BANTU KURANGI GAS RUMAH KACA DENGAN SOLUSI ZERO WASTE
Sebanyak 90% emisi gas rumah kaca (GRK) dari sampah bisa dikurangi hanya dengan menerapkan prinsip pengumpulan sampah terpilah dan pengomposan. Fakta ini terungkap pada laporan hasil penelitian yang bertajuk Zero Waste to Zero Emission. Penelitian ini dilakukan oleh Global Alliance of Incinerator Alternative (GAIA) bersama dengan lembaga-lembaga lainnya yang berada di 8 kota dari berbagai penjuru dunia, salah satunya adalah Kota Bandung yang berkolaborasi dengan Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB).
Temuan ini dipaparkan oleh David Sutasurya (YPBB) bersama dengan Siti Khodijah (DLH Kota Bandung), dan Doun Moon (GAIA) dalam sebuah Konferensi Pers yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 November 2022 di Hotal Abisha, Denpasar, Bali.
Berita terkait dapat anda simak pada media berikut :
Mengelola Sampah Tanpa Bakar, Cara Mudah Pengendalian Emisi : klik di sini
Studi Kasus di Bandung, Zero Waste Kurangi Emisi Karbon Sebesar 10 Persen : klik di sini
Pengelolaan Sampah TPPAS Legok Nangka Bisa Mematikan Gerakan Kang Pisman : klik di sini
Selain konferensi pers, Zero Waste Cities YPBB juga menyelenggarakan talk show yang menghadirkan peneliti di tim Riset Zero Waste Cities yang terlibat dalam penelitian dampak emisi GRK dari sampah terhadap pemanasan global di Kota Bandung, Fictor Ferdinand (YPBB).
"Dua kunci dari pengelolaan sampah yang bisa mengurangi emisi karbon dari cara kita menangani sampah yaitu dengan melakukan daur ulang dan pengurangan dari sumber (source reduction)." Ujar Fictor Ferdinand saat pemaparannya mengenai hasil riset.
Talk Show tersebut juga dihadiri oleh Muhammad Reza, Manajer Kota Zero Waste Cities di Kota Bandung, dan Isna Muflichah, Koordinator Tim Program Alternative Delivery System (ADS) YPBB.
Capaian Zero Waste Cities
Dimulainya program Zero Waste Cities di RW 1 Desa Gudang pada awal tahun 2022, menjadi permulaan bagi Kabupaten Sumedang dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis solusi Zero Waste. Sistem pengumpulan sampah terpilah dan juga pengomposan secara rutin dijalankan dan memberikan dampak yang cukup baik bagi pengurangan sampah menuju TPA di RW 1 Desa Gudang.
Sepakatnya penerapan sistem berbasis solusi Zero Waste ini diikat dengan penandatangan Nota Kesepakatan yang dilakukan pada hari Jumat, 30 September 2022, antara DLHK Kabupaten Sumedang dengan YPBB yang diwakili oleh Tim Zero Waste Cities Kab. Sumedang, di Kantor DLHK Kabupaten Sumedang.
Penandatanganan ini guna mencapai sinergi dalam menjalankan program pengelolaan sampah model Zero Waste Cities di Kabupaten Sumedang.
Selangkah lebih maju, Kabupaten Bandung menggelar penyusunan Peraturan Bupati tentanng Tata cara Pengelolaan Sampah, Reviu Jakstrada dan Masterplan Pengelolaan sampah pada hari Selasa, 14 Desember 2022. YPBB turut diundang dalam kegiatan tersebut untuk menyampaikan poin-poin penting dalam tata kelola persampahan agar mencapai tujuan yang holistik dan berkelanjutan.
ZERO WASTE CITIES ONLINE EVENT
Perbaiki Dulu Sebelum Membeli Baru - Kompetisi Feed Instagram
Barang elektronik kerap kali diabaikan oleh masyarakat umum dan sering kali belum terkelola dengan baik. Padahal, apabila terbuang dan bercampur dengan sampah lainnya, dapat memunculkan zat-zat berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan sampah elektronik di Indonesia, Zero Waste Cities menyelenggarakan kompetisi Instagram Feed dengan tema Repair for Better Earth pada bulan Oktober 2022.
Kompetisi ini diikuti oleh para pengikut sosial media YPBB dari berbagai daerah. Berbagai macam kisah menarik mengenai pengalamannya dalam memperbaiki barang elektronik disajikan dalam berbagai macam bentuk.
Dari banyaknya peserta yang masuk, terpilih 3 cerita favorit, yaitu :
@fralyazhier
Benda-benda elektronik di sekitar kita yang rusak akan lebih baik apabila diperbaiki terlebih dahulu sebelum membuangnya dan membeli yang baru. Seperti para pemenang kometisi ini. Cerita lengkap bagaimana para peserta memperbaiki barang-barang mereka dapat anda simak di artikel "Memperbaiki Peralatan Elektronik Butuh Waktu dan Kesabaran, Jangan Buru-buru Beli Baru."
Selangkah Lebih Dekat dengan Petugas Sampah - Zero Waste Cities Challenge
Sebagian besar dari masyarakat Indonesia mungkin sudah tak asing lagi dengan pekerjaan petugas sampah, terlebih penduduk kota. Hampir setiap hari para pekerja tersebut berseliweran di depan rumah. Namun, seringkali kita abai terhadap jasanya.
Pekerjaannya tak mudah. Seringkali mereka harus mendorong atau menarik gerobak yang penuh dengan sampah dan membawanya menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang jaraknya tak dekat. Tak heran bila banyak sebagian dari mereka mengidap penyakit yang berkaitan dengan otot tubuh.
Resiko kesehatan yang besar, membuat mereka membutuhkan dukungan upah yang layak dan jaminan kesehatan yang memadai. Namun itu semua masih dalam angan-angan. Zero Waste Cities mengungkapnya pada sebuah video yang bisa anda simak di tautan berikut ini : Menjadi Petugas Pengumpul Sampah: Antara Keinginan dan Keterpaksaan.
Zero Waste Cities mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat dan mengeraskan suara-suara kecil para petugas sampah melalui "Get Closer to Waste Worker Challenge" yang diselenggarakan pada bulan Desember 2022. Sebanyak 5 penentang dengan konten paling menarik terpilih mendapatkan hadiah total Rp.1.500.000,-. Selamat!
Zero Waste Cities Learning Corner
Mandiri Pangan : Belajar dari Kuba
Gonjang-ganjing resesi di 2023 membuat khawatir sebagian masyarakat Indonesia. Berbagai harga bahan pokok seperti minyak goreng, beras dan bahan bakar kendaraan terancam naik. Masyarakat dituntut untuk kreatif agar dapat bertahan hidup.
Mengatasi hal tersebut, ada beberapa alternatif pangan yang bisa kita pelajari dan terapkan. Salah satunya yaitu kemandirian pangan belajar dari Negara Kuba
Negara Kuba sempat terkena embargo ekonomi dan kekurangan bahan pangan. Namun mereka tidak tinggal diam dan mencetuskan pertanian organik lokal yang mengharuskan warganya menanam tanaman pangan di masing-masing rumah. Hal tersebut membuat Kuba secara perlahan bangkit dari keterpurukannya.
Dari Kuba, kita perlu belajar dan mengadopsi berbagai cara yang holistik dan berkelanjutan agar dapat mengatasi permasalahan pangan di negara kita, terlebih Indonesia termasuk negara yang kaya akan sumber daya alam. Tidak semestinya kita mengalami kekurangan pangan.
SEKILAS INFORMASI YPBB
Rekrutmen YPBB
Rangkuman Kegiatan Zero Waste Cities di 6 Kota/Kabupaten Dampingan YPBB