Identifikasi mutu adalah kegiatan menilai tingkat kesegaran dan kualitas ikan berdasarkan pengamatan langsung menggunakan indera penglihatan, penciuman, dan perabaan. Pada ikan demersal seperti kakap, kerapu, kurisi, lencam, dan manyung, perubahan mutu dapat terjadi cepat setelah ikan mati sehingga pemeriksaan harus dilakukan sesegera mungkin.
Penilaian mutu penting untuk:
menentukan ikan masih layak konsumsi atau tidak,
memisahkan ikan segar dan ikan menurun mutunya,
menentukan harga jual,
menjaga keamanan pangan,
mendukung pemasaran hasil tangkapan.
Metode yang paling mudah dilakukan nelayan adalah uji organoleptik.
jernih,
cerah,
cembung,
kornea bening.
keruh,
suram,
cekung,
kornea keputihan.
Lihat mata dari samping pada tempat terang.
merah cerah,
bersih,
lembap,
bau segar.
merah kecokelatan,
abu-abu,
berlendir tebal,
bau asam atau busuk.
Buka tutup insang dan amati warna serta aromanya.
warna cerah alami,
mengkilap,
lendir tipis bening.
kusam,
pudar,
bercak kecokelatan,
lendir tebal keruh.
Pada kakap merah, warna merah harus masih terang dan mengilap.
melekat kuat,
tidak mudah rontok.
mudah lepas,
banyak sisik hilang.
padat,
kenyal,
elastis,
bekas tekan cepat kembali.
lembek,
mudah robek,
bekas tekan tertinggal.
Tekan bagian punggung ikan dengan jari.
segar khas laut,
tidak menyengat.
asam,
amis menyengat,
busuk,
bau amonia.
Bau merupakan indikator paling cepat untuk mendeteksi pembusukan.
utuh,
tidak pecah,
isi perut tidak keluar.
perut lunak,
pecah,
isi perut keluar,
bau menyengat.
mata jernih,
insang merah terang,
warna merah cerah mengkilap,
daging padat.
mata cekung,
insang cokelat,
warna kusam,
daging lembek.
bercak tubuh jelas,
lendir tipis,
daging elastis.
bercak memudar,
lendir tebal,
daging lunak.
semua ciri mutu baik,
suhu dingin,
cocok untuk pasar segar premium.
sebagian besar ciri masih baik,
masih layak dipasarkan segar.
beberapa ciri berubah,
harus segera dijual atau diolah.
bau busuk kuat,
daging hancur,
insang hitam/cokelat tua,
perut pecah dan berlendir.
Mata → kulit → insang.
Bau insang dan rongga perut.
Daging bagian punggung.
Sangat segar / Segar / Menurun / Tidak layak.
Seluruh pemeriksaan dapat dilakukan kurang dari 1 menit per ekor.
hanya melihat warna kulit,
tidak memeriksa insang,
tidak mencium bau,
menilai ikan dalam keadaan panas,
mencampur ikan segar dengan ikan rusak.
Jika ikan masih segar:
segera tambahkan es,
simpan dalam box berinsulasi,
hindari sinar matahari,
pisahkan dari ikan yang rusak,
pertahankan suhu 0–4°C.
Mutu ikan demersal dapat dinilai dengan mudah melalui pemeriksaan mata, insang, kulit, lendir, sisik, tekstur daging, bau, dan kondisi perut. Ikan yang masih segar memiliki mata jernih, insang merah cerah, daging kenyal, kulit mengkilap, dan bau segar khas laut. Sebaliknya, mata cekung, insang cokelat, bau busuk, dan daging lembek menunjukkan mutu telah menurun.
Identifikasi mutu yang dilakukan secara rutin membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan, meningkatkan harga jual, dan melindungi konsumen dari pangan yang tidak layak.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2021. SNI 2729:2021 Ikan Segar.
FAO Fisheries and Aquaculture Department.
Pedoman Good Handling Practices (GHP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.