Cumi-cumi merupakan hewan laut dari kelompok Cephalopoda (hewan berkaki kepala) yang memiliki tubuh lunak, sepasang mata besar, tentakel/lengan di sekitar mulut, serta mantel yang menjadi bagian utama tubuhnya. Cumi-cumi termasuk sumber daya perikanan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi.
Cumi-cumi hidup di berbagai perairan laut, mulai dari wilayah pesisir hingga perairan yang lebih dalam. Di Indonesia terdapat berbagai jenis cumi-cumi, sehingga identifikasi jenis penting dilakukan karena karakteristik biologis, ukuran, habitat, dan daerah penangkapannya dapat berbeda. Penelitian KKP, misalnya, mencatat beberapa jenis Loligo yang didaratkan di Indonesia, termasuk Loligo chinensis dan jenis lainnya.
Perairan Kepulauan Aru berada dalam WPPNRI 718, yaitu wilayah pengelolaan perikanan yang mencakup Laut Aru dan Laut Arafura. Cumi-cumi merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dan dimanfaatkan di wilayah tersebut. Kajian KKP mengenai sumber daya cumi-cumi di Laut Arafura menunjukkan bahwa perikanan cumi-cumi merupakan salah satu kegiatan penting di WPPNRI 718 dan perlu dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan sumber dayanya.
KKP juga mencatat bahwa pancing cumi merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang digunakan oleh kapal-kapal yang beroperasi di WPPNRI 718.
Cumi-cumi memiliki nilai ekonomi karena dapat dipasarkan dalam bentuk segar, dingin, beku maupun setelah melalui proses pengolahan. Mutu produk sangat dipengaruhi oleh kondisi cumi saat ditangkap, kecepatan penanganan, kebersihan, serta pengendalian suhu setelah pendaratan.
Karena tubuh cumi-cumi memiliki jaringan yang relatif mudah mengalami penurunan mutu, penanganan segera setelah ditangkap menjadi bagian penting dalam mempertahankan kesegaran dan nilai jualnya.
Cumi-cumi merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi penting di perairan Aru. Loligo duvaucelii dan Loligo edulis merupakan jenis yang dominan ditemukan berdasarkan penelitian di Laut Arafura. Penanganan yang cepat, higienis, dan tepat sejak penangkapan hingga distribusi menjadi kunci untuk mempertahankan mutu, keamanan, kesegaran, dan nilai ekonomi cumi-cumi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan – kajian sumber daya cumi-cumi di Laut Arafura (WPPNRI 718).
KKP – penelitian komposisi dan distribusi cumi-cumi, termasuk Loligo chinensis.
KKP – penelitian produksi dan komposisi jenis Loligo spp. di Indonesia.
KKP – informasi kegiatan penangkapan di WPPNRI 718.