Udang merupakan salah satu komoditas perikanan dari kelompok krustasea (Crustacea) yang memiliki nilai ekonomi tinggi baik di pasar domestik maupun internasional. Udang termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Malacostraca, dan sebagian besar spesies yang dimanfaatkan berasal dari ordo Decapoda, yaitu hewan yang memiliki lima pasang kaki jalan (sepuluh kaki).
Tubuh udang terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kepala dan dada yang menyatu (sefalotoraks), ruas-ruas perut (abdomen), serta ekor (telson) yang berfungsi membantu pergerakan di dalam air. Udang memiliki rangka luar (eksoskeleton) yang tersusun dari kitin sehingga harus mengalami molting (pergantian kulit) secara berkala untuk tumbuh.
Sebagai komoditas hasil perikanan, udang dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah lemak, serta mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium, fosfor, selenium, dan yodium. Oleh karena itu, udang menjadi salah satu sumber pangan bergizi yang banyak dikonsumsi masyarakat serta merupakan komoditas unggulan ekspor Indonesia.
Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, udang juga termasuk produk perikanan yang mudah mengalami penurunan mutu apabila tidak ditangani dengan benar sejak proses penangkapan hingga pemasaran. Oleh karena itu, penerapan penanganan yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga mutu, keamanan pangan, dan nilai jual udang
Sebagian besar udang komersial hidup di wilayah pesisir yang memiliki produktivitas perairan tinggi. Habitat udang meliputi kawasan hutan mangrove, muara sungai (estuaria), padang lamun, perairan pantai berlumpur atau berpasir, hingga laut lepas, tergantung pada jenis dan fase hidupnya.
Banyak spesies udang memanfaatkan kawasan mangrove sebagai daerah pemijahan, pembesaran (nursery ground), tempat mencari makan, dan perlindungan dari predator. Setelah tumbuh dewasa, sebagian spesies bermigrasi ke perairan yang lebih dalam untuk berkembang biak.
Kondisi lingkungan seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, kualitas air, dan ketersediaan makanan alami sangat memengaruhi pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kualitas udang. Kerusakan habitat pesisir, terutama ekosistem mangrove, dapat berdampak langsung terhadap penurunan populasi udang di alam.
Perairan Kabupaten Kepulauan Aru merupakan salah satu wilayah perikanan yang kaya akan sumber daya udang penaeid. Beberapa jenis udang yang umum ditangkap oleh nelayan antara lain:
Merupakan komoditas unggulan dengan ukuran tubuh besar, bercorak belang hitam pada karapas dan abdomen, serta memiliki nilai ekonomi tinggi untuk pasar ekspor.
Berwarna putih kekuningan dengan tubuh relatif ramping. Banyak ditemukan di daerah estuaria dan perairan pantai berlumpur.
Memiliki ukuran sedang dengan warna kecokelatan hingga abu-abu. Jenis ini cukup banyak tertangkap menggunakan jaring dasar di perairan pesisir.
Berukuran lebih kecil dibandingkan udang windu maupun jerbung, namun cukup melimpah dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pengolahan.
Keberadaan jenis-jenis udang tersebut menjadikan Kabupaten Kepulauan Aru sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha penangkapan maupun pengolahan hasil perikanan berbasis udang.
Udang merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang termasuk ke dalam kelompok krustasea. Keberadaan udang sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat pesisir seperti mangrove, estuaria, padang lamun, dan perairan pantai. Kabupaten Kepulauan Aru memiliki potensi sumber daya udang yang melimpah, terutama udang windu, udang jerbung, udang dogol, dan udang krosok. Potensi tersebut perlu didukung dengan penerapan penanganan yang baik agar mutu, keamanan pangan, dan nilai ekonominya tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
SNI 01-2728 – Standar Nasional Indonesia tentang Udang Segar.
Codex Alimentarius Commission. Code of Practice for Fish and Fishery Products (CAC/RCP 52-2003).
FAO. Code of Conduct for Responsible Fisheries. 1995.
FAO. The State of World Fisheries and Aquaculture (SOFIA).
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia – Pedoman Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.