Identifikasi mutu kerang dilakukan secara sederhana melalui pengamatan terhadap kondisi cangkang, respons kehidupan, bau, daging, cairan dalam cangkang, kebersihan, dan kondisi fisik. Pemeriksaan organoleptik merupakan pemeriksaan awal dan tidak dapat menggantikan pengujian laboratorium untuk memastikan keamanan kerang dari cemaran mikrobiologi, kimia, maupun biotoksin.Β
Kerang masih hidup, segar, bersih, dan memiliki kondisi fisik yang baik.
Cangkang utuh dan tidak pecah.
Permukaan relatif bersih.
Tidak terdapat kerusakan berat.
Cangkang dapat menutup ketika mendapat rangsangan.
Kerang menunjukkan respons terhadap rangsangan.
Kerang hidup dapat mempertahankan cangkangnya tetap tertutup.
Tidak terdapat kerang mati dalam kelompok produk.
Memiliki bau laut/kerang yang segar dan khas.
Tidak berbau busuk, asam, atau menyimpang.
Daging tampak segar dan kompak.
Tidak lembek atau hancur.
Warna sesuai karakteristik jenisnya.
Cairan relatif jernih dan tidak menunjukkan perubahan yang mencurigakan.
Ciri utama: hidup, cangkang utuh, responsif, bau segar, dan daging kompak.
Kerang mulai mengalami penurunan kesegaran, tetapi belum menunjukkan kerusakan berat.
Cangkang masih relatif utuh tetapi mulai mengalami kerusakan ringan.
Permukaan mulai kusam atau lebih kotor.
Respons terhadap rangsangan mulai berkurang.
Masih menunjukkan tanda kehidupan, tetapi responsnya lebih lambat.
Sebagian kerang mulai membuka cangkang dan tidak segera menutup kembali.
Bau segar mulai berkurang.
Mulai muncul aroma yang kurang segar, tetapi belum kuat atau busuk.
Daging mulai kehilangan kekompakan.
Tekstur mulai lunak.
Cairan dalam cangkang mulai terlihat kurang jernih.
Ciri utama: respons berkurang, kesegaran menurun, bau mulai berubah, dan tekstur mulai lunak.
Kerang pada kondisi ini sebaiknya segera ditangani, didinginkan sesuai kebutuhan, dan tidak dicampurkan dengan produk bermutu tinggi.
Kerang telah menunjukkan kerusakan atau kehilangan kesegaran yang nyata.
Cangkang pecah atau rusak berat.
Cangkang terbuka dan tidak menutup ketika diberi rangsangan.
Terdapat kotoran atau kontaminasi yang tidak dapat dibersihkan dengan baik.
Tidak menunjukkan respons terhadap rangsangan.
Kerang mati harus dipisahkan dari kerang hidup.
Tercium bau busuk, asam, amonia, atau bau menyimpang lainnya.
Daging lembek, rusak, atau mudah hancur.
Warna berubah secara tidak normal.
Cairan dalam cangkang keruh atau menunjukkan kondisi yang tidak normal.
Ciri utama: tidak responsif/mati, cangkang rusak atau terbuka, bau menyimpang, dan daging rusak.
β οΈ Kerang mati atau menunjukkan bau busuk tidak boleh dicampurkan dengan kerang yang masih hidup dan segar.