ketersediaan dan kualitas sarana kelas serta sanitasi dibandingkan sekolah peraih predikat sejenis yang memiliki rasio ruang kelas lebih ideal dan laboratorium learning support yang lebih lengkap