Program Adiwiyata SD Negeri Sukmajaya 2 bertujuan menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan hidup yang berwawasan, partisipatif, dan berkelanjutan, terintegrasi dengan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi siswa dan kualitas lingkungan sekolah.
Meningkatkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan membentuk budaya peduli lingkungan di kalangan siswa, guru, dan orang tua.
Mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke pembelajaran mendalam proyek berbasis masalah yang menggabungkan literasi, sains, dan kewirausahaan hijau.
Mewujudkan pengelolaan sarana sekolah ramah lingkungan pengelolaan sampah, hemat energi, dan kantin sehat sebagai laboratorium praktik.
Program ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata dan pedoman pelaksanaan Adiwiyata yang menjadi rujukan nasional untuk Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di sekolah.
Audit lingkungan sekolah inventarisasi sampah, energi, air, dan kondisi hijau sekolah.
Analisis kapasitas pembelajaran asesmen kompetensi guru, koleksi perpustakaan, dan fasilitas laboratorium mini.
Survei partisipasi dan kebutuhan komunitas keterlibatan orang tua, komite sekolah, dan mitra lokal.
Rencana kurikulum integratif modul tematik Adiwiyata yang menggabungkan PBL (Project Based Learning) dan asesmen portofolio.
Struktur kegiatan praktis bank sampah, kebun sekolah, program hemat energi, dan kantin sehat berbasis produk lokal.
Sistem tata kelola tim Adiwiyata sekolah, SOP pengelolaan lingkungan, dan mekanisme pelaporan.
Pilot 6 bulan terukur fase persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan pameran hasil proyek siswa.
Pelatihan dan pendampingan capacity building guru, pelatihan pengelolaan sampah, dan workshop kewirausahaan hijau.
Kolaborasi multi-pihak dinas lingkungan, LSM, perguruan tinggi, dan UMKM lokal.
Indikator kuantitatif pengurangan sampah (%) , jumlah pohon ditanam, kunjungan perpustakaan lingkungan, dan partisipasi siswa.
Indikator kualitatif perubahan sikap siswa, kualitas portofolio proyek, dan kepuasan komunitas sekolah.
Monitoring rutin laporan bulanan dan dashboard triwulan untuk evaluasi.
Refleksi berkala forum evaluasi melibatkan siswa, guru, orang tua, dan mitra setiap triwulan.
Perbaikan berbasis bukti revisi modul, SOP, dan alokasi sumber daya sesuai hasil monitoring.
Tindak lanjut berkelanjutan integrasi hasil ke Rencana Kerja Sekolah, pengajuan Adiwiyata tingkat kabupaten/provinsi, dan program pembelajaran mendalam lanjutan.