Standar mutu ikan demersal segar merupakan ketentuan yang digunakan untuk menilai kelayakan dan keamanan ikan sebelum dipasarkan atau dikonsumsi. Penilaian mutu dilakukan berdasarkan parameter organoleptik, kimia, dan mikrobiologi sesuai ketentuan standar nasional dan pedoman internasional.
Menurut SNI 2729:2021 Ikan Segar, ikan segar adalah ikan yang belum mengalami pengolahan dan masih memiliki sifat kesegaran yang baik. FAO juga menekankan bahwa mutu ikan segar dipengaruhi oleh penanganan segera setelah penangkapan, pengendalian suhu, kebersihan, dan pencegahan kontaminasi.
Persyaratan organoleptik merupakan penilaian mutu menggunakan indera penglihatan, penciuman, dan perabaan. Ikan demersal segar harus memenuhi kondisi sebagai berikut:
permukaan tubuh bersih dan mengkilap,
warna tubuh cerah sesuai jenis ikan,
sisik melekat kuat,
tubuh utuh dan tidak rusak berat.
cerah dan jernih,
cembung,
kornea transparan.
berwarna merah cerah hingga merah muda,
tidak berlendir tebal,
tidak berbau busuk.
berbau segar khas ikan laut,
tidak asam,
tidak tengik,
tidak busuk.
padat dan kenyal,
elastis,
tidak lembek.
Penilaian organoleptik dilakukan sesuai metode pengujian pada SNI dan menjadi indikator utama kesegaran ikan.
Persyaratan kimia digunakan untuk menilai tingkat kesegaran dan keamanan ikan secara kimiawi. Parameter utama yang diperhatikan meliputi:
TVB-N menggambarkan jumlah senyawa basa volatil hasil penguraian protein ikan. Nilai TVB-N yang rendah menunjukkan ikan masih segar, sedangkan nilai yang meningkat menandakan proses pembusukan mulai berlangsung.
Untuk jenis ikan yang berpotensi menghasilkan histamin, kadar histamin harus berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan. Histamin terbentuk akibat aktivitas bakteri terhadap asam amino histidin dan dapat menyebabkan keracunan pangan bila kadarnya tinggi.
Ikan harus memenuhi batas maksimum cemaran logam berat seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) sesuai ketentuan keamanan pangan nasional.
Ikan tidak boleh mengandung bahan tambahan atau bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan pada produk perikanan.
Pengujian kimia dilakukan di laboratorium menggunakan metode yang tervalidasi sesuai standar BSN dan regulasi keamanan pangan.
Persyaratan mikrobiologi bertujuan menjamin bahwa ikan aman dikonsumsi dan tidak tercemar mikroorganisme patogen.
Jumlah bakteri total harus berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan untuk ikan segar.
Harus memenuhi batas maksimum yang dipersyaratkan sebagai indikator kebersihan penanganan.
Harus negatif pada 25 gram sampel.
Untuk produk tertentu harus memenuhi persyaratan keamanan pangan yang berlaku.
Jumlahnya tidak boleh melebihi batas maksimum yang ditetapkan.
Persyaratan mikrobiologi dipengaruhi oleh sanitasi, higiene pekerja, kualitas air, peralatan, serta pengendalian suhu selama penanganan.
Standar mutu ikan demersal segar mencakup persyaratan organoleptik, kimia, dan mikrobiologi. Ikan yang memenuhi standar harus memiliki kenampakan segar, parameter kimia dalam batas aman, serta bebas dari cemaran mikroba patogen. Penerapan standar mutu berdasarkan SNI, pedoman KKP, dan rekomendasi FAO sangat penting untuk menjamin keamanan pangan, mempertahankan kesegaran, dan meningkatkan nilai ekonomi ikan demersal.
SNI 2729:2021 – Ikan Segar.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). Standar Nasional Indonesia Bidang Hasil Perikanan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Pedoman Penanganan Ikan yang Baik (Good Handling Practices/GHP).
Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP. Pedoman Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.
Food and Agriculture Organization (FAO). Code of Practice for Fish and Fishery Products.
Food and Agriculture Organization (FAO). Handling of Fresh Fish and Quality Changes.