Highlight kegiatan Zero Waste Cities bulan September 2021
PEMILAHAN SAMPAH DARI RUMAH KUNCI SUKSES PENGURANGAN SAMPAH INDONESIA
Intergovernmental Panel of Climate Change (IPCC) telah menerbitkan laporannya yang tersusun sekitar 4000 lembar pada bulan Agustus lalu.
Bumi akan semakin panas dan bencana alam akan terus terjadi bila tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik. Kepunahan makhluk hidup akan terus menghantui jika tidak ada tindakan nyata dan ambisisus untuk menyelamatkan lingkungan.
HENTIKAN KERAN ALIRAN SAMPAH DAN DAMPAK POLUSINYA DENGAN PILAH SAMPAH SEJAK DARI RUMAH
Selain menyebarkan bau busuk dan mengotori lingkungan, sampah juga menjadi salah satu penyumbang polusi udara. Gas metana yang muncul akibat sampah tercampur, menjadi salah satu penyebab penyakit pernafasan pada manusia.
Solusi nyata yang bisa kita lakukan sekarang adalah PILAH SAMPAH DARI RUMAH. Aksi ini terus didorong oleh Zero Waste Cities YPBB di 5 kota dampingan agar tidak ada lagi sampah tercampur yang harus diangkut menuju TPA dan menambah nilai guna sisa material.
Cara Pilah Sampah di Rumah ala Zero Waste Cities
Di Zero Waste Cities, pemilahan sampah dapat dilakukan secara sederhana. Pemilahan dapat dilakukan berdasarkan bahan/material dasar.
Dari semua jenis pemilahan, yang terpenting adalah sampah organik harus terpilah dari sampah lainnya. Bila sampah organik sudah terpilah, maka pengolahan masing-masing jenis sampah akan menjadi lebih mudah dilakukan.
Pemanfaatan Wadah Bekas sebagai Tempat Pilah Sampah
Pemilahan sampah tentunya membutuhkan wadah/tempat yang lebih banyak untuk menampung sementara sampah terpilah.
Tapi jangan khawatir, pemilihan wadah sampah terpilah ini mudah dilakukan dan tidak perlu biaya yang mahal.
Cukup menggunakan wadah/tempat yang tersedia di rumah dengan syarat dapat dicuci dan dipakai kembali dan juga tertutup, sampah sudah bisa ditampung di tempat tersebut.
Sampah sudah dipilah, lalu olah sampah organik dengan mengompos!
Pengolahan sampah yang paling sederhana dan dapat dilakukan di rumah adalah pengomposan. Dengan mengompos, kita membantu mengurangi emisi gas metana dan juga berkontribusi dalam aktivitas restorasi alam di rumah/kawasan.
Pengomposan pun beragam. Ada yang dapat dilakukan skala rumah, dan ada juga yang dapat menampung sampah organik skala kawasan/RW.
Apa saja media pengomposan tersebut? Simak di postingan berikut : Jenis-jenis Pengomposan Skala Rumah dan Kawasan.
Beberapa RW di Kota dampingan Zero Waste Cities sudah mulai berkontribusi dalam upaya pengurangan polusi udara (gas metana). Dua diantaranya adalah RW 2 Kelurahan Sukamiskin dan RW 7 Kelurahan Cihaurgeulis di Kota bandung.
2 RW tersebut sudah melakukan pengumpulan sampah terpilah dan juga pengolahan sampah organik di skala kewilayahan. Cara yang digunakan pun beragam. RW 2 Kelurahan Sukamiskin memanfaatkan BSF (Black Soldier Flies), sedangkan RW 7 Kelurahan Cihaurgeulis menggunakan bata terawang dan juga BSF sebagai media pengolah sampah di wilayah mereka.
Aksi nyata pengurangan emisi ini sudah mulai dilakukan di beberapa RW Zero Waste Cities. Kapan giliran RW anda?
ZERO WASTE CITIES ON EVENT
ZERO WASTE CITIES, SOLUSI PENANGANAN SAMPAH WILAYAH
Zero Waste Cities sebagai alternatif sistem pengelolaan sampah yang holistik dan berkelanjutan, menjadi sebuah terobosan bagi kawasan/wilayah yang mulai pedulli untuk bijak kelola sampah.
Sejalan dengan target pencapaian Jakstranas/Jakstrada, Zero Waste Cities membantu kawasan/wilayah mengelola sampah sedekat mungkin dari sumber agar mampu mengurangi beban sampah yang diangkut menuju TPA dengan menerapkan sistem pemilahan sampah dari rumah, pengumpulan sampah terpilah dan mendorong pengomposan skala kewilayahan.
Bagaimana sistem Zero Waste Cities ini dapat berjalan dan diimplementasikan? Simak penjelasan di : Webinar Zero Waste Academy.
SEMARAK JAMBORE INDONESIA BEBAS SAMPAH DORONG PILAH SAMPAH DARI RUMAH DAN DUKUNG KOLABORASI ANTAR PIHAK
Event akbar yang diselenggarakan oleh Greeneration Foundation dan Jambore Indonesia Bebas Sampah ini telah berlangsung dari tanggal 14 Agustus hingga 21 September 2021.
Mengangkat tema besar Membangun Sistem Pengelolaan Sampah yang Melibatkan Partisipasi Lintas Sektor untuk Pemulihan Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan, acara ini dihadiri oleh banyak pihak baik dari pemerintahan maupun swasta untuk sama-sama menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.
Direktur Eksekutif YPBB, David Sutasurya, berkesempatan untuk memoderatori salah satu Talkshow yang bertajuk Sinergi Sektor Formal dan Informal dalam Penanganan Sampah. Selain David, Anilawati Nurwakhidin, Koordinator Humas Zero Waste Cities YPBB juga ikut memeriahkan acara tersebut dengan menjadi moderator pada Capacity Building "Strategi Kerjasama dan Penggalangan Dana" bersama Saepul Hamdi, Head and Communication Partnership dari Greeneration Foundation.
Simak talkshow dan Capacity Building di link berikut : Jambore Indonesia Bebas Sampah 4.0 .
PERINGATAN HARI JADI SEBAGAI MOMEN REFLEKSI DAN PENINGKATAN KUALITAS PENGELOLAAN SAMPAH KOTA/KABUPATEN
386 TAHUN KABUPATEN KARAWANG, MENUJU KABUPATEN INTERASIH (INDAH, TERTIB, AMAN, DAN BERSIH)
Kabupaten Karawang belum lama ini mulai mengoperasikan TPS3R di beberapa daerah. Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana beserta jajaran pemerintahan lainnya meresmikan pendirian 10 TPS3R yang digadang menjadi langkah awal pengurangan sampah di Kabupaten Karawang.
Selain pengoperasian TPS3R, Kabupaten Karawang juga berencana memberlakukan Zona Bebas Sampah di beberapa titik di kota dengan harapan beban penumpukan sampah dapat berkurang.
Pada 14 September 2021, di hari jadi yang ke 386, Kabupaten Karawang terus aktif menunjukkan progres dan komitmennya untuk kurangi sampah dan mewujudkan Indonesia bebas dari sampah.
REFLEKSI PENCAPAIAN PENGURANGAN SAMPAH DI MOMENTUM 211 TAHUN KOTA BANDUNG
Jalan masih panjang bagi Kota Bandung untuk dapat menjadi kota nihil sampah. Namun, bukan berarti tidak ada pencapaian tiap tahunnya. Di hari jadinya yang ke 211, Kota Bandung terus menunjukkan peningkatan dan perubahan menuju kota yang BERMARTABAT (Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat).
Di tahun 2021 ini, Kota Bandung menunjukkan komitmennya dengan berhasil melakukan pengurangan sebanyak 30% sampah (Sumber: humas.bandung.go.id). Hal ini didorong oleh adanya program Kawasan Bebas Sampah yang didukung oleh Zero Waste Cities dengan menerapkan sistem pemilahan sampah dari rumah dan pengangkutan sampah terpilah yang mulai diterapkan di beberapa RW dan Kelurahan.
Pencapaian tersebut tentu tidak mudah dan bukan menjadi akhir perjuangan Kota Bandung. YPBB dengan program Zero Waste Cities, bersinergi dan mendukung pemerintah kota untuk terus meningkatkan kapasitas untuk mewujudkan Kota Bandung bebas dari sampah.
Ingin mengetahui perjalanan Kota Bandung menuju Kota Bebas Sampah, tantangan apa saja yang dihadapi dan apa strategi yang dapat dilakukan? Baca di Laporan Studi Kasus A Path to Transition : Bandung's Journey Toward Zero Waste Cities
INSTAGRAM FEED GIVEAWAY WINNERS
Dalam rangka Hari Konsumen 2021, Zero Waste Cities mengadakan giveaway yang berlangsung dari 6 - 14 September 2021. Zero Waste Cities mengajak netizen untuk lebih memedulikan sampah yang dihasilkannya dan mengidentifikasi sampah apa saja yang tidak bisa diolah di rumah. Momen ini sebagai ajang untuk menunjukkan kepada para produsen agar dapat merancang produknya dengan lebih bertanggungjawab dan berkelanjutan sehingga tidak menjadi penyebab timbulnya sampah.
Dari seluruh peserta yang ikut serta dalam kontes ini, terpilihlah 2 peserta terbaik dengan cerita terinspiratif.
Pemenang 1 : @sitirahmadaniharahap
Pemenang 2 : @mariazavitri
Simak kedua feed instagram peserta terbaik dibawah ini :