Ikan demersal adalah kelompok ikan yang hidup dan mencari makan di dasar perairan atau dekat dasar laut (sea bottom). Kata demersal berasal dari bahasa Latin demergere yang berarti “tenggelam” atau “berada di dasar”. Berbeda dengan ikan pelagis yang berenang di kolom air, ikan demersal lebih banyak berasosiasi dengan dasar perairan seperti pasir, lumpur, karang, padang lamun, dan perairan berbatu.
Ikan demersal umumnya memiliki kemampuan berenang yang tidak terlalu jauh dari dasar dan sering memanfaatkan dasar perairan sebagai tempat berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Makanannya berupa ikan kecil, udang, kepiting, moluska, cacing laut, dan organisme bentik lainnya.
Di Kabupaten Kepulauan Aru, sumber daya ikan demersal merupakan salah satu komoditas hasil tangkap penting yang banyak didaratkan di pelabuhan dan tempat pendaratan ikan. Jenis-jenis seperti kakap, kerapu, kurisi, lencam, dan manyung memiliki nilai ekonomi yang baik dan banyak dipasarkan dalam keadaan segar.
Ciri umum ikan demersal yaitu:
Hidup di dasar atau dekat dasar perairan.
Gerak renang relatif lebih lambat dibanding ikan pelagis.
Tubuh umumnya lebih pipih atau memanjang.
Warna tubuh sering menyerupai lingkungan dasar.
Memiliki mulut yang sesuai untuk mengambil makanan di dasar perairan.
Banyak ditemukan di perairan pantai hingga lereng benua.
Ikan demersal penting bagi nelayan skala kecil karena:
tersedia sepanjang tahun di banyak wilayah pesisir,
mudah dipasarkan dalam kondisi segar,
beberapa jenis memiliki harga tinggi,
menjadi sumber protein masyarakat pesisir.
Dalam konteks pembinaan mutu, ikan demersal memerlukan penanganan yang cepat, bersih, hati-hati, dan dingin agar kesegarannya tetap terjaga sejak ditangkap hingga dipasarkan.
Ikan demersal hidup pada berbagai tipe dasar perairan, mulai dari perairan pantai hingga laut dalam. Habitat utama ikan demersal meliputi:
Dasar berpasir menjadi tempat hidup berbagai organisme bentik seperti kerang, cacing laut, dan udang kecil yang menjadi sumber makanan ikan demersal.
Perairan berlumpur kaya bahan organik dan banyak dihuni organisme dasar sehingga menyediakan pakan alami yang melimpah.
Celah-celah batu digunakan sebagai tempat berlindung dari arus dan predator.
Kawasan terumbu karang merupakan habitat penting bagi ikan kakap dan kerapu karena menyediakan tempat mencari makan, berlindung, dan pemijahan.
Beberapa jenis ikan demersal mampu hidup pada kedalaman puluhan hingga ratusan meter dan beradaptasi dengan tekanan tinggi serta cahaya yang terbatas.
Menurut FAO, sebagian besar ikan demersal ditemukan pada kedalaman sekitar 5–500 meter, meskipun beberapa spesies dapat hidup lebih dalam tergantung karakteristik habitatnya. Di wilayah Kepulauan Aru dan Laut Arafura, Secara umum ikan demersal ditemukan dari perairan dangkal hingga ratusan meter, namun sebagian besar hasil tangkapan nelayan kecil berasal dari kedalaman sekitar 10–100 meter.
Suhu relatif stabil.
Arus tidak terlalu kuat.
Tersedia tempat berlindung.
Banyak organisme dasar sebagai sumber makanan.
Kualitas air baik dan tidak tercemar.
Kerusakan habitat seperti terumbu karang rusak, sedimentasi berlebihan, dan pencemaran dapat menurunkan kelimpahan ikan demersal.
Ikan demersal memiliki karakteristik morfologi dan perilaku yang khas sebagai bentuk adaptasi terhadap kehidupan di dasar perairan.
Tubuh relatif pipih atau memanjang sehingga mudah bergerak di dekat dasar perairan.
Warna tubuh cenderung menyerupai warna dasar perairan seperti cokelat, abu-abu, atau kehijauan untuk membantu kamuflase.
Mulut umumnya berada di bagian bawah atau agak menghadap ke bawah sehingga memudahkan mengambil makanan dari dasar.
Berenang lebih lambat dan tidak seaktif ikan pelagis karena tidak hidup bergerombol di kolom air.
Memakan organisme dasar seperti udang, kepiting kecil, moluska, cumi-cumi, cacing laut, dan ikan kecil.
Banyak spesies bersifat teritorial dan cenderung menetap pada area tertentu.
Daging umumnya lebih padat dan tebal sehingga memiliki nilai konsumsi yang tinggi.
Ciri-ciri tersebut membantu ikan demersal bertahan hidup pada lingkungan dasar perairan dan memanfaatkan sumber makanan yang tersedia.
Warna merah cerah.
Daging putih padat.
Nilai ekonomi tinggi.
Tubuh memanjang berwarna keperakan.
Hidup di perairan pantai dan muara.
Banyak dibudidayakan dan ditangkap.
Tubuh bercorak tutul cokelat.
Hidup di daerah karang dan berlumpur.
Harga relatif tinggi.
Bercak gelap menyerupai motif macan.
Habitat terumbu karang.
Komoditas bernilai ekspor.
Tubuh merah muda memanjang.
Umum tertangkap dengan pancing dasar.
Banyak dipasarkan segar.
Tubuh keperakan kekuningan.
Hidup di dasar berpasir dan karang.
Daging berkualitas baik.
Tubuh memanjang berkumis.
Habitat dasar berlumpur.
Umum dimanfaatkan masyarakat pesisir.
Ikan demersal adalah kelompok ikan yang hidup dan beraktivitas di dasar atau dekat dasar perairan. Habitat dasar seperti pasir, lumpur, batuan, dan terumbu karang sangat mempengaruhi keberadaan dan kelimpahan ikan demersal. Ikan demersal memiliki ciri khas berupa bentuk tubuh yang menyesuaikan dengan lingkungan dasar, warna tubuh sebagai kamuflase, serta kebiasaan mencari makan pada organisme bentik. Komoditas seperti kakap, kerapu, kurisi, dan lencam merupakan contoh ikan demersal bernilai ekonomi tinggi yang penting bagi perikanan tangkap di wilayah Kepulauan Aru dan Indonesia secara umum.
Food and Agriculture Organization (FAO). FAOTERM Fisheries Glossary – Demersal Fish. FAO, Rome.
Food and Agriculture Organization (FAO). Glossary of Fisheries Terms – Demersal Resources. FAO Fisheries Department.
SNI 2729:2021 – Ikan Segar.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Pedoman Penanganan Ikan yang Baik (Good Handling Practices/GHP).
Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP. Pedoman Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). Standar Nasional Indonesia Bidang Hasil Perikanan.