Program Supervisi 2025 SD Negeri Sukmajaya 2 adalah rencana supervisi berbasis data untuk meningkatkan pembelajaran mendalam, kualitas pengajaran, dan iklim sekolah ramah anak melalui siklus supervisi ilmiah, pelatihan, dan tindak lanjut berbasis bukti. Fokus utama peningkatan literasi, numerasi, inklusi, dan praktik pembelajaran berbasis proyek.
Meningkatkan kualitas pembelajaran mendalam memperkuat praktik PBL, asesmen autentik, dan portofolio.
Meningkatkan kompetensi guru coaching, lesson study, dan supervisi klinis.
Memperkuat iklim sekolah ramah anak pencegahan kekerasan, inklusi, dan partisipasi siswa.
Mengacu pada kebijakan Kurikulum Merdeka dan pedoman supervisi dinas pendidikan; data identitas sekolah (NPSN 20228961) dan profil SDN Sukmajaya 2 mendukung perencanaan berbasis konteks.
Audit data rapor dan profil sekolah analisis capaian literasi 83,33%, numerasi 66,67%, dan kualitas pembelajaran 63% sebagai baseline.
Observasi kelas terstruktur rubrik observasi pembelajaran mendalam, interaksi, dan penggunaan sumber belajar.
Survei stakeholder guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah untuk kebutuhan pelatihan dan hambatan implementasi.
Kerangka supervisi ilmiah 3 tahap Pra-supervisi (diagnosis), Supervisi (observasi & coaching), Pasca-supervisi (evaluasi & tindak lanjut).
Instrumen supervisi standar rubrik PBL, checklist inklusi, dan format portofolio siswa.
Jadwal 12 bulan terukur triwulan dengan target perbaikan terukur.
Pelatihan awal 2 minggu fasilitator, lesson study, dan teknik asesmen autentik.
Supervisi klinis mingguan observasi langsung, umpan balik tertulis, dan coaching satu-satu.
Kolaborasi eksternal dinas pendidikan, pakar PBL, dan mitra komunitas.
Indikator kuantitatif peningkatan skor literasi/numerasi, jumlah praktik PBL, frekuensi observasi, dan partisipasi siswa; gunakan baseline sekolah untuk target.
Indikator kualitatif kualitas RPP, portofolio, dan umpan balik guru/siswa.
Laporan triwulan dashboard sederhana untuk pemantauan.
Sesi refleksi triwulan forum guru-siswa-orang tua untuk evaluasi hasil dan hambatan.
Siklus PDCA revisi RPP, modul pelatihan, dan kebijakan sekolah berdasarkan bukti.
Tindak lanjut konkret program mentoring lanjutan, alokasi sumber belajar, dan penyesuaian beban kerja guru.
Catatan kontekstual SDN Sukmajaya 2 adalah sekolah negeri di Depok dengan akreditasi A dan sekitar 235 siswa; gunakan data ini sebagai dasar target dan kapasitas implementasi