Kurikulum Satuan Pendidikan SD Negeri Sukmajaya 2 mengadopsi Kurikulum Merdeka dan dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran mendalam, literasi, numerasi, karakter, dan praktik inklusif sesuai kapasitas sekolah serta data rapor pendidikan lokal.
Meningkatkan kompetensi holistik siswa menggabungkan literasi, numerasi, karakter, dan keterampilan abad 21 melalui proyek nyata.
Mewujudkan pembelajaran mendalam fokus pada pemahaman konsep, transfer pengetahuan, dan refleksi metakognitif.
Menjamin inklusi dan keselamatan akses untuk semua siswa dan lingkungan sekolah ramah anak.
Kurikulum Merdeka sebagai kerangka kurikulum nasional yang memberi fleksibilitas muatan lokal dan penguatan profil pelajar Pancasila.
Panduan Rapor Pendidikan 2025 dan kebijakan akreditasi menjadi acuan penetapan target dan indikator mutu.
Profil Sekolah dan Penyesuaian Berdasarkan Data
SD Negeri Sukmajaya 2 adalah sekolah negeri berdiri sejak 1980, berstatus akreditasi A, dengan ±226–235 siswa dan tenaga pendidik profesional sekolah telah mengadopsi Kurikulum Merdeka dan menunjukkan capaian literasi yang kuat serta area peningkatan pada numerasi dan kualitas pembelajaran.
Audit capaian pembelajaran analisis rapor, asesmen diagnostik literasi dan numerasi, portofolio siswa.
Audit sumber daya ketersediaan guru, perpustakaan, laboratorium mini, dan sarana inklusi.
Analisis konteks lokal aspirasi orang tua, mitra komunitas, dan peluang pembelajaran berbasis proyek.
Kerangka tematik terintegrasi unit pembelajaran berbasis proyek yang mengaitkan mata pelajaran, literasi fungsional, dan kewirausahaan sekolah.
Model pembelajaran mendalam inquiry learning, project based learning, dan pembelajaran reflektif dengan rubrik kompetensi jelas.
Diferensiasi dan inklusi strategi scaffolding, adaptasi materi multi-sensori, dan peer support.
Fase pilot 6 bulan modul tematik, jadwal integrasi perpustakaan, dan kegiatan pameran hasil belajar.
Pengembangan profesional guru lesson study, coaching, dan pendampingan asesmen autentik.
Kolaborasi eksternal perguruan tinggi, dinas pendidikan, dan mitra komunitas.
Indikator kuantitatif skor literasi, skor numerasi, jumlah proyek tuntas, dan partisipasi siswa.
Indikator kualitatif kualitas portofolio, observasi kelas, dan umpan balik orang tua.
Monitoring terstruktur laporan triwulan dan dashboard sekolah.
Siklus PDCA Plan Do Check Act setiap triwulan untuk menyesuaikan RPP, sumber belajar, dan intervensi.
Forum partisipatif refleksi bersama guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah untuk menetapkan perubahan berbasis bukti.
Integrasi ke RKS hasil supervisi dan rapor dijadikan dasar alokasi sumber daya dan perencanaan jangka menengah.